Imah, Si tukang Ngabrut

Imah, Si tukang Ngabrut
Gerak gerik mencurigakan


__ADS_3

Malam hari sekitar pukul sebelas malam, Fredy, Jordi dan Husein baru saja selesai menggelar pertunjukan di sebuah kafe.


Namun, tingkah Fredy malam itu terlihat seperti tak tenang, dan melihat ke sekeliling berkali-kali.


"Fred, lu kenapa? Celingukan gitu kem orang bingung," tanya Husein.


"Keknya malem ini gue bakal minta tempat nginep sama salah satu dari kalian deh," ucap Fredy.


Dia masih terlihat menoleh ke kanan dan kiri, dengan wajah waspada.


"Emang kenapa? Jangan bilang orang-orang bokap lu mau kesini nangkep elu?" tanya Jordi.


"Tadi sepupu gue ke sini ketemu gue. Bisa aja kan dia cepu terus ngadu ke bokap kalo gue nge band," jawab Fredy.


"Kenapa nggak bilang? Harusnya lu ngomong. Kan kita bisa batalin tadi," sahut Jordi.


"Nggak pro dong kalo gitu. Mending sekarang buruan pergi aja deh dulu dari sini. Gue... gue nginep di rumah lu aja ya, Sen," pinta Fredy.


"Ya udah, ayo," sahut Husein.


"Mending vespa lu gue yang bawa. Lu bawa motor gue aja pulangnya biar lebih cepet," timpal Jordi.


Fredy pun setuju dan dia bertukat motor dengan Jordi. Ketiganya segera pulang ke rumah masing-masing, dengan Fredy yang ikut ke rumah Husein.

__ADS_1


...🐥🐥🐥🐥🐥...


Keesokan harinya, selesai sarapan, Jemima langsung pamit pergi ke kampus. Dia harus berangkat pagi karena mengejar bus.


Mobilnya masih tertinggal di kampus karena kemarin dia pulang bersama Fredy membonceng motor vespanya.


Namun, saat dia baru sampai di gerbang, seseorang mengendarai motornya dan berhenti di depan.


"Lho, ini kan motor Bang Odi," ucap Jemima sambil menunjuk-nunjuk ke arah pengendara tersebut.


Saat kaca helm di naikkan, Jemima baru bisa melihat dengan jelas wajah Fredy yang masih duduk di atas motor.


"Elu... kok lu bawa motor abang gue?" tanya Jemima.


"Yeh... bukannya jawab malah balik tanya. Ada tuh. Masuk aja," sahut Jemima ketus dia lalu berjalan melewat Fredy begitu saja.


"Eh, lu mau kemana?" tanya Fredy.


"Pasar! Ya kampus lah. Pake nanya," sahut Jemima.


"Tunggu. Bareng gue aja dari pada lu naik bus," seru Fredy.


Pemuda tersebut lalu masuk dan memarkirkan motor Jordi di depan teras yang teduh. Dia masuk sebentar mencari Jordi yang lalu mengambil motornya dari garasi.

__ADS_1


Sekitar lima belas menit berlalu, kini Fredy sudah kembali keluar dengan motor vespanya.


Tapi Jemima ternyata sudah tak ada di depan sana.


"Pak, Jemima tadi ke mana?" tanya Fredy pada pak satpam.


"Ke depan, Mas. Tadi jalan kaki ke gerbang depan," jawab penjaga keamanan tersebut.


Fredy pun segera menyusul ke depan dan melihat Jemima yang baru saja naik ke sebuah bus.


Dia pun lalu memilih untuk mengikuti bus tersebut hingga halte selanjutnya. Saat tiba fi halte terdekat, dia melihat Jemima turun dan Fredy pun berhenti tepat di depan gadis tersebut.


"Yuk buruan. Ikut gue ke kampus," seru Fredy.


"Oh... lu ternyata ngikutin gue?" tanya Jemima.


"Udah buruan. Nggak usah kebanyakan nanya," sahut Fredy.


Jemima pun mengedikkan bahunya dan naik ke motor Fredy. Mereka berdua lalu pergi bersama hingga ke kampus.


Tanpa mereka tau, rupanya ada mobil yang sejak tadi juga mengawasi gerak gerik kedua mahasiswa itu dari jarak yang cukup dekat.


Bersambung... 🐥🐥🐥🐥🐥

__ADS_1


__ADS_2