
Kelas berakhir dengan Jemima yang kesal karena harus satu kelompok dengan Fredy. Pemuda yang sejak. awal selalu saja membuatnya kesal.
Bukan baru sekali dua kali mereka terlibat cekcok, melainkan hampir setiap kali bertemu. Semua berawal ketika Jemima baru menjadi mahasiswa di kampus tersebut.
Saat itu, Fredy yang memang mahasiswa senior, sedang mengurus administrasi untuk mengulang mata kuliah yang sempat gagal di beberapa semester sebelumnya, termasuk mata kuliah Pak Sukoco yang sak lek.
Pertemuan pertama keduanya bukan di acara ospek atau sejenisnya, melainkan perpustakaan. Fredy yang memiliki sifat kalem dan dingin, merasa bahwa tempat tersebut sangat pas untuk dirinya yang sedang fokus mencari referensi untuk pengajuan judul skripsinya.
Tahun ini dia harus berjuang ekstra agar tak sampai menunda lulus satu tahun lagi. Dia seharusnya wisuda tahun ini, mengingat dia adalah mahasiswa yang begitu rajin dan menomor satukan pendidikan.
Namun karena suatu hal, dia terpaksa meninggalkan kelas beberapa kali dan membuat beberapa dosen memberinya nilai F yang berarti gagal.
Sehingga mau tak mau dia harus mengulang beberapa mata kuliah tersebut sambil berjuang merampungkan skripsi.
Dia, Jordi dan Husein adalah teman dari awal semester satu. Dulu Jordi hanya dekat dengan Husein karena keduanya sudah berteman sejak SMA.
Namun karena hobi, keduanya sering bertemu Fredy di salah satu studio band, tempat Fredy bekerja paruh waktu.
__ADS_1
Jordi yang suka dengan suara dan gaya bermusik Fredy, mengajaknya untuk membuat sebuah band indie. Hingga sekarang, mereka menjadi teman yang baik baik saat nge-band maupun di kampus.
Pertemuan pertamanya dengan Jemima pun ada kaitannya dengan Jordi. Saat itu, gadis tersebut datang ke perpustakaan karena tak berhasil menghubungi kakaknya.
Namun, dia melihat bahwa Jordi masuk ke perpustakaan dan dia pun mengikut pemuda tersebut.
Namun saat di dalam, dia tak melihat sang kakak. Akhirnya, dia pun terus bolak balik dari satu ruangan ke ruang yang lain. Melihat sikap Jemima yang ekspresif, membuatnya terlihat heboh dalam mencari sang kakak ke sana kemari.
Suara langkahnya yang terdengar gaduh, ditambah gumaman kecil yang terus keluar dari mulut gadis tersebut, membuat seorang Fredy yang juga berada di sana merasa terganggu.
Akhirnya karena kesal, Fredy pun bangun dan berdiri tepat di depan jalur yang akan di lewati Jemima. Gadis itu hanya fokus ke kanan dan kiri mencari keberadaan Jordi, hingga dia pun tak sengaja menabrak dada Fredy dengan cukup keras hingga dia mengaduh.
"Lu mending keluar deh. Di sini tuh perpustakaan. Lu nggak baca tulisan di dinding? Dilarang berisik," ucap Fredy tiba-tiba.
Jemima pun mendongak dan melihat wajah Fredy untuk pertama kali. Karena kesal ditegur seperti itu, gadis tersebut pun berkacak pinggang dan membusungkan dadanya melawan ucapan Fredy barusan.
"Eh... kenapa lu nyolot sih? Gue udah minta maaf bae-bae ye sama elu, kenapa elu masih marahin gue. Emang gue se berisik apa sih sampe lu ngegas gitu. Orang gue diem-diem bae juga. Aneh lu," sanggah Jemima.
__ADS_1
"Lu nggak nyadar suara langkah lu tuh berisik. Ganggu banget. Dan lu bilang apa? Diem-diem bae? Lu nggak nyadar kalo ocehan lu itu cukup bikin fokus orang buyar, hah?" tepis Fredy.
Cekcok terjadi, hingga petugas perpustakaan pun turun tangan. Keduanya kemudian di usir dari sana, karena membuat kegaduhan.
Seisi perpustakaan bahkan menjadikan hal itu sebagai tontonan, hingga menimbulkan kerumunan.
Jordi yang melihat kelakuan adiknya tak langsung muncul karena sudah dihentikan oleh petugas perpustakaan. Dia hanya bisa geleng kepala melihat tingkah bar-bar sang adik.
Setelah keduanya keluar, Jordi pun ikut keluar namun tak menemukan Jemima, dan hanya melihat Fredy yang berjalan ke arah gazebo di belakang gedung rektorat.
Dia pun mengikuti temannya tersebut, dan merangkul pundaknya saat berhasil menyusul.
"Sorry ya, bro. Tadi adek gue udah bikin ulah sama elu," ucap Jordi.
Fredy pun tiba-tiba menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah pemuda itu.
"Adek? Cewe bar-bar aneh itu adek lu?" tanya Fredy dengan kerutan yang memenuhi keningnya.
__ADS_1
Jordi tak menjawab dan hanya tersenyum lebar memperlihatkan gigi putihnya, dengan telunjuk dan jari tengah yang membuat simbol V.
Bersambung... 🐥🐥🐥🐥🐥