Imah, Si tukang Ngabrut

Imah, Si tukang Ngabrut
Boba milkshake


__ADS_3

Beberapa hari berlalu sejak kunjungan dadakan Fredy ke rumah Jemima. Tugas kelompok yang dibuat bersama pun sudah selesai, akan tetapi keduanya masih sering terlihat bersama pada jam istirahat, baik di kantin ataupun di perpustakaan.


Malam itu, Fredy mengatakan bahwa dia hampir menyelesaikan skripsinya, hanya tinggal penelitian dan pengolahan data.


Jordi menyarankan agar pemuda tersebut meminta bantuan Jemima, karena gadis itu sudah terbiasa dengan persoalan observasi dan penelitian lapangan.


Daisy bahkan sampai bertanya-tanya, Jemima yang dulu sangat anti dengan Fredy, justru menerima permintaan tersebut dengan begitu mudahnya. Namun, berbeda dengan Jessica. Gadis berambut panjang legam itu nampak biasa saja melihat perubahan dari temannya.


"Lu ngerasa si Imah jadi aneh nggak sih?" tanya Daisy.


"Udah, biarin aja. Selama dia seneng, kita juga ikut seneng aja. Lagian, dia masih tetep temen kita kan? Itu yang penting," sahut Jessica.


Keduanya terlihat sedang jajan di kantin, sementara Jemima entah berada di mana. Adik Jordi dan Tomy itu selalu menghilang saat panggilan atau Chat dari Fredy masuk ke ponselnya.


Seperti yang terjadi beberapa menit yang lalu, saat dia sedang asik ngemil bersama kedua temannya, sebuah notifikasi pesan datang dan gadis itu segera pergi setelah membacanya.

__ADS_1


...🐥🐥🐥🐥🐥...


"Kalo kita ambil daerah sekitar sini aja gimana? Ku dengar di sana warganya bekerja multi sektor. Cukup kompleks kan. Pasti bisa dapet banyak data deh," ujar Jemima.


Kedua orang itu terlihat sedang berada di sebuah halte bus, yang berada dekat dengan kantor dinsos. Mereka baru saja mencari data daerah yang akan dijadikan tempat penelitian Fredy.


Seperti biasa, Fredy memilih mengendarai vespanya ketimbang mobil Jemima. Dia merasa lebih praktis dan efektif jika memakai kendaraan roda dua ketimbang roda empat.


"Lu yakin? Tapi kata petugas itu, daerah sebelah sini yang penduduknya paling banyak. Pasti mata pencaharian mereka lebih komplek dong," sahut Fredy.


Jemima terlihat menggeleng dengan mulut yang menyedot minuman boba rasa coklatnya.


"Lu yakin?" tanya Fredy memastikan.


"Kalo lu nggak percaya, kita bisa cek bareng-bareng ke sana. Mumpung udah di luar, sekarang aja gimana?" ajak Jemima.

__ADS_1


"Oke, kita habisin minumannya dulu," sahut Fredy.


Keduanya kembali menikmati boba milkshake yang mereka beli dari penjual pinggir jalan yang ada di sekitar halte, sambil melihat kendaraan yang berlalu lalang di depan mereka.


Setelah itu, mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju ke tempat yang Fredy tunjuk tadi.


...🐥🐥🐥🐥🐥...


Sore hari sekitar tahun pukul lima petang, Jemima dan Fredy terlihat masuk ke dalam gang kecil yang menuju ke kos-kosan seribu pintu.


Jemima turun lebih dulu dan naik ke atas, sementara Fredy memarkirkan motornya di parkiran kosan yang ada di samping warung penjaga kosan.


Gadis itu berdiri di depan pintu kosan Fredy sambil menunggu pemuda tersebut naik. Begitu si empunya muncul, Jemima langsung menarik nafas panjang dan menghelanya sekaligus.


"Masih kesel?" tanya Fredy.

__ADS_1


"Lu tuh kalo ada orang ngomong susah dengerin yah? Gue udah kan tadi, yang lu lakuin tuh percuma. Cuma bikin capek doang tau nggak?" gerutu Jemima.


Bersambung... 🐥🐥🐥🐥🐥


__ADS_2