Imah, Si tukang Ngabrut

Imah, Si tukang Ngabrut
Siapa dia?


__ADS_3

Sore hari di rumah keluarga Budiman, Jemima terlihat mengendap-endap masuk ke kamar kakak keduanya.


"Ngapain lu masuk diem-diem kek maling?" tanya Jordi ketus.


Pemuda tersebut tengah menyetel senar gitar sembari duduk di atas karpet.


"Hehehe... Bang, nanya dong," tanya Jemima.


"Paan?" tanya Jordi.


"Ehm... sebenernya si kupret, eh... Fredy maksudnya, itu tuh anak mana sih?" tanya Jemima.


"Ngapain lu nanyain tuh anak?" tanya Jordi balik.


"Ya nggak papa. Cuma penasaran aja. Eh, Bang. Lu tau nggak, tadi pagi tuh pas gue berangkat bareng ma tuh anak, ada yang mepet motor dia lho," tutur Jemima.


Jordi yang sejak tadi sibuk bermain dengan gitarnya, Tiba-tiba berhenti dan seperti tertarik dengan cerita sang adik.


"Terus?" tanya Jordi.


"Ya, kita berenti lah. Terus nih ya, Bang...," Jemima menceritakan apa yang terjadi padanya dan juga Fredy pagi tadi.


Tanpa ada yang terlewat, gadis itu mengatakan semuanya pada Jordi, bahkan sampai dia sampai ke kampus dan berpisah di depan gerbang.

__ADS_1


"Itu alesan si Fredy pengin cepet-ceoet lulus dan dapet beasiswa ke ausie," ungkap Jordi.


"Hah? Ausie? Dia mau keluar negeri? Kapan?" tanya Jemima.


"Ya habis lulus lah. Dia udah daftar program beasiswanya, tinggal nunggu lulus dan IPK nya memenuhi syarat," jawab Jordi.


Jemima terlihat diam, seolah kabar itu membuat suasana hatinya jadi tak tenang.


"Woi! Ngapa lu? Tadi cerewet, sekarang bengong?" tanya Jordi yang melihat adiknya tiba-tiba diam.


"Nggak papa... oh iya, Bang. Orang-orang itu siapa sih?" tanya Jemima.


"Mau tau aja, apa mau tau banget?" goda Jordi.


"Dih... nyebelin. Jawab kek," gerutu Jemima.


Jemima merasa kesal dengan jawaban sang kakak. Akhirnya gadis itu pun memilih untuk keluar dari kamar Jordi setelah tak mendapatkan jawaban yang dia mau.


...πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯...


Hari demi hari, Jemima terus menemani Fredy yang melakukan penelitian di perkampungan.


Kedekatan mereka semakin akrab dan tak jarang Jemima lebih suka diantar jemput oleh Fredy setiap hari.

__ADS_1


Jadwal Jemima sekarang adalah menemani Fredy ke lokasi setelah selesai kuliah. Jadi akan lebih efektif jika dia tak membawa mobilnya dan nebeng motor vespanya Fredy.


Hingga suatu hari, vespa itu mogok ditengah jalan, dan ponsel keduanya sama-sama habis baterai.


Tak ada yang bisa dilakukan kecuali mendorong motor bersama hingga bengkel terdekat. Namun sayangnya, karena sudah malam, sepanjang jalan tak ada bengkel yang buka satu pun.


"Gimana nih?" tanya Jemima yang sudah lelah berjalan sejak tadi.


"Ya mau gimana lagi? Gue udah kasih solusi ke elu buat naik taksi atau bus aja. Tapi lu kan nggak mau," sahut Fredy.


"Ya kali gue ninggalin elu. Gue kan orangnya menjunjung tinggi solidaritas," timpal Jemima.


"Iya, solidaritas. Tapi nggak usah ngeluh juga dong. Gue juga capek. Tapi lu lihat sendiri, nggak ada bengkel yang buka. Kalo aja ada, mending gue tinggal nih motor di situ," ucap Fredy.


Jemima menghela nafas panjang lalu kembali berjalan mendorong motor Fredy, dan melanjutkan perjalanan yang entah akan berapa lama.


Hingga akhirnya, mereka sampai di dekat kosan Fredy, dan Jemima memilih untuk istirahat di sana saja karena dia sudah gak sanggup berjalan.


Keduanya pun masuk dan Jemima langsung duduk dengan kaki lurus dan punggung yang bersandar di dinding.


"Gila... gue kek mau mati," keluh Jemima.


Fredy tak menyahut. Dia memilih melepas tas dan menanggalkan jaketnya, lalu kembali keluar melihat kondisi motornya.

__ADS_1


Bersambung... πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯


Maaf ya guys, sekarang nggak bisa tertin updateπŸ™ tpi bakal othor usahakan selalu up sampai tamat, walaupun bolong-bolong.


__ADS_2