Imah, Si tukang Ngabrut

Imah, Si tukang Ngabrut
Confession


__ADS_3

"Permisi," ucap Jemima.


Gadis itu terlihat berdiri di depan pintu ruangan yang penuh dengan meja dan rak tersusun di beberapa sisi.


Masing-masing meja memiliki nama dengan gelar yang cukup tinggi, sebagai penanda siapa pemiliknya.


Seorang pria yang terlihat sedang mengemas barangnya, menoleh saat Jemima memberi salam.


"Jemima, ada perlu apa kemari?" tanya Pak Dimas.


"Boleh saya masuk?" tanya Jemima.


"Tentu. Apa ada perlu sama saya?" tanya Pak Dimas.


"Ada yang mau saya omongin ke Bapak. Apa Bapak ada waktu?" tanya Jemima.


Pak Dimas nampak mengerutkan kening melihat raut serius di wajah salah satu mahasiswanya.


"Apa mau bicara di sini?" tanya Pak Dimas.


Jemima tampak menoleh ke kanan dan kiri, pasalnya masih ada beberapa dosen yang belum pulang dan sedang asik mengobrol satu sama lain.


Pak Dimas seolah paham dengan gerak gerik Jemima. Dia pun kembali mengemas barang, dan berdiri memakai tasnya.


"Kebetulan saya sudah mau pulang. Kalau mau kita bisa bicara di kantin saja sambil menunggu jemputan," ajak Pak Dimas.


"Beneran, Pak? Oke deh," sahut Jemima senang.


Pak Dimas hanya tersenyum tipis melihat hal itu. Dalam hati, dia menerka-nerka apa yang ingin dikatakan mahasiswinya sampai enggak berbicara di depan orang lain.

__ADS_1


Sementara Jessica dan Daisy masih terus memperhatikan dari jarak yang cukup aman, memberi ruang untuk temannya melakukan misi.


Meski sebenarnya, mereka ada di sana untuk mengantisipasi seseorang yang akan patah hati jika sampai ditolak pernyataan cintanya.


"Apa kita nggak cegah si Imah aja, Nces?" tanya Daisy.


"Lu kek nggak kenal dia aja, Is. Biarin aja dia lihat sendiri reaksi Pak Dimas kek gimana. Kalo diterima ya kita ikut seneng, kalo nggak ya siapin aja tisu banyak-banyak," jawab Jessica.


Mereka mengikuti keduanya hingga ke kantin dan duduk di meja yang berjarak dua baris dari mereka.


Di sana, Pak Dimas lebih dulu memesankan minum untuk dirinya dan juga Jemima.


"Kamu mau makan sekalian?" tanya Pak Dimas.


Jemima menggeleng. Tampak jelas senyum malu-malu di wajah gadis tersebut, karena merasa begitu diperhatikan oleh crush-nya.


"Ehm... ya sudah kita pesan minum aja. Oh, iya... kamu mau ngomong tadi?" tanya Pak Dimas.


Tangannya bahkan terus bergulat dengan jemarinya sendiri, membuat Pak Dimas terus memperhatikannya.


"Apa kamu sakit? Kalo iya, mending kamu...," ucap Pak Dimas.


"Aku suka sama Bapak," sela Jemima cepat.


Dia bahkan sampai menutup mata karena malu dan deg-degan. Sementara Pak Dimas, dia terlihat begitu terkejut dengan pernyataan yang baru saja diucapkan Jemima.


Karena tak mendapat jawaban, Jemima pun membuka mata dan mengangkat wajahnya, hingga matanya bertemu dengan mata Pak Dimas.


"Sa... saya suka sama Bapak sejak pertama kali ketemu," ucapnya lagi.

__ADS_1


Pak Dimas terlihat menghela nafas panjang, sembari memperhatikan Jemima lekat-lekat.


"Suka seperti apa yang kamu maksud, Jemima?" tanya Pak Dimas.


"Ehm... ya... ya suka kek cewe sama cowo lah. Emang apa lagi, Pak?" jawab Jemima gugup.


Dimas mengangkat kedua lengannya ke atas meja dan melipatnya di sana. Dosen muda tersebut masih memperhatikan wajah Jemima, hingga membuat gadis itu malu dan kembali menunduk.


"Boleh saya tau, apa yang membuat kamu suka sama saya, bahkan saat pertama kali bertemu?" tanya Pak Dimas.


Jemima terlihat ragu untuk mengatakannya. Hingga tiba-tiba sebuah panggilan masuk ke ponsel pria tersebut.


Dimas pun segera meraih ponsel dari sakunya dan menerima panggilan itu.


"Halo, ya aku sudah selesai," ucapnya.


Dia terlihat sedang mendengarkan suara di seberang.


"Aku sedang di kantin sekarang. Tunggu sebentar, atau kau bisa menyusulku ke mari," ucapnya lagi.


Dia kembali diam dan menyimak.


"Ehm... baiklah kalau begitu. Ku tutup sekarang ya," ucapnya mengakhiri.


Dia menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku, dan memperhatikan Jemima lagi.


"Jemima, jemputan saya sudah datang. Saya tidak bisa berlama-lama di sini," ucap Pak Dimas.


Jemima masih diam. Mereka tak tahu, jika selain Jessica dan juga Daisy ada lagi seseorang yang sejak tadi memperhatikan interaksi antara Pak Dimas dan juga Jemima di tempat tersebut.

__ADS_1


Bersambung... 🐥🐥🐥🐥🐥


__ADS_2