
"Makasih banget ya, Bang. Udah bantuin kita. Sorry tadi gangguin waktu ngopinya," ucap Jemima.
"Lu kek sama siapa aja sih. Nyantai aja," sahut preman lain lagi.
"Udah beres kan, Mah? Kita mesti balik lagi ke pos keamanan," timpal di preman kriwil.
"Oh... iya, Bang. Udah beres. Salam buat Mpok Dijah. Kapan-kapan gue mampir makan seblaknya lagi," sahut Jemima.
Semua preman itu pun kembali menyeberang jalan dan menghilang di di tikungan. Fredy lalu menepuk kuat-kuat pundak Jemima hingga gadis itu memekik kesakitan.
"Sakit, beg*," keluh Jemima.
"Lu ngatain gue beg*?" ucap Fredy tak terima.
"Kosong-kosong. Lu juga tadi gitu. Udah ah, buruan yuk. Udah siang nih. Entar gue telat," seru Jemima.
Fredy pun berjalan ke arah motornya diikuti Jemima, keduanya kembali melanjutkan perjalan ke kampus.
"Temen lu preman semua apa?" tanya Fredy.
"Nggak juga sih? Tadinya gue mau bawa pasukan copet, tapi terus gue inget kalo di sana ada warung Mpok Dijah yang jadi langganan preman pasar. Gue ajak aja mereka buat bantuin elu," tutur Jemima.
"Bener-bener lu ye. Nggak habis pikir gue," sahut Fredy.
"Hebat kan gue? Hehehe... oh iya, mereka siapa sih? Kok lu dipanggil Den?" tanya Jemima.
Fredy seketika diam dengan raut bingung.
"Lu nggak perlu tau," sahut Fredy datar.
"Dih... gitu amat jawabnya. Udah dibantuin juga," gerutu Jemima.
Fredy tak menyahut lagi hingga keduanya saling diam selama di perjalanan.
Sesampainya di kampus, Fredy tak masuk ke parkiran dan hanya mengantar Jemima sampai di depan gerbang depan.
__ADS_1
"Lu nggak kuliah?" tanya Jemima.
"Nggak ada. Gue anterin lu sampe sini aja. Entar sore jam dia atau tiga, kita ketemu di lokasi aja," ucap Fredy.
"Oke deh. Gue masuk dulu. Thanks ya," sahut Jemima.
Gadis itu lalu berjalan masuk ke pelataran kampus menuju gedung fakultasnya untuk mengikuti kelas.
...πΈπΈπΈπΈπΈ...
Di kantin kampus sekitar pukul setengah satu, Jemima dan kedua temannya baru saja selesai mengikuti kelas mereka dan hendak makan siang.
Seperti biasa, mereka akan memesan makanan serta minuman terlebih dahulu begitu sampai di tempat tersebut.
"Lu iteman deh keknya, Mah," ucap Daisy.
"Ehm.... coba pinjem bedak lu," pinta Jemima.
Daisy pun kemudian mengambil compact powder dari dalam tas, lalu memberikannya kepada adik Jordi tersebut.
"Biarin aja lah. Keluyuran di luar mulu, perawatan juga percuma. Entar gue pakein sun block aja," ucap Jemima, sambil mengembalikan bedak itu ke pemiliknya.
"Lu masih bantuin di Fredy penelitian?" tanya Jessica.
"Hooh... lumayan buat pengalaman gue entar," sahut Jemima cepat.
Tiga gelas minuman dingin sudah datang dan metiganya langsung menyedot untuk membasahi tenggorokan.
Sementara Jemima, dia justru meminumnya hingga tinggal separu.
"Ah... enak bener deh. Pesen lagi ah... Mbak, esnya satu lagi ya," ucap Jemima.
"Haus lu? Udah kek onta aja," sindir Jessica.
"Capek tau. Lu nggak lihat sih apa yang terjadi tadi pagi pas gue lagi jalan ke kampus," sahut Jemima sambil kembali menghabiskan minumannya.
__ADS_1
"Apaan emang? Mobil lu mogok jadi dorong sampe kampus dan lu nggak minum sejak itu, makanya haus banget?" ledek Jessica.
"Gue nggak bawa mobil. Mobil gue kan ditinggal di kampus. Lu pikun ye?" balas Jemima.
"Anjir lu ngatain gue pikun," gerutu Jessica kesal.
"Hahaha... gini ceritanya," ungkap Jemima.
Gadis itu pun menceritakan apa yang terjadi tadi pagi kepada kedua temannya. Jessica dan Daisy nampak mendengarkan sambil menyuapkan makanan ke mulut masing-masing.
"Begitu ceritanya," pungkas Jemima.
"Kok aneh?" timpal Jessica.
"Aneh kenapa?" tanya Jemima.
"Lu bilang mereka mepet kalian, dan ngepung gitu kan. Tapi nggak ada satu pun yang ngejar elu dan cuma ngelilingi si Fredy. Kan aneh, Mah," sahut Jessica.
"Gue juga heran. Emang ada masalah apa sih si kupret ama mereka?" timpal Daisy.
"Au... Pas gue tanya, dia bilang bukan urusan gue. Gimana dong?" sahut Jemima.
"Jangan-jangan, tuh cowo terlibat bisnis ilegal," terka Jessica.
"Atau, dia jadi simpanannya istri pejabat," timpal Daisy.
"Buset... parah gila kalo bener gitu. Lu temenan ama gigol* dong, Mah," sahut Jessica.
"Tapi gue rasa nggak deh. Kek ada rahasia besar yang disembunyiin tuh cowo," sahut Jemima dengan wajah biasa.
Sementara kedua temannya justu nampak serius dan sangat ingin tau.
"Apaan, Mah?" tanya Jessica.
Jemima hanya menjawab dengan mengedikkan bahunya, sambil terus menikmati makan siangnya.
__ADS_1
Bersambung... π₯π₯π₯π₯π₯