Imah, Si tukang Ngabrut

Imah, Si tukang Ngabrut
Luch


__ADS_3

Akhir pekan berlalu, kini rutinitas Jemima pun kembali. Awal pekan yang padat karena begitu banyak tugas yang harus di kumpulkan.


"Gini amat anak kuliahan. Kek nya nggak ada gitu hari tenang," keluh Jemima.


"Balik lagi ke SMA aja sonoh lu," timpal seseorang yang tiba-tiba datang dan duduk di depan Jemima.


Gadis itu menoleh dan langsung terlihat kesal.


"Ini juga gara-gara elu, kupret. Lu minta gue bikin laporan sementara elu malah asik-asikan keliling panggung ama abang gue," gerutu Jemima pada Fredy yang baru datang.


"Gara-gara gue? Emang di mananya? Orang lu aja belum ngapa-ngapain juga sama tuh tugas," balas Fredy.


Jemima hanya bisa mendengus kesal karena pemuda itu selalu membalik perkataannya dengan telak.


Pagi tadi, Fredy langsung menodong Jemima tentang tugas kelompok mereka, yang ternyata belum di buat sama sekali oleh gadis tersebut.


Akhirnya, Fredy memutuskan mereka harus bertemu setelah kelas, dan membuatnya bersama agar lebih cepat.


Mau tak mau Jemima pun mengiyakan karena memang tugas itu belum dia sentuh sedikitpun. Keduanya terlihat serius berdiskusi. Meskipun sering terlihat tak akur, akan tetapi jika berurusan dengan kuliah, mereka akan mengesampingkan ego masing-masing.


Tak terasa hinga lewat tengah hari, mereka akhirnya selesai mengerjakan tugas dari Pak Dimas.


"Kelar juga akhirnya. Hah... laper," ucap Jemima.


"Gue mau ke kantin. Kalo mau bareng, buruan beresin," sahut Fredy.

__ADS_1


"Dih... pede gila," cibir Jemima.


"Nggak mau ya udah. Gue duluan," sahut Fredy.


Pemuda itu baru saja memasukkan buku terakhirnya ke dalam tas, dan bangun dari duduknya.


Jemima yang melihat akan ditinggal pun bergegas mengemas barang-barang dan langsung bangun mengejar Fredy yang sudah meninggalkan ruangan tersebut.


"Tungguin napa. Kaku bener jadi cowo," gerutu Jemima yang berjalan cepat menyusul Fredy.


Pemuda tersebut tak menyahut, namun sebuah senyum tipis terukir di bibirnya melihat tingkah Jemima.


Mereka pun berjalan ke arah kantin bersama, dan duduk di meja yang sama.


"Samain aja," sahut Fredy yang terlihat sibuk dengan ponselnya.


Jemima nampak mencebik melihat kelakuan Fredy yang mengacuhkannya dan sibuk sendiri dengan gadgetnya.


"Ck! Chatting-an mulu. Pacar lu posesif ya?" celetuk Jemima.


"Kenapa emang? Nggak boleh? Itu tandanya dia sayang sama gue," sahut Fredy.


"Dih... bucin gila," cibir Jemima.


Dia pun lalu berdiri dan berjalan ke arah meja pemesanan. Fredy hanya melihat dari ekor matanya, dengan senyum yang tertahan.

__ADS_1


Biasanya juga main teriak aja, batin Fredy.


...🐥🐥🐥🐥🐥...


Menjelang jam dua siang, Jemima kembali ke kelasnya untuk mengikuti kuliah terakhir di hari ini. Dia melihat temannya sudah berada di dalam kelas dan melambai ke arah Jemima.


Gadis itu pun menghampiri keduanya dan duduk bergabung dengan merek.


"Cieee... yang habis luch bareng," sindir Daisy.


"Ck! Paan sih. Cuma makan bareng doang. Lagian juga nggak ngapa-ngapain," sahut Jemima acuh.


"Oh... berarti maunya ngapain emang?" tanya Jessica.


"Ya nggak ngapa-ngapain. Orang dia makan juga sambil chatting-an sama cewenya," jawab Jemima dengan bibir mengerucut.


"Ehm... keknya ada bau-bau jealous nih," ledek Daisy.


"Suka bilang bosque," timpal Jessica.


"Parah gila. Noh dosen dah dateng. Skip udah, skip," sahut Jemima kesal.


Melihat Jemima bersungut-sungut, Jessica dan Daisy justru cekikikan menahan tawa mereka.


Bersambung... 🐥🐥🐥🐥🐥

__ADS_1


__ADS_2