Imah, Si tukang Ngabrut

Imah, Si tukang Ngabrut
Mengejar


__ADS_3

Fredy berhenti di tempat parkir berdekatan dengan motor besar milik temannya, Jordi. Dia melepas helm bogo dan menaruhnya di atas serangan motor vespa.


"Thanks, Bro. Lu udah mau temenin gue. Keknya bocil tadi agresif banget. Untung gue ada temennya," ucap Fredy.


"Hahaha... santai aja kali. Gue kenal lu kok. Lu kan alergi ma cewek. Nggak kebayang jodoh lu bakal kek apa. Hahaha...," ledek Jordi.


"Sialan lu," umpat Fredy.


"Hehehe... ya udah. Gue ke kelas dulu. Entar kita ketemu lagi di tempat biasa," ucap Jordi.


"Oke," sahut Fredy.


Jordi pun lebih dulu turun dari motornya dan berjalan sambil masih mengenakan jaket kulit, juga tas yang bertengger di pundak.


Sementara Fredy, dia turun dan melepas jaket hoodie nya dan menyimpan benda tersebut ke dalam tas punggungnya, lalu berjalan ke arah gedung fakultas.


Namun, baru saja dia keluar dari area parkir, seseorang sudah berdiri menghadang jalannya sambil merentangkan tangan, membuat Fredy terkejut dan seketika berhenti.


"Ngapain lu di sini, hah?" tanya Fredy kesal melihat gadis yang semalam membuatnya harus pulang naik bus.


"Ngapain lu tadi? Kenapa lu kek akrab gitu ama abang gue? Gue nggak inget tuh kalo Bang Odi punya temen kek lu," cecar Jemima.

__ADS_1


"Buka urusan lu. Minggir," seru Fredy.


Pemuda tersebut melangkah ke samping, hendak melewati Jemima, namun gadis itu lagi-lagi menghadang jalannya.


"Apa lagi sih?" tanya Fredy kesal.


"Lu belum jawab pertanyaan gue," seru Jemima.


"Gue ada kewajiban buat jawabin elu, Je... mi... ma...," jawab Fredy penuh penekanan.


"Tapi, gue mau ta...," ucap Jemima.


Namun, Fredy menoyor kepala gadis itu hingga Jemima mundur selangkah kebelakang. Saat itulah kesempatan Fredy untuk melewati Jemima yang lengah, dan berjalan cepat meninggalkan gadis yang menurutnya menyebalkan itu.


Hingga sampai di gedung fakultas, Jemima tak juga bisa mengejar langkah Fredy yang sengaja dipercepat. Bahkan ketika di eskalator pun pemuda tersebut tetap berjalan agar tak di susul Jemima.


"Kupret, woi... tungguin gue. lu harus kasih tau ke gue soal hubungan elu sama abang gue. Kupret," pekik Jemima.


Suaranya yang begitu keras membuat beberapa mahasiswa yang berpapasan dengan mereka menatap keduanya.


Hingga tiba di kelas, Jemima terus mengejar Fredy dan keduanya pun masuk dengan saling susul.

__ADS_1


"Kupret, tungguin gue," seru Jemima.


"Cieeee...," sorak mahasiswa yang sudah ada di dalam kelas.


Sontak Jemima menghentikan langkahnya dan tersadar bahwa dirinya sudah sampai di kelas. Dia mengedar dan melihat kedua temannya bahkan menahan tawa melihat Jemima yang datang bersama Fredy.


Gadis itu lalu menunduk dan berjalan ke arah kedua temannya.


"Cieee... yang akur," ejek Daisy.


"Berisik lu. Jangan bikin gue tambah malu deh," seru Jemima kesal.


Gadis itu terus menunduk dan terlihat menyibukkan diri dengan menyiapkan peralatan tulisnya, padahal dia melakukan hal itu untuk mengurangi rasa malunya.


"Biasanya yang awalnya kek Tom and Jerry, ujung-ujungnya jadi Romeo and Juliet," sindir Jessica.


" Tragis amat. Lagian nih ya, siapa juga yang mau sama tuh cowo cupu?" sanggah Jemima.


"Oh... jadi lu maunya versi beauty and the beast gitu? Cowo cupu yang berubah jadi cowo cakep, tajir, kek CEO di drakor-drakor gitu?" ledek Daisy.


"Apa lagi nih Beauty and the beast? Sekalian aja pangeran kodok. Hahaha...," timpal Jemima.

__ADS_1


Ketiganya pun tertawa hingga tanpa sadar dosen sudah masuk dan mengucap salam. Mereka pun terdiam dengan masih menyisakan kekehan kecil.


Bersambung... 🐥🐥🐥🐥🐥


__ADS_2