Imah, Si tukang Ngabrut

Imah, Si tukang Ngabrut
Cakep, Mah!


__ADS_3

Keesokan paginya, Jemima yang sudah duduk di meja makan bersama sang ayah, kembali mendapatkan interogasi setelah semalam lagi-lagi diantarkan oleh seseorang.


"Kamu belum jawab lho pertanyaan Papah, Mah," tanya Papah.


"Pertanyaan apa sih, Pah?" tanya Jemima.


"Cowo yang semalem itu siapa?" tanya Papah.


"Temenku, Pah. Dia ngulang di dua kelas semesternya Imah," sahut Jordi yang muncul dari arah tangga.


"Temen lu yang mana, Di?" tanya Tomi.


"Si Fredy. Abang kenal dia kan?" sahut Jordi.


"Pernah ke sini belum, Di?" tanya Mamah nimbrung.


"Belum. Dia sibuk ngejar kuliahnya. Belum lagi kalo malem, dia kan manggung bareng aku," jawab Jordi.


"Lain kali, ajakin ke sini dong, Di. Mamah pengin kenalan sama dia," pinta Mamah.


"Mamah ngapain sih mau kenalan segala sama tuh orang?" tanya Jemima yang sejak tadi diacuhkan oleh semua anggota keluarganya.


"Emang apa salahnha sih mau kenal sama... Ehm... Siapa tadi namanya?" tanya Mamah.

__ADS_1


"Fredy," sahut Jordi.


"Iya, Fredy. Dia kan temen abangmu. Terus juga dia udah baik banget nganterin kamu pulang ke rumah. Kan jarang-jarang kamu bareng sama cowo. Apa lagi sampe dianterin gini," jawab Mamah yang terlihat senyum-senyum sendiri.


"Dih... Mamah lagi mikir apaan sih? Orang kita tuh kebeneran satu kelompok...," elak Jemima.


"Boong, Mah. Si Imah yang minta satu kelompok sama Fredy," sangga Jordi.


"Nyerobot aja kek metromini. Intinya kita ada tugas bareng. Kemarin karena ada kunjungan ke suatu tempat, jadi kita mutusin buat pake satu kendaraan aja. Dia ngusulin pake sepeda motor biar lebih cepet sampe, gitu," jelas Jemima.


"Terus yang kemarinnya lagi, kenapa?" tanya Papah.


"Oh... Itu...," sahut Jemima tertahan.


Mana mungkin gue bilang kalo dia habis ngajakin gue jalan ke laut, gegara gue habis ditolak cowo. Bisa malu gue, batin Jemima.


"Ehm... Ya... Ya sama gara-gara tugas juga. Kita nggak sekali dua kali kok satu kelompok bareng," kilah Jemima.


"Boong banget lu. Kalo nggak salah, waktu itu mata lu bengkak juga kan. Habis nangis kan lu," terka Jordi.


"Apaan sih? Udah ah, gue laper. Makanannya udah siap juga kan. Entar Papah telat lho," kilah Jemima.


Jordi hanya bisa memicingkan matanya ke arah sang adik, sementara Jemima balas melotot kearah kakaknya itu.

__ADS_1


Sarapan pun dimulai dengan tenang, dan tak ada lagi obrolan.


...🐥🐥🐥🐥🐥...


Siang hari tepatnya pukul sebelas siang, Jemima yang saat itu sedang membantu Mamah membuat kue di dapur, tiba-tiba mendapatkan sebuah pesan chat dari seseorang.


[Gue udah di depan rumah lu]


Sontak hal itu membuatnya panik, sampai-sampai kocokan telur yang dipegangnya terjatuh, hingga membuat lantai penuh dengan tepung yang tercecer.


"Kamu kenapa sih, Mah?" tanya Mamah.


"Ehm... Oh... Nggak papa, Mah. Mah, keknya aku nggak bisa bantuin Mamah sampe selesai deh. Aku ada janji ma temen," ucap Jemima.


Gadis itu lalu berlari naik ke atas dan masuk ke kamarnya. Mamah hanya bisa geleng kepala melihat kelakuan sang putri yang selalu seenaknya.


[Tunggu, gue siap-siap dulu]


Beberapa saat kemudian, sekitar dua puluh menit berlalu, Jemima yang sudah selesai bersiap pun turun ke bawah.


Namun saat dia sampai di ruang tamu, matanya membulat, serta alisnya yang bertaut sempurna.


"Cakep, Mah," bisik Mamah yang menghampiri putrinya.

__ADS_1


Jemima hanya bisa menepuk keningnya dan melotot kesal ke arah tamu yang datang itu.


Bersambung... 🐥🐥🐥🐥🐥


__ADS_2