
Niat pertama aku ke Korea mencari kesibukan melalui pendidikan. Di tinggalkan orang di cintai seperti kehilangan separuh nafas. Disinilah aku sekarang di Kota Seoul, Korea Selatan. Sistem pendidikan di sini sangat ketat. Erik dan Adiba cuma malam ada di rumah. Siswa di Korea Selatan harus belajar selama 16 jam. Bayangkan, siswa-siswi di Korea Selatan bersekolah dari pagi hingga malam hari. Karena sangat panjang waktu belajar banyak siswa di sana yang memiliki mata minus atau berkacamata. Hal itu disebabkan, mereka diwajibkan membaca dan belajar selama di sekolah. Setelah panjangnya waktu belajar mereka pun kekurangan waktu untuk bermain dan bersantai. Dengan kurangnya waktu bermain, banyak siswa di Korea Selatan itu merasakan stres dari level rendah hingga akut
__ADS_1
Di bandingkan dengan Indonesia. Jam pelajarannya masih sangat lowong. Makanya, di Korea Selatan jarang sekali peristiwa tawuran. Karena, siswa-siswanya sudah kelelahan belajar dan tidak punya waktu untuk bertarung secara terbuka dengan siswa dari sekolah lain. Ada lima mata pelajaran utama di Korea Selatan sama halnya dengan di Indonesia, di Korea Selatan juga memiliki beberapa mata pelajaran utama. Mata pelajaran itu ialah matematika, sains, bahasa Korea, studi sosial, dan bahasa Inggris. Kelima mata pelajaran itu kiranya berhubungan dengan pengetahuan yang kerap digunakan dalam ranah akademisi di dunia. Jadi, jangan heran kalau siswa-siswa di Korea Selatan itu pintar-pintar di ranah pengetahuan alam dan sosial. Meski begitu, ada salah satu mata pelajaran yang tidak mendapatkan porsi secara besar, yakni pelajaran olahraga. Karena tidak diperhatikannya, banyak sekolah yang tidak memiliki fasilitas gimnasium yang layak. Korea Selatan termasuk salah satu negara dengan akses internet yang sangat kencang. Kecepatan internet di Korea Selatan itu hingga 10 Gbps. Artinya, untuk membuka sebuah laman daring yang banyak fitur, di Korea hanya butuh hitungan kurang dari 5 detik. Dengan kecepatan itu, kamu bisa menggunakan internet untuk berbagai keperluan. Mulai dari belajar, bermain permainan daring, hingga mengunduh berbagai file-file besar secara cepat. Di setiap sekolah di negeri BTS itu dipasangi oleh akses internet. Hal itu membuat setiap siswa di Korea Selatan memiliki akses belajar secara digital. Mereka bisa mengakses berbagai informasi di dunia dengan sangat cepat bermodalkan jaringan internet yang cepat itu. Luar biasa sistem pendidikan di Korea Selatan. Mewajibkan siswa untuk belajar di sekolah hingga hari Sabtu. Bahkan, di hari Sabtu itu mereka belajar full dari pagi hingga sore. Batapa lelahnya para siswa belajar di Korea Selatan.
__ADS_1
Di Indonesia, ikut bimbingan belajar merupakan pilihan. Tapi, bagi siswa di Korea Selatan, ikut bimbingan belajar merupakan suatu kewajiban.
__ADS_1
Jam belajar di bimbingan belajar pun variatif. Ada yang cepat dan ada pula yang lama. Bayangkan lelahnya mereka belajar.
__ADS_1
Sebagai negara dengan kualitas pendidikan yang tinggi, Korea Selatan memiliki fasilitas pendidikan sangat lengkap. Di setiap sekolah sudah ada proyektor, layar datar LCD, komputer di tiap kelas, hingga seragam yang berkualitas dengan bahan yang mewah. Karena fasilitas yang mewah setiap siswa dapat menggunakan segala fasilitasnya secara puas. Namun, kelengkapan fasilitas pendidikan itu membuat biaya pendidikan menjadi besar. Untuk membeli satu seragam sekolah khusus hari tertentu dibutuhkan jutaan rupiah.
__ADS_1