Indonesia Dan Korea

Indonesia Dan Korea
Swalayan


__ADS_3

Aku kapan bisa seperti mereka? menggenapkan segenap dienku. Mendulang pahala bersama pasangan halal. Aku juga tak mau terburu buru. Karena menikah untuk seumur hidup tidak seperti pacaran ketika hati berubah ubah cinta pun berubah langsung putus. Cari lagi. Aku tak mau seperti itu aku mau yang terbaik menurut Allah, orang tua dan keluargaku. Makanya aku melibatkan Allah dalam pencarianku, di sepertiga malamku, saat itu ketika kita berdoa Allah tidak menolaknya dan langsung mengijabah doa hamba hambanya. Karena aku ingin yang terbaik.


Malam ini anak dan menantu David Lee berkumpul di ruang tv kadang alih fungsi jadi ruang keluarga. Si kembar yang sibuk dengan lego.


" Mah ada cemilan gak? atau jus..?..." tanya Erika.


" Mamah tadi ga sempat buat si kembar agak rewel tadi, beli aja ya beli roti rotian...."


" Erik yang beli kakak ga mungkin beli, Adiba mau gak beli..?.."


" Diba kasi uang aja deh...."


" Erik aja yang beli, Erik kan jomblo sejati...."


Erik mencebik bibirnya.

__ADS_1


" Uda sini duitnya.....Ha jun ikut ?.."


" Ga boleh..." sahut Adiba memandang Erik dengan tajam. Erik pun membalas. Mata keduanya seperti mengeluarkan laser.


" Uda minjem mobil, mobil eomma uda di dalam garasi males keluarin pintu garasi uda di tutup.."


Adiba mengantarkan kunci mobil sekaligus uang membeli cemilan.


" Jangan lama, beli cemilannya jangan di Indonesia...." teriaknya.


Memarkir mobil mengambil trolly berjalan menuju rak cemilan. Cemilan, minuman sehat, dan jus sudah lengkap 1 trolly penuh menimbang di rumah lagi ngumpul. Ketika ia mengantri di antrian ketiga. Di depan meja kasir terjadi keributan. Erik tidak peduli mengambil hand phone membaca berita online.


Tiba tiba Yoona sudah berdiri di depannya. Erik melihat sepatu di depannya tatapan perlahan naik dan melihat wajah Yoona.


" Sayang....dompet aku ketinggalan, penjaga kasir itu mengira aku sengaja, aku malu kan...?..." Yoona mengkode dengan mengedipkan mata. Erik mengernyit heran. Akhirnya dia paham apa yang terjadi.

__ADS_1


" Kenapa dengan matamu...? " tanyanya datar.


Yoona menghentakkan kakinya. Penjaga kasir dan orang yang mengantri melihat Yoona dan Erik. Erik menyadari hal itu mengeluarkan kartu kredit no limit pemberian Appa. Atm yang berisi gajinya tertinggal di kamarnya.


Penjaga kasir terkejut karena yang memiliki ATM itu hanya para milyuner. Jika pemilik ATM tersebut ke bank tak perlu mengantri boleh memilih petugasnya. Dan di suguhi oleh snack dan minuman kelas atas.


Sarana lainnya nasabahnya akan di tempatkan pada ruang VVIP dengan sofa boleh duduk atau berbaring.


Penjaga kasir swalayan tersebut mendongak wajahnya melihat siapa pemiliknya. Dia tahu menurut desas desus yang dia dengar pemilik ATM tersebut keluarga besar David Lee. Langsung dengan ramah dia melayani Erik. Erik hanya memasang wajah datarnya. Sedangkan Yoona berdiri di sebelahnya dengan senyum penuh kemenangan. Mengambil belanjaannya. Dan duduk di kursi yang di sediakan Yoona menunggu Erik untuk mengucapkan terima kasih. Setelah membayar milik Yoona Erik kembali ke tempat dia mengantri tadi. Yoona melihat giliran Erik di meja kasir. Dia tetap menunggu sambil melihat ke arah Erik. Erik tak peduli. Setelah selesai membayar Erik mengangkat dua pelastik besar berjalan menuju mobil yang dia parkir.


" Dokter eh Erik...gomawoe menolongku...." Yoona menundukkan badannya. Erik berhenti ia menoleh


" Mengapa setiap bertemu denganmu aku selalu terlibat masalah ...? " masih dengan wajah datarnya.


" Kyaaaaaa.....aku sudah sopan memberikan penghormatan padamu, dan kau berkata seperti itu padaku...? Sepertinya aku salah menghormatimu..."

__ADS_1


Yoona berjalan dengan menyenggol lengan Erik sebenarnya ia ingin menabrak bahunya tapi Erik begitu tinggi.


__ADS_2