Indonesia Dan Korea

Indonesia Dan Korea
Pindah Keyakinan


__ADS_3

Sementara itu di ruangan pasien adik Eun Hye.


" Maaf sekali Eomma cantik aku sudah di lamar....sayang sekali...."jawab Erika.


" Whoooo....rupanya dokter cantik sudah ada yang memiliki. Kasian kak Eun Hye kalau dia tahu.he he he....Selamat dokter cantik semoga berjalan lancar...."


" Amiinn...terima kasih Eomma cantik...oya siapa nama gadia cantik ini?....


" Eun Jii Yeong dokter....


" Wow nama yang bagus.....baiklah ini sudah memasuki waktu makan siang, makanlah yang banyak agar ASInya cukup untuk putri cantikmu, permisi......" Erika menundukkan badannya. Erika berjalan menuju ruangannya.


Sementara itu Dae Hyun selesai dengan dunia mayanya. Dia meregangkan otot ototnya kemudian berjalan ke luar ruangan. " Apa aku telepon Erik ya...? Aku minta nomornya dengan Erika saja...". Dae Hyin berjalan ke ruangan Erika.


Tok tok tok...


Dae Hyin membuka pintu ruangan Erika. Nampak Erika sedang membuka jas dokternya dan menggantungnya di tempatnya. Ia menoleh ke arah pintu.


" Bolehkah aku meminta nomor Erik...?" tanyanya sambil memegang hendle pintu.


" Baiklah, aku kirim melalui pesan....."


Erika meraih handphonenya dan mengirim nomor Erik.


" Sudah aku kirim......" ucap Erika sambil meletakkan handphonenya. Ia merapikan stetoskop.

__ADS_1


" Kau tidak makan siang..? tanya Erik.


" Tidak aku puasa, aku mau istirahat di sofa..."


Kemudian Erika meraih bantal kursi meletakkan di sofa. Ketika akan merebahkan tubuhnya dia masih melihat Dae Hyun.


" Kenapa kau masih di situ?..." tanya Erika.


" Aku hanya melihat kau akan beristirahat. Maukah kau beristirahat di ruangan istirahatku...? aku akan keluar makan siang dengan Erik....


" Aku tidak mau, tidak nyaman di lihatin oleh rekan kerja yang lain,.....


" Kau calon istriku mengapa peduli dengan mereka...


" Istirahatlah nanti aku belikan makanan untuk berbuka, bisa jadi ada pasien darurat dan membutuhkanmu, aku pergi....." pamit Dae Hyun.


Erika sudah tak mendengar apa yang di katakan Dae Hyun, Ia sudah merebahkan tubuhnya dan terlelap.


Dae Hyun menelepon Erik, di jam makan siang mereka akan bertemu di cafe X . Karena waktu untuk bertemu sudah tiba Dae Hyun mengabari Erik bahwa ia dalam perjalanan menuju tempat mereka bertemu.


Ketika ia sampai di tempat mereka bertemu ia sudah melihat Erik dengan dengan tas ransel dan hand phone di tangannya.


" Hei...apakah aku terlambat...." tanya Dae Hyun.


" Tidak akupun baru sampe....

__ADS_1


" Sebelum kita bertemu di sini, apa kau menjumpai kakakku? sedang apa dia?......


" Katanya dia sedang berpuasa dan tidur di sofa...


oya aku mengajakmu bertemu aku mau bertanya bagaimana prosedur pindah keyakinan ke dalam Islam....


" Apakah kau yakin...? bagaimana dengan keluargamu...?


" Aku sudah bicara dengan Abeoji....Dae Hyun pun bercerita.


Flashback


" Abeoji aku ingin bicara....


" Apa ini mengenai Erika? dan kau pindah keyakinan...?


" Ye Abeoji....


" Aku merestuimu, kejarlah kebahagiaanmu...Bagi Abeoji asal kau bahagia itu sudah cukup....


" Abeoji terima kasih, tadinya aku berfikir Abeoji akan marah padaku, akan membenciku,...aku mencintainya Abeoji, sangat......" memeluk Abeoji.


" Tapi darimana Abeoji tahu aku akan pindah keyakinan...." melepaskan Abeoji.


Abeoji menunjuk dengan matanya sebuah amplop besar. Dae Hyun mendekat mengambil amplop tersebut tampaklah biodata Erika, keluarganya secara global tidak mendetil, dan keyakinan serta tampak foto Erika ada yang sedang membuka pintu mobil, ada yang sedang tertawa dengan teman temannya Dae Hyun mengernyit mengingat foto yang tertawa ini Dae Hyun menatap Erika dari kamar pasien melalui jendela ia tengah tertawa riang dengan temannya.

__ADS_1


__ADS_2