
Semua di dalam mobil terkejut. David pun keluar mengecek apa yang terjadi. Ternyata ban mobil yang meledak di jalan yang mereka lalui ada banyak paku yang berserakan Dari kanan kiri jalan keluar 10 orang laki laki berbadan tegap dan bertato. Keluarga David semua pun keluar dari mobil tas berharga sudah di tinggal di jok mobil dan di dashboard.
" Kalau kalian mau merampok atau ada yang menyuruh kalian sebaiknya kalian batalkan. Aku sudah memperingatkan kalian. Jangan menyesal..." kata David.
" Serahkan mobil dan benda benda berharga pada kami, kami akan membiarkan kalian melewati jalan ini...." kata salah satu dari mereka.
" Kalau kami tidak mau bagaimana...? ini mobil mahal lagian kalian tidak akan sanggup membelinya....."ujar Adiba.
" Baiklah kami ambil paksa....." mereka maju secara bersamaan. 2 orang hanya menonton.
Keluarga David pun maju. David menghadapi 2 orang. Karina 2 orang, Erik 2 orang, Erika dan Adiba masing masing 1 orang. Hanya butuh 15 menit ke 6 orang itu sudah terkapar. Karina melihat ke arah David dia sedikit kesulitan. Karina mendekati 1 orang untuk menendang lututnya. Belum sempat itu terjadi
Adiba mendekat memberikan jarum di tengkuknya. Dalam sekejab orang itu menggelepar, hanya tinggal 1 orang yang di hadapi David. Karina menendang badan orang tersebut. Lawannya tak siap dia jatuh tengkurap. Dengan sigap David menendang rusuknya. Orang itu kesakitan.
" Tinggal kalian berdua mau pilih lawan siapa..?" kata Karina. Belum sempat mereka memberi perlawanan. Dari kejauhan ada mobil melaju dengan pesat. Mereka berhenti di depan 2 orang tadi. Tanpa berkata apapun 3 orang langsung memberikan pukulan 3 menit orang tadi pingsan. Salah satu dari mereka turun.
__ADS_1
" Maaf Nona Adiba kami terlambat..." mereka menundukkan badan. Adiba melongo.
" Aku tidak kenal kalian. Kalian siapa?.." tanya Adiba
Mereka tidak menjawab. Hanya menundukkan badan. Tiba tiba salah satu dari penjahat itu ada setengah sadar mengeluarkan pistolnya.
DORR....
Salah satu orang yang menunduk tadi menerjang tubuh David dengan tubuhnya. Peluru itu memasuki pepohonan sebelah sebelah kanan. Erika mendekati orang yang menembak tersebut.
ia memberikan bogem di wajah orang itu. Darah mengucur dari hidungnya dan ia pingsan.
Erika mendekati David memeriksa lengannya yang berdarah. " Appa ayo kita pulang kakak akan rawat Appa....." ujar Erika. Orang yang menerjang David dengan tubuhnya juga Erika periksa mungkin ada terlena luka atau lecet.
" 괜찮아
__ADS_1
gwaenchanh-a
Kamu baik baik saja..."
" Ye...jawabnya. Erik membantu orang itu berdiri.
" Sebenarnya kalian siapa..? tanya Erik
" Kami hanya diperintahkan untuk melindungi Nona Adiba, siapa yang menyuruh kami?, maaf kami tidak bisa memberitahu atau kami akan di pecat..."jawabnya sopan.
" Tidak apa apa..." lanjut Erik. Selanjutnya Erik memapah David. Sebelum pulang David menelepon polisi. Mereka menunggu sebentar di mobil polisi pun datang David menjelaskan semuanya. Dan orang orang yang menolong sudah pamit sebelum polisi datang.
" Mereka perampok yang sudah lama di cari cari polisi, mereka suka berpindah tempat. Makanya agak sulit melacak mereka. Dimana mereka pindah di situ pasti terjadi perampokan...." polisi menjelaskan.
Setelah menjelaskan polisi kembali ke kantor polisi dengan membawa seluruh perampok.
__ADS_1
David pun menelepon tim keamanan D Corporation untuk membawa 2 mobil 1 mobil derek dan 1 mobil di rumah untuk membawa mereka pulang.