
Erika meraih hand phonenya. Menyentuh menu video call. Adiba yang masih di mobil masih sibuk dengan cemilannya. mendengar suara hand phonenya Adiba mengambil tasnya dan melihat siapa yang menelepon. Kakaknya. Adiba tersenyum.
" Kakak......"
" Adek.....lagi dimana?..."
" Jalan pulang kakak dari mall dengan Ha Jun juga....."
" Kirain kalian di kamar......."
" Iiiih kakak mesuummm....."
" he he he canda canda canda...dek ke rumah Appa kita lagi ngumpul nih...."
" On The way...."
" Sayang kita ke rumah Appa ya, mereka sedang berkumpul di sana...."
Ha Jun mengangguk apapun dia lakukan agar istrinya bahagia. Betapa Ha Jun mencintainya.
Ha Jun memerintahkan supir ke rumah David Lee.
Sepanjang jalan menuju rumah David Adiba dan Ha Jun bercanda. Kadang Ha Jun menggelitiki Adiba kadang memeluk kadang bercumbu.
__ADS_1
Sebelum sampai di rumah David. Ha Jun dan Adiba singgah ke toko roti. Untuk cemilan di rumah Appa.
Setelah membeli roti Ha Jun kembali melanjutkan perjalanannya.
Di Rumah David
" Erik bagaimana rencanamu selanjutnya..? tanya Appa.
" Maksud Appa....? tanya Erik
" Sebentar lagi kuliahmu selesai, pekerjaan juga sudah dapat walaupun di rumah sakit Ahsan,
apa kamu sudah berfikir untuk menikah..?
" Aku pinginnya orang korea muslimah Appa...nanti aku pertimbangkan lagi..."
" Aghniyo....Appa biar aku lihat lihat dulu..."
" Kemarin malam pulang dari pengajian di masjid Imam masjid memberikan biodata anaknya bagaimana menurutmu?.."
" Aku sholat istikharah dulu Appa...."
" Baiklah berikan Appa jawaban terbaikmu.."
__ADS_1
Sedangkan Ha Jun dan Erika hanya diam. Erika yang bersandar di bahu suaminya dengan perut hamilnya.
Sejak hamil Erika lebih manja dengan suaminya. Dan Ahsan menyukainya.
Ketika mereka mengobrol terdengar suara mengucapkan salam dengan teriakan yang khas siapa lagi kalau bukan Adiba. Semua menggeleng kepala.
" Adek uda nikah loh, uda punya suami masih teriak teriak...." omel Erik.
Adiba senyum senyum memeluk Eomma dan terakhir Appa. Adiba memang sangat manja dengan David. Mungkin sedari kecil dia tak pernah mengenal figur Ayah. Jadi manja dengan David dan Erik. Ketika memeluk Appa Adiba memeluk dengan erat. Sama dengan Erik ketika memeluknya erat dan lama.
" Dua lelaki yang menjadi cinta pertamanya dan tetap menjadi cinta pertama.." batin Adiba.
Ha Jun duduk di sebelah Erik. Memandangi istrinya yang sedang berinteraksi dengan keluarganya.
Dirumah David mereka berkumpul bertukar cerita, bercanda,dan saling ledek. Terkadang David menanyakan perkembangan bisnis menantu menantunya.
Erik yang nebeng di rumah sakit Ahsan. Erik dokter spesialis penyakit dalam. Meminta Ahsan untuk merahasiakan identitasnya. Selama di rumah sakit Erik tidak menunjukkan kedekatannya dengan Ahsan.
Saat jam istirahat biasanya Ahsan, Erika dan Erik makan siang bersama. Kadang menelepon Adiba makan siang bersama. Tetap bersama sama. Bersama sama menjaga kehangatan keluarga.
Adiba masih pindah pindah kadang tinggal bersama David kadang tinggal di rumah orang tua Ha Jun.
Kegiatan Adiba masih di Ha Entertaiment tetap menjadi psikolog bagi para member.
__ADS_1
Karina merasa sangat bersyukur dengan keadaan sekarang. Rasanya semuanya masih seperti mimpi
sewaktu di Indonesia Karina hanyalah PNS biasa dan almarhum suami mempunyai usaha resto. Karena s usaha suaminya maju ketika dia meninggal di rebut oleh keluarganya. Karina hanya menangis dalam sholatnya. Usaha terakhirnya adalah mencoba program beasiswa ke Korea Selatan. Karina bersyukur ternyata di negara ini rezekinya beserta anak anaknya.