Indonesia Dan Korea

Indonesia Dan Korea
PDKT


__ADS_3

"Terima kasih sudah memberi tahu, apakah anak anaknya sudah berangkat ke sekolah?... tanya David.


" 아직 (ajig)...(belum), tapi kakak angkat berpesan pada kami agar menjaga ketiga anaknya. Dan memastikan anak anaknya berangkat ke sekolah..."


Jawab yang tegap. Mungkin dia ketuanya pikir David


"Baiklah aku akan mengantar mereka ke sekolah....


" 기다림 (gidalim) tunggu...kalau mereka tidak mau jangan di paksa, asal kau tau saja mereka bukan anak anak biasa....kata ketua mereka setengah berbisik.


" Baiklah akan aku coba..."


David mengetuk pintu. Mereka yang sedang sarapan menoleh ke arah pintu. Erik berjalan ke arah pintu.


Cekleeekkk...


" Anneyongseiyo....


" Anneyongseiyo.....삼촌 (samchon) Paman mencari eomma (ibu)..?

__ADS_1


" Ani.....perkenalkan nama saya David saya sahabat ibumu, bolehkah saya mengantar kalian ke kampus dan sekolah?...


" Masuklah dahulu, apa paman sudah sarapan?


Jika belum mari sarapan bersama...ajak Erik


" Apakah boleh...?


" Ye..."


Erik pun memiringkan tubuhnya mempersilakan David masuk ke dalam rumahnya.


" Kakak siapkan sarapan samchon...perintahnya.


" Paman mau teh atau kopi?...tanyanya.


" Teh saja....jawab David. Erika pun menyiapkan teh dan menghidangkan.


" Ada sesuatu yang ingin paman katakan..?" tanya adiba.

__ADS_1


" Paman mencintai ibumu, berikan paman kesempatan untuk membuktikannya, berikan paman kesempatan untuk dekat dengan kalian semua....maaf paman tidak jenius menyusun kata kata yang lebih meyakinkan, maaf paman belum bisa membuat kata kata hingga kalian yakin pada paman. maaf..." David tertunduk. Ia membayangkan Karina pergi meninggalkannya. Ia mengingat kata kata kepala preman tadi bahwa Karina mungkin pergi lama karena membawa koper yang besar.


" Paman bagaimana kita bicara sambil jalan ke sekolah...aku takut terlambat".... kata Erik.


" Paman kampus ku dekat, aku akan berjalan kaki...


" Mari mengobrol lagi...nanti malam jam berapa bisa paman jemput?....tanya David.


"Jam 7 malam, baiklah paman ada juga yang mau aku sampaikan....jawab Erik. David pun melajukan mobilnya mengantar Erik dan adiba. Setelah mengantar keduanya David menuju ke kantor. Meminta kepada sekretarisnya sarapan. Setelah sarapan ia mengecek berkas yang masuk. David mengecek jam tangannya jam 06.30 " sebaiknya aku langsung ke rumah Karina". Ia mengambil kunci mobil berjalan ke parkiran khusus VVIP. menghidupkan mobil melaju menuju rumah Karina. Sesampainya di rumah Karina ternyata ketiga anaknya sudah bersiap. David mempersilakan Erik duduk di depan Adiba dan Erika duduk di belakang.


Mereka pun menuju tempat makan yang di pesan David. Setelah mengobrol santai Erik membuka percakapan. " Paman dalam agama kami. Tidak di perbolehkan nikah beda agama. Karena di posisi istri harus tunduk dan patuh kepada suami, dan kami sebagai anak demikian juga harus tunduk dan patuh kepada appa (ayah). Jadi kami harus selektif. kami memberikan kesempatan kepada paman agar paman bisa memberikan kebahagiaan kepada eomma, asal kami bisa melihat paman membahagiakan eomma kebahagiaan kami tidak penting. Sebaiknya paman fikirkan lagi. Jika sudah ada keputusan hubungi aku. Aku mampu menjauhkan paman dari eomma. Aku juga mampu membuat eomma membenci paman. Jadi buktikan...


David terdiam. Teringat perkataan kepala preman bahwa mereka bukan anak anak biasa. Selanjutnya mereka ngobrol santai. David juga meminta kepada anak anak Karina agar merahasiakan pertemuan mereka. Mereka akan memberikan kejutan pada Karina. " Oya Erik boleh aku minta kontakmu..dan kau juga Erika dan Adiba....."


Ketiganya berbagi nomor hp.


"Sudah kenyang, ayo kita pulang...apakah kalian mau cemilan?" tanya David


"Boleh, paman apakah boleh beli lebih? aku akan memberikan kepada preman preman itu....tanya Adiba

__ADS_1


"HAH....Erika dan Erik menatap adiba kaget. Dengan mulut melongo. Adiba mungkin tidak menyadari setelah ia mengantar makanan ada kisah cinta yang di mulai dari sana.


__ADS_2