
Ha Jun melongo ketika Adiba menyelesaikan kata katanya.
" Bolehkah aku melamarmu sekarang..."tanyanya.
" Apa kau sudah gila? sini aku jelaskan dalam agamaku tidak di perbolehkan menikah beda agama makanya aku tidak pernah dekat dengan lelaki manapun, karena agamaku melarang pacaran dan dekat dengan lawan jenis, yang boleh menyentuhku hanya ayah abang dan suamiku...." jelas Adiba.
" Mengapa agamamu begitu banyak larangan...?
" Karena di balik larangan tersebut banyak kebaikan di dalamnya...sudahlah aku pusing...ujar Adiba lagi.
Ha Jun memandang Adiba dan meolehkan wajahnya menatap tas yang di letakkan di atas meja.
" Beruntungnya aku menyukaimu, kau hanya milikku, hanya milikku" batin Ha Jun.
Guru pun masuk ke dalam kelas, di Negara Korea pendidikan menggunakan 2 bahasa, inggris dan korea. Lingkungan sekolah juga menggunakan 2 bahasa.
" Ya Allah anak itu sukses membuat aku hilang fokus...dasar...batin Adiba. Sebenarnya Adiba mengakui kalau Ha Jun itu tampan. Tapi syariat melarang pacaran dan menundukkan pandangan. Ia lebih memilih mengabaikan perasaan itu. Biarlah jodoh urusan Allah, kalo sudah jodoh yang jauh mendekat, tak akan berpisah lagi. Kalau Allah menyatakan jodoh ada 100 pelakor tetap berjodoh.
__ADS_1
Adiba menggelengkan kepalanya. Mengapa dia berfikir terlalu jauh. Padahal sebentar lagi ujian akhir ia harus fokus ujian.
" Hei kau kenapa?....kau baik baik saja? mengapa menggeleng?..." tanya Ha Jun.
" Tak apa, lupakanlahh...." jawab Adiba.
Jam pulang sekolah. Teman teman Adiba sekolah keluar kelas dengan tertib. Adiba paling akhir keluar kelas. Dari kejauhan ia melihat Ha Jun di tarik oleh 2 orang lelaki dewasa. Ha Jun mencoba melawan tapi tenaga 2 orang dewasa lebih kuat.
" Ha Jun...." teriak Adiba. Mereka menoleh ke arah Adiba. " Katamu kau akan mengantar aku pulang? mengapa kau malah di tarik tarik?...seakan Adiba tidak tahu menahu.
" Aku anak kecil? Sebaiknya kau lepaskan dia, dia sahabatku sebelum aku marah....
2 orang dewasa tersebut tertawa terbahak
" Aku hitung sampai 3 jika kalian berdua tidak melepaskan Ha Jun jangan salahkan aku...1....2.....3
Adiba meletakkan tasnya ditanah. Langsung dia melayangkan pukulan di wajah, ulu hati dan ******** laki laki tersebut. Teman yang melihatnya tak tinggal diam ketika laki kali itu akan bergerak Adiba terlebih dahulu bergerak menaiki tubuh orang dewasa yang sakit tadi memberikan tendangan memutar.
__ADS_1
Akhhh...teriak orang dewasa tersebut. Kemudian Adiba mengambil 1 jarum dari jilbabnya langsung menusuk leher sebelah kanan.
" Kamu tau jarum itu dapat menghentikan jalan darah dan jantungmu...sebentar lagi kau akan kejang kejang...setelah kejang terserah aku mau mencabutnya atau tidak....aku hanya ingin bertanya...
Orang dewasa tersebut kejang kejang selama 5 detik. Wajahnya menegang dan memerah sedangkan laki laki yang pertama Adiba hajar sudah mulai menyerang Adiba kembali tetapi dengan gerakan cepat Adiba melemparkan jarum tepat di tenggorokannya.
" Dan untukmu jarum itu bisa membuatmu keracunan
Adiba mendekat lelaki itu kemudian dia memberikan 1 jarum lagi di tengkuknya.
" Jarum yang terakhir akan membuatmu kaku. aku hanya ingin bertanya jika kau menjawab dengan jujur aku akan memberikan penawarnya. Adiba membisikkan sesuatu kepada Ha Jun. Ha Jun menggangguk.
" Siapa yang menyuruhmu?"
" Aku di bayar oleh Kwang, aku di minta untuk menculik Ha jung Kwang marah seharusnya dia yang menerima tender itu.."
Ha jung menepon ayahnya. Dan menceritakan semuanya.
__ADS_1