
" Mwo...(apa) kau sudah minta aku antarkan dan sekarang kau meminjam uangku...?"
" Kyaaaa...aku pinjam karena buru buru Eommaku sakit...kalau kau tidak ikhlas membantuku atau kau punya maksud lain turunkan aku di sini...?"
" Heiiii...kenapa kau marah...aku hanya bercanda..."
" Aku sedang tidak mood untuk bercanda Eommaku sakit di rumah..."
Erika membuang pandangan ke jendela. Menatap pemandangan yang mereka lalui.
" Maafkan aku....Erika...emmhhh....Erika...emmhhh"
" Kau bicara apa..?....aku pusing mendengarnya..."
" Maukah kau....." belum sempat Dae Hyun berkata
" Hei di depan ada apotik, mana uangmu aku pinjam...."potong Erika.
Dae Hyun memberikan kartu kredit no limitnya.
" Aku ga ada uang cash...."ujarnya.
" Baiklah....tunggulah sebentar....." jawab Erika sambil keluar dari mobil dan berjalan masuk ke apotik.
Cuma butuh 5 menit Erika keluar lagi membawa 2 buah testpack dan mengembalikan kartu kreditnya kepada Dae Hyun.
" Sampai ke rumah sakit semua aku ganti....."
__ADS_1
" Erika bisakah kau ganti dengan sesuatu yang lain..?maksudku maukah kau menjadi istriku...?..." tanya Dae Hyun
Erika menegang. Dia hanya terdiam.
" Maaf kalau ini terburu buru tapi aku sudah mencintaimu ketika pertama kali aku menabrakmu..."
" Dae Hyun agamaku Islam didalam agamaku di larang nikah beda agama,.....
" Kalau aku mau memeluk Islam bagaimana...?
" Aku tak ingin kau terburu buru fikirkanlah lagi
Menurutku menikah seumur hidup jadi tidak bisa di fikirkan dalam waktu singkat sebaiknya kau cari orang lain yang lebih baik dari aku....aku belum tentu terbaik untukmu...Erika menjelaskan.
Sesampai di rumah security rumah David mendatangi mobil Dae Hyun. Mengetuk kacanya Dae Hyun menurunkan kaca mobilnya security melihat ada Erika langsung membuka pintu. Ketika mobil berhenti Erika langsung masuk. Ketika berjalan 5 langkah dia baru ingat ada Dae Hyun.
" Assalamu'alaykum...Appa....
Terlihat David sedang duduk di pinggir ranjang. Karina terlihat pucat.
" Wa'alaykumsalam, Erika kamu sudah datang?
Sendirian...?" tanya David.
" Erika bersama teman kerja Appa...terburu buru ke rumah karena mendengar Eomma sakit....teman Erika duduk di ruang tamu.."
" Akan Appa temani teman kamu, kamu lanjut memeriksa Eomma..." . David pun keluar menemui Dae Hyun.
__ADS_1
" Bagaimana perasaan Eomma..?"
" Lemas, pinginnya tiduran aja...."
" Eomma cobalah ini, ...." Erika menyerahkan tespack.
" Erika mungkinkah...?" Karina tidak percaya.
" Eomma harus mencoba kita akan tau setelah mencobanya...." jawab Erika.
Erika pun memapah Karina menuju ke kamar mandi setelah Karina nyaman Erika meninggalkan Karina.
Erika sedikit cemas kalo positif dia akan bersyukur kalau negatif Erika harus membawa Karina sekarang juga ke rumah sakit.
" Eomma sudah selesaikah..?" setengah berteriak.
Karina pun keluar dengan terisak isak. Erika memeluk Karina dan mengambil tespack tersebut. Ia pun tak tahan menahan haru berpelukan dengan ikut terisak. David yang mendengar Erika berteriak langsung berlari ke kamar. Dae Hyun mau ikut lari juga, kemudian dia duduk lagi mungkin privacy keluarga Erika.Ia pun duduk lagi menunggu Erika keluar.
David yang melihat istri dan anaknya menangis. Ia pun panik
" Erika apakah Eomma sakitnya parah? katakan pada Appa Eomma sakit apa..? " sambil menahan tangis.
" Yeobo...aku... aku.....Chungmanhan (hamil)
" ooo hamil..." David pun berbalik badan hendak menemui Dae Hyun lagi. Setelah kesadarannya kembali.
" MWO...."
__ADS_1