Indonesia Dan Korea

Indonesia Dan Korea
Kecemburuan Dae Hyun


__ADS_3

" Soo aku tak sanggup harus kehilangan Erika, aku sangat mencintainya Abeoji juga sangat menyukainya. Tapi dia belum menyukaiku. Apa yang harus aku lakukan agar dia mencintaiku...? Kau kan seorang psikolog...." tanya Dae Hyun


" Kalau aku lihat sekilas sih, dia tipe setia, baik hati pokoknya dia itu banget naaahh...kakak harus mendekatinya dengan lembut jangan di paksa paksa jangan mengancam, dia tipe romantis kakak....kalaupun kakak mendekatinya jangan umbar sana sini cukup kakak dan dia yang tahu...." saran Soo in Waa.


tok tok tok tok...


Asisten Dae Hyun, Mi Sun masuk ke ruangan Dae Hyun.


" Sajangnim kita ada meeting dengan tim dokter Indonesia mengenai kerja sama kita pembelian alat alat medis 30 menit lagi, saya hanya mengingatkan saya permisi....." membungkukkan badan.


Dae Hyun hanya menganggukkan kepala "Gomawo"


" Kak kalau aku lihat juga di penganut agama yang taat kenapa kakak tidak mengikuti agama dia saja ? maksudku agar lebih sejalan....tapi terserah kakak...bagaimana baiknya, aku hanya menunggu kabar bahagia dari kakak...kak aku sudah melepas rin......" Soo in Waa bangun memgang tangan kakaknya mereka berhadapan sambil tersenyum. Soo in Waa belum menyelesaikan kata katanya.


Pintu ruangan Dae Hyun terbuka.


" Maaf....nanti saja aku kembali..." ucap Erika kikuk. Langsung menutup pintu.

__ADS_1


" Kak itu......" Soo in Woo menunjuk pintu.


" Biarkan saja kita lihat responnya jika dia menjauh berarti dia mencintaiku, kalau sikapnya biasa saja berarti dia benar benar tidak mencintaiku....." jawab Dae Hyun.


" Kak aku sudah mengingatkan, jangan sampai kau menyesal, kesempatan tidak datang dua kali..." ujar Soo in Woo sambil tertawa. Ia merasa lucu melihat saudaranya kebingungan dengan kisah cintanya.


Sementara itu Erika merasa kecewa.


" Ini yang membuatku pengen nikah muda, ketika menitipkan hati pada orang lain ujungnya kecewa..."


Erika memghembuskan nafas kasar


" Kakakku sayang makan siang bareng yokkk, lagi jam istirahatkan? sekalian jemput Adiba makan bareng bertiga sudah lama kita ga barengan, erik bawa mobil ni, minjem mobil Eomma he he he?...." ajak Erik.


" Siiphhhh....cepet ya kakak tunggu di lobby rumah sakit...." jawab Erika. Erika pun membuka jas dokter meletakkan stetoskopnya. Mengambil tas merapikan baju dan jilbabnya berjalan keluar menuju lobby.


Di belakang Erika ada Dae Hyun yang akan mengantar Soo in Woo. Erik pun datang tersenyum kepada kakaknya merangkul bahu Erika mereka bercanda. Dan pandangan itu tak lepas dari mata Dae Hyun. Soo in Woo menatap kakaknya. Menatap wajah kakaknya yang memerah dan tangan yang mengepal. Dae Hyun berjalan menuju Erika. Soo in Woo sedikit berlari mengejar kakaknya.

__ADS_1


" Erika......" Setengah berteriak. Erika menoleh dan mengernyit heran melihat ekspresi Dae Hyun. Syukurnya lobby agak sepi hanya staff resepsionist dan security berdiri di luar.


" Ada apa? sekarang jam istirahat aku mau makan dengan......" belum Erika menyelesaikan kalimatnya


Erik sudah memotong.


" Calon suaminya, kenapa...?" tantang Erik. Erika memutar matanya malas. Tangan Erik masih di bahu Erika.


" Erika aku calon suamimu....." dengan rahang yang semakin keras.


" Aku duluan yang melamarnya, hingga dia menerima lamaranku apa kau tidak menjaga perasaannya...? hingga dia menerima aku...? " tanya Erik.


Dae Hyun mengepalkan tangan. 5 menit kemudian tinjunya melayang ke arah Erik.


Dan.....Taaaapp


Tangan Erika menahan tinju Dae Hun.

__ADS_1


" Kau lupa...? aku pernah bilang yang menyentuhku hanya suami, saudaraku dan Appa. Suami tidak mungkin aku belum menikah, dia Adikku Erik....." jelas


Erika sambil menghempaskan tangan Dae Hyun.


__ADS_2