
Dae Hyun terdiam. Dia terkejut. Setelah kesadarannya kembali. Dia melihat Erika dan adiknya masih di depan pintu keluar rumah sakit.
" Soo pulanglah naik taxi, aku aakhhhh....."mengusap kepalanya kasar. Soo in Wa mendekati kakaknya.
" Tenanglah,...minta maaf padanya......" Soo in Wa memberikan dukungan dan semangat. Dae Hyun pun berlari sekencang kencangnya ke mobil Erika. Ketika Erika membuka pintu Dae Hyun memegang bahunya menggeser dan ia yang masuk ke dalam mobil dengan nafas yang ngos ngosan. Erika dan Erik melotot. Kaget.
" Hei kakak ipar siapa yang mengajakmu...?" tanyanya keheranan.
Dae Hyun yang sedang ngos ngosan terkejut.
" Kau bilang apa tadi? ulangi.....
__ADS_1
Erik memutar matanya malas. " Kakak ipar...." ujarnya setengah berteriak. Dae Hyun tersenyum senang.
" Kau memang adik ipar yang baik hati...." ujarnya mengacungkan jempol.
" Kakak ipar aku belum tentu memaafkanmu, ...." memasang wajah sinis. Dae Hyun mendekat langsung memiting leher Erik. Erika melihatnya dari luar mobil. " Dua orang aneh..." ujarnya langsung naik ke mobil dan sibuk dengan hpnya.
" Hei kakak ipar...." memukul mukul tangan Dae Hyun.
" Ya aku me..ma...afkan....." Erik terbata bata. Dae Hyun melepaskan pitingannya.
" Tapi kakak ipar siapa perempuan tadi....? " tanya Erik. Erika memdengarkan tapi dia pura pura tidak mendengar. Padahal dia sangat penasaran apa jawaban Dae Hyun.
__ADS_1
" Dia anak yatim piatu. Saat itu kami menemukannya tergeletak di pinggir jalan di usia 3 tahun tubuhnya kurus dan sangat bau. Akhirnya Abeoji mengadopsinya dan dia di jauhkan dari media karena Abeoji khawatir ada yang memanfaatkan kehadirannya di tengah tengah keluarga kami misalnya mengaku ngaku orang tuanya dan mengambil keuntungan dari kami, Namanya Soo in Waa dia sudah menikah, dia menikah dengan perjodohan yang Abeoji lakukan. Dia sekarang sangat bahagia. Dia seorang psikolog. Sedari kecil dia sangat manja dengan aku dan Abeoji. Sekarang dialah adikku satu satunya......" tutup Dae Hyun.
" Mengapa kau belum menghidupkan mesin mobil, bisakah kita memulai perjalanan..?" ujar Dae Hyun kepada Erik. Erika masih mendengarkan namun dia masih pura pura tidak mendengarkan. Erik pun menghidupkan mesin mobil dan mulai menjalankan mobilnya.
" Erika maafkan aku....awalnya aku hanya ingin kau cemburu tapi Soo in Waa mengatakan kepadaku bisa saja kau akan pergi dariku saat dia mengatakan itu aku sangat takut. Setelah Soo in Waa mengatakan demikian aku melihatmu bergandengan mesra tertawa dan bercanda aku semakin takut, maafkan aku Erika......." Setelah mengatakn demikian Dae Hyun membalikkan badannya menatap jalanan di depannya. Dae Hyun mengeluarkan hpnya dia menelepon Mi Sun.
"Mi Sun bereskan kejadian di lobby" ucap Dae Hyun sambil mematikan hpnya.
" Kakak Ipar kita berbeda keyakinan. Di dalam agamaku kita tak boleh menikah jika beda agama. Jika kau masuk ke agama kami sebaiknya niatmu bukan karena kakakku niat suci karena Allah, karena tuhan kami. Peraturan kedua jika kau memeluk islam kau tidak bisa menyentuh wanita lain selain istri dan ibumu, apakah kau sanggup...? sebaiknya bicarakan lagi dengan keluargamu,.....jelas Erik.
" Itu sebabnya kau tidak bersentuhan dengan siapapun Erika...?" tanya Dae Hyun
__ADS_1
" Bukan hanya Erika kakak ipar, aku dan adikku juga tidak pacaran dan tidak bergaul bebas seperti masyarakat Korea lainnya, fikir dan pertimbangkan apa yang aku katakan tadi, kalau dalam 3 minggu bisakah kau mmeberikan jawaban..? Jika jawabanmu tidak aku mohon maaf aku yang akan menjodohkan kakakku dengan orang yang lebih baik darimu .." jelas Erik.