
Erika menggeleng. " Aku bahkan tak tahu bodyguard yang kau maksud, aku memdapatkan dari Erik, bahkan di jam tangan kami ada tali tajam, GPS, bahkan multi fungsi jadi siapapun yang mendapat kesulitan keluarga yang lain langsung datang dan membantu...."
"Suamiku kau belum mengenal kami, perlahan kenalilah kami satu persatu.....Ayo kita sarapan semua pasti ingin tahu apakah kita baik baik saja atau tidak...."
Ahsan dan istrinya bersiap turun untuk sarapan dengan keluarga besarnya. Dari kejauhan nampaklah
dua keluarga memperhatikan sepasang pengantin baru.
" Eomma sudah makan? " tanya Erika.
" Eomma sudah makan, kau dan suamimu makanlah yang kenyang, Erika apakah kau baik baik saja...? Eomma mencemaskanmu...."
" Alhamdulilah baik Eomma......." jawab Erika tersenyum lembut. Eomma memandang Ahsan.
Ahsan tersenyum. Eomma mengangguk.
Kemudian sepasang pengantin baru mengambil piring dan mulai sarapan. Setelah sarapan Abeoji dan asistennya kembali ke rumah. Appa dan Eomma juga kembali ke rumah, Erik dan Adiba pulang mengambil perlengkapan kuliah dan pergi ke kampus.
Sementara itu sepasang pengantin baru setelah mengantar Abeoji dan Appa Erika. Mereka kembali ke kamar. Erika sedang bersandar di kepala tempat tidur.
" Erika.....bisakah kau memanggilku yang lebih mesra ? " tanya Ahsan.
" Maksudmu..?"
__ADS_1
" Seperti panggilan Appa dan Eomma begitu lebih mesra dan dekat......" Ahsan pun duduk di sebelah Erika.
" Ooooo......"
" Erika aku sedang berbicara,........" Ahsan merampas hand phone Erika. Membawa hand phonenya menjauh untuk melihat Erika chatt dengan siapa. Erika pun mengejar Ahsan.
" Hei kembalikan hand phone ku..." Erika mengejar Ahsan. Ahsan melihat ternyata Erika chatt dengan salah satu perawat rumah sakit miliknya. Ahsan pun menelepon asistennya agar Ahsan dan Erika sedang cuti tidak ingin di ganggu. Erika terus berusaha mengambil hand phonenya. Asisten yang mendengar suara Erika. Bingung tapi tidak punya keberanian menanyakan dengan boss nya. Erika pun melompat lompat meraih hand phonenya. Ketika Erika melompat Ahsan menggelitikinya.
" Aww ha ha ha ampun, nyerah ha ha ha....." Ahsan terus menggelitikinya. Tanpa di sengaja mereka terjatuh di tempat tidur. Dengan posisi Ahsan di atas tubuh Erika. Dengan lembut Ahsan menyentuh bibir Erika semakin lama semakin menuntut lebih.
Erika hanya mengangguk ketika Ahsan menatapnya meminta persetujuan darinya. Ahsan membuka bajunya ia melemparkan asal baju dan celananya.
Erika membuang wajahnya malu saat Ahsan membuka bajunya.
" Mengapa tak kau tatap tubuh suamimu...?," tanya Ahsan menggoda.
Erika bergelinjang
" Aah, sa....sayang...." ujar Erika terbata. Ahsan tak tahan lagi miliknya sudah siap menggempur.
Setelah meloloskan baju istrinya dia menikmati setiap inchi tubuhnya.
" Aaahhh......." ketika sampai klimaknya. Ahsan melepaskan penyatuannya. Erika sudah tertidur. Kelelahan selama 1 jam melayani suaminya. Ahsan menarik selimut menutupi tubuhnya dan tubuh istrinya. Mereka pun tertidur dengan Ahsan memeluk Erika.
__ADS_1
Sementara itu di tempat lain.
" Bagaimana dia..?" tanyanya.
" Tuan sudah bisa melakukan pendekatan... "
Bodyguard tersebut mengeluarkan rekamannya.
terlihat Video. Percakapan antara Erik dan Adiba.
" Aku masih lama, mau selesaikan kuliah..."
" Adiba aja yang nikah muda...."
" Kalo ada yang ngelamar kenapa nggak..."
" betul...? Aku akan bilang kepada Appa agar kau segera di nikahkan...."
Adiba pun mencekram lengan abangnya.
" Bang...please deh....." sambil manyun. Erik hanya
tertawa melihat ekspresi adiknya.
__ADS_1
Ha Jun tersenyum. " Tunggulah sebentar lagi"
" Tetap jaga dia" perintahnya.