Indonesia Dan Korea

Indonesia Dan Korea
Ha Jun Marah


__ADS_3

" Aku merasa kau selalu mengikutiku, selalu melindungiku, apa kau diminta seseorang untuk melakukan semua itu?...." tanya Adiba lagi.


Laki laki dewasa itu menunduk saat Adiba menatapnya.


" Ya nona, anda di lindungi oleh Tuan Muda, hanya itu nona saya tidak berani banyak bicara, saya takut salah nona......"


" Bolehkah aku menemui Tuan Muda...?"


" Akan saya telepon Tuan Muda apakah boleh menemuinya atau tidak?...


Laki laki dewasa itu menelepon asisten Kim Ha. Asisten Ha Jun. Adiba menunggu sambil matanya ke arah kedai es cream di depannya.


"Apakah masih lama? bisakah kita menunggu sambil menikmati es cream?ada berapa orang denganmu tadi? ayo ajak semua?...."


" Nona kami tidak boleh terlalu dekat denganmu, tidak boleh semeja, dan harus menjaga jarak, ha.....


Omongan bodyguard itu sudah di potong Adiba. Bodyguard itu mengambil tas Adiba dan buku bukunya di bersihkan kemudian di kembalikan kepada Adiba.


" Ayolah mana temanmu? gomawoe....." mengambil tas dan buku bukunya.


" Kau harus mengawalku bukan..? ayo...." sambil tersenyum kepada para bodyguard yang baru turun dari mobil. Mengajak mereka semua makan es cream. Dan tentu saja kehadiran Adiba dan para bodyguard menjadi pusat perhatian pengunjung lainnya. Adiba cuek. Dia meminta para bodyguard mengambil tempat duduk. Adiba mengantri es cream. Setelah mendapat es cream dengan porsi 5 orang Adiba mencari tampat duduk. Ketika Adiba duduk serentak ke empat bodyguard bangun lalu berjaga dua di depan dan dua di belakang. Adiba memukul jidatnya yang di tutupi jilbab.


" Kalian duduklah, aku tidak perlu di jaga seperti ini aku masih bisa melindungi diriku. kalau kalian tidak duduk aku akan bilang ke Tuan Muda kalau kalian tidak beres menjagaku bagaimana?..." Adiba terkekeh melihat ke empat bodyguard langsung duduk. Dia juga terkekeh saat menyebut Tuan Muda karena dia tidak tahu siapa Tuan Muda. Akhirnya mereka satu meja makan bareng es cream.

__ADS_1


Salah satu hand phone mereka berbunyi.


" Nona Tuan Muda ingin bertemu di kantornya. Ayo kita habiskan es cream ini. Jangan biarkan Tuan Muda menunggu lama ....."


Mereka memakan es cream sedikit terburu buru.


Di tempat lain.


" Berani sekali dia menyentuh calon istriku....." memukul meja. Ha Jun sangat marah. Meraih jas mahalnya.


" Aku ingin melihat orang yang berani menyentuh calon istriku..." . Sekretaris Kim Ha lalu menelepon bodyguard untuk menemani Ha Jun. Dan menyiapkan mobil.


Sampailah mereka di rumah kepala unit " Ha Development ". Ha Jun menunggu di dalam mobil.


" Permisi, Tuan Ha Jun datang,....." tangannya menunjuk sopan seorang pemuda dengan kacamata hitamnya masih di dalam mobil.


" Oh Tuan sebuah kehormatan Tuan Muda berkunjung ke rumah saya..."


Ha Jun tidak peduli, dia langsung masuk, pria paruh baya tersebut mengejar di belakangnya.


" Mana anakmu?....


Pria paruh baya tersebut masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Keluarlah seorang pemuda dengan tangan di topang.


" Kamu yang menyentuh calon istriku, beraninya kamu......."


PLAAAAKKKK


Sebuah tamparan mengenai pipi kirinya. Anak muda tersebut mengaduh.


" Tuan maafkan kami...kami tidak tahu kalau dia calon istri Tuan Muda,......" Pria paruh baya tersebut bersujud.


" Bersyukurlah, karena aku tidak membunuhmu.."


Anak muda tersebut memeluk kaki Ha Jun sambil menangis terisak. Keluarlah seorang ibu paruh baya dari dalam rumah.


" Ada apa ini..?". Dia bingung melihat anak dan suaminya sudah menangis.


" Tanyakan pada anakmu...jawab Ha Jun.


"Sekretaris Kim pecat orang ini, tarik semua fasilitasnya, aku tidak mau melihatnya lagi....


"Tuan.....Tuan....


Ha Jun tak peduli. Sekretaris Kim Ha membisikkan sesuatu wajahnya langsung berubah.

__ADS_1


" Ayo kembali ke kantor..."


__ADS_2