
Tak terasa waktu terus berjalan. Ha Jun melihat jamnya. Sudah 2 jam dia berjalan jalan dengan Adiba.
" Adiba apakah kau ingin membeli sesuatu yang lain? kita akan segera kembali ke hotel..?..."
" Tidak...aku sudah kenyang.." lalu dia menunjukkan cemilan yang dibelinya.
Mereka berjalan menuju parkiran dari kejauhan nampak mobil dan supir sudah menunggunya. Saat supir akan membuka pintu mobilnya untuk Adiba menggeleng.Ha Jun melihat apa yang dilakukan istrinya hanya tersenyum bangga. Tak salah dia memilih Adiba dan menjadikan pasangan seumur hidupnya. Adiba duduk di sebelah Ha Jun menyandarkan kepalanya di bahu suaminya. Ha Jun tersenyum bahagia pertama kali Adiba manja dengannya. tangan kanan memegang hand phone nya tangan kiri memeluk pinggang istrinya.
" Sayang....setelah menikah kau mau kita tinggal dimana?.." tanya Ha Jun.
" Terserah, tapi aku ingin kita tinggal di rumah kita sendiri....."
" Bagaimana tinggal di apartemen..?.."
" Aku tidak mau, aku ingin bersosialisasi dengan tetangga atau orang lain...."
" Kalau aku cari tempat tinggal dekat kantorku bagaimana? Kalau kau bosan kau bisa ke kantorku..?..."
__ADS_1
" Baiklah...." Adiba tersenyum.
" Nanti malam pakailah baju ini..." menunjuk lingerie yang Ha Jun pilih tadi.
" Aku malu....."
" Aku suamimu......hmm.." sambil mencium pipi Adiba.
" Malu....." menunjuk supirnya. Ha Jun menekan sebuah tombol. Tersekatlah antara supir dan penumpang. Supir Ha Jun tak peduli dia tetap fokus menyetir. Sementara di kursi penumpang Ha Jun sedang bercumbu dengan istrinya. Adiba sudah di pangkuan Ha Jun. Ciuman Ha Jun sudah turun ke dadanya meraih gunung kembarnya meraih kenikmatan dengannya. Adiba melenguh.
" Sudah sayang...kita di mobil....." Adiba mengingatkan. Ha jun menghentikan aksinya. Ia memandang istrinya. " Di kamar kita selesaikan ya......" bisik Ha Jun. Wajah Adiba memerah. Malu.
" Belum puas.....maunya 3...." bisik Ha Jun.
" iiiihhh....cape....." membuang wajahnya malu
" Janji aku pijatin.....balas Ha Jun.
__ADS_1
Adiba menyandarkan wajahnya di dada suaminya. Bahagia.
Hal yang sama juga Ha Jun rasakan. Kenapa tidak dari dulu ia menikah. Rasanya sangat bahagia hidup dengan orang yang mencintai dirinya. Tangan Ha Jun masih memeluk Adiba. Mereka masih di tinggal di hotel Ha Jun check in selama 4 hari. Kadang Ha Jun masih tak percaya ia bisa menikahi Adiba. Kadang terbangun tengah malam ia melihat ke sampingnya takut kalau ia hanya bermimpi. Ternyata tidak lalu Ha Jun memeluk Adiba erat seakan Adiba pergi dari sisinya. Terkadang tengah malam Ha Jun terbangun hanya untuk mengucap " Saranghae ".
Biasanya Adiba tidak menjawab tapi balas memeluk Ha Jun.
Ahsan dan Erika sudah menempati rumah sendiri masih di Kota Seoul juga. Kandungan Erika sudah 6 bulan. Ahsan begitu protektif. Ahsan mengatur jadwal operasi Erika. Untuk penyakit menular Ahsan tidak mengizinkan Adiba memeriksanya dan mengatasinya. Terkadang sabtu minggu mereka menginap di rumah David. Seperti malam ini mereka berkumpul di ruang TV.
" Eomma kita video call pengantin baru ya...lagi ngapain mereka apa masih di hotel...?.." Ahsan menatap aneh istrinya.
" Sayang kamu ga ngidam ngisengin adikmu kan..?.."
menatap heran istrinya.
Erika hanya cemberut. Ahsan tersenyum.
Erika meraih hand phonenya. Menyentuh menu video call. Adiba yang masih di mobil masih sibuk dengan cemilannya. mendengar suara hand phonenya Adiba mengambil tasnya dan melihat siapa yang menelepon. Kakaknya. Adiba tersenyum.
__ADS_1
" Kakak......"