
" Ambilkan air minum...." pintanya dengan salah satu bodyguard di dekat Ha Jun. Bodyguard itu menatap Ha Jun. Ha Jun mengangguk. Bodyguard itu berlari ke pantry secepatnya mengambil 2 botol air minum dan kembali ke ruangan X.
Sampai di ruangan X Adiba meminumkan kepada Ibu Choi Yoori dipeluknya dan di usap usap punggungnya.
" Apakah ibu baik baik saja? Adakah yang sakit..?"
Ibu Choi Yoori menggeleng.
" Kau sangat baik nak, kau pantas mendapatkan Ha Jun...."
Adiba tersenyum perlahan di lepaskan ikatan di tangan dan kaki Ibu Choi Yoora.
" Ibu boleh melepaskan ikatan suami ibu....."
Dengan takut takut dan melirik ke arah Ha Jun. Ibu Choi Yoora melepaskan lakban dan ikatan di tangan dan kaki suaminya.
" Adiba...." pekik Ha Jun. Adiba berjalan mendekat dan berbisik.
" Ha Jun kau akan menjelaskan sesuatu padaku kan?
aku mau mendengarkanmu dengan imbalan lepaskan ikatan kedua orang tua Choi Yoora juga adiknya...bagaimana hmm..?"
__ADS_1
" Ani (tidak)...biarkan kedua orang tuanya di sini agar dia paham bagaimana anaknya..."
" Baiklah,...tapi kedua orang tuanya duduk di kursi tidak di lantai dan terikat...."
" Adik Choi Yoori juga di lepaskan dan biarkan dia duduk di kursi, dia takkan bisa kemana mana liatlah bodyguard ada dimana pun, dengan badannya yang kecil dia tak kan bisa kemana mana, dan kau adik kecil sebaiknya kau diam jadilah anak yang baik..."
" Hei Choi Yoori, kau lihat calon istriku dia sangat baik kepada keluargamu sebaiknya kau fikirkan lagi bila mencelakai dia...."
Tiba tiba Ayah Choi Yoori bersimpuh di kaki Adiba
" Nona tolonglah saya , perusahaan saya di hancurkan Ha Jun, saya tidak punya apa apa lagi..."
"Emmh emmmhh....." Yoori mengkode ingin bicara.
Ha Jun dan Adiba mengacuhkan.
" Adiba bisakah kita bicara berdua..? ada yang ingin aku jelaskan, biarkan orang orang ini menjadi urusan sekretaris Kim, kita ke ruanganku...." Ha Jun berjalan lebih dulu Adiba mengikuti dari belakang.
Sesampai di ruangan Ha Jun. Dia menelepon asistennya di depan ruangan agar menyiapkan teh hijau panas dua gelas beserta cemilan.
Ha Jun akan duduk, pintu ruangan di ketuk ternyata asistennya membawa minuman dan cemilan.
__ADS_1
" Bagaimana kabarmu Adiba..?."
" Alhamdulilah baik, aku juga mengucapkan terima kasih karena kau selalu menjagaku terima kasih Ha Jun tetapi aku tidak mau merepotkanmu, insyaallah aku bisa menjaga diriku sendiri....."
" Aku tak akan menarik bodyguardku mereka tidak mengganggumu kan...?"
" Adiba bolehlah aku menemui kedua orang tuamu..?.."
" Untuk apa..?.."
" Aku akan memintamu pada orang tuamu, aku mau melamarmu....bolehkah?..."
Adiba tersenyum malu dan kikuk.
" Ha Jun apa kau lupa apa yang ku katakan waktu sekolah dulu...?.."
" Kita harus seagama, yang pasti aku tak akan pernah memeluk agamamu, Ha Jun lah yang memeluk agamaku bagaimana? apa kau mau? Kalau kau tidak mau maka menjauhlah dariku berarti kita tidak berjodoh, bicarakan lagi dengan keluarga, pastikan mereka merestui, aku tak mau menikah jika orang tua tak merestui......"
" Maksudnya kau menerima ku Adiba..?...tanya Ha Jun
" Aku menerima jika kau memeluk agamaku, bicarakan lah dengan keluargamu, aku memberi waktu untukmu hingga satu bulan, lebih dari satu bulan aku mohon maaf berarti kita tidak berjodoh dan aku pun butuh kepastian...."
__ADS_1