
Setelah akad nikah acara resepsi di adakan di hotel mewah. Selama dalam perjalanan dari masjid ke hotel tersebut David tidak melepaskan genggaman tangan Karina. Karina merasa canggung dan malu setelah suaminya meninggal ia tidak pernah dekat dengan lelaki lain. Ia hanya menatap ke luar jendela.
" Apakah kau lapar...?" tanya David.
" Sedikit...jawab Karina sambil tersenyum.
David kemudian mengambil roti yang sudah di sediakan di mobilnya dan air mineral. Membuka bungkusnya dan memberikan kepada Karina.
" Makanlah, dirimu butuh energi untuk resepsi dan untuk malam nanti.." bisik David.
Uhuk uhuk uhukk...Karina tersedak. David membuka air mineral dan memberikan kepada Karina. Karina mengambil air tersebut membaca " bismilah" dan meminumnya. Setelah tenang Karina menatap David tajam. "Apa dirimu tak malu mengatakan demikian ada orang lain di antara kita..." mengkode supir dengan dagunya. David tersenyum. Dengan secepat kilat mencium bibir Karina. " David..." Karina melototkan matanya. David pun tertawa lepas.
Mereka pun sampai di hotel. David menggandeng tangan Karina. Semua mata memandang ke arah mereka. Sesampai di kursi yang di sediakan khusus pengantin. Tamu mengantri mengucapkan selamat. Seperti biasa Karina tidak bersentuhan dengan laki laki lain selain suaminya. Ia terlihat aneh di sana tapi Karina dan David memilih menikmati acara resepsi tanpa mempedulikan pendapat mereka.
Disaat David mengambil minum. Adiba manarik tangannya. " Appa bagaimana dengan liburan kami...?" tanya Adiba.
" Kapan kalian akan berangkat.." tanya David
" Aku fikir ketika Appa dan Eomma ke kamar beristirahat kami akan berangkat..."jawab Adiba.
__ADS_1
David berfikir sebentar " Baiklah kalian boleh pergi tapi 10 tim keamanan D Corporation...ujar David enteng.
" MWO ...(APA)... Erika, Erik dan Adiba kaget.
" Appa kami mau liburan bukan mau perang...kurangi...." jawab Adiba sebal.
" baik baik 8 orang ...
" Ani...6 ...."
" Ani, 5 atau tidak ada liburan..."
" Kalian berangkatlah Appa akan bicara dengan Eomma, jaga diri berhati hatilahh, bersenang senang...apakah kalian sudah menyiapkan perlengkapan...? tanya David.
" Sudah Appa..."
" Okelah Appa kembali menemui tamu tamu..."
Ketika sore menjelang. David mengenggam jari Karina. " Tamu sudah pulang mari kita beristirahat..." ajaknya. Karina mengangguk. Sepasang pengantin baru berjalan sambil bergandengan tangan menuju kamar pengantin yang telah di siapkan pihak hotel.
__ADS_1
" WOW...Ujar Karina takjub. Dengan pemandangan yang tampak dari dalam kamar setelah melihat sebentar Karina duduk di kursi meja riasnya. Membuka hijabnya dan membersihkan make up nya.
Sementar David langsung ke kamar mandi. Ketika David ke kamar mandi secepat kilat Karina membuka dan mengganti baju akad nikahnya. Kemudian menggantungnya di dalam lemari. Baju akad nikah David pun dia lakukan hal yang sama. David keluar dari kamar mandi memandang Karina.
" Cepatlah mandi kita akan sholat berjamaah..."
Karina masuk ke kamar mandi 15 menit dia menggunakan kimono mengeringkan rambutnya. Mengenakan mukena dan mulai sholat berjamaah.
Setelah sholat Karina melipat mukenanya. Ketika ia berbalik Karina kaget karena David memeluknya mereka saling tatap kemudian bibir david ******* bibir Karina. Karina pun membalas dan mengalungkan tangannya ke leher David. Kepala mereka bergerak pelan ke kiri dan ke kanan. David tak melepas lumatannya sambil membuka kancing baju Karina. " Berhenti David.." menolak dada David.
David menaikkan alisnya.
Seakan bertanya " Ada apa ". " Aku malu jika dirimu yang membuka bajuku biarkan aku membukanya sendiri...." ucap Karina malu wajahnya kembali merona. David pun membuka bajunya dengan cepat.
Melihat ke arah Karina. " Kelamaan " batinnya.
Di tariknya tangan Karina mulai menindihnya.
" David...aahhh...da..vid..." suara suara penuh desah dan nikmat memenuhi kamar sepasang engantin baru.
__ADS_1