Indonesia Dan Korea

Indonesia Dan Korea
Rencana sebelum lamaran


__ADS_3

" Samchon apakah kau ada waktu hari ini? kalau kau sibuk aku dan kedua adikku akan menemuimu di kantor mu...? bagaimana..? "


" Erika bawa kedua adikmu menemui ku di kantor...2 jam lagi aku ada meeting sekalian ada yang harus aku siapkan...kau dimana sekarang? bisakah aku bisa meminta supirku untuk menjemputmu...?


" Sekarang kami ada di taman dekat rumah, baiklah aku menunggu jemputanmu...


25 menit mereka menunggu akhirnya ada sebuah mobil berhenti. " Benarkah kau Nona Erika? Sajangnim meminta saya menjemput Nona...tanya supir tersebut.


" Ye..." jawab Erika. Supir tersebut mempersilakan adik kakak tersebut berjalan dan menaiki mobilnya.


selanjutnya mereka menuju ke kantor David Lee.


Ketika sampai di kantor supir tersebut membawa ketiganya ke ruangan David Lee sebelum mendekati pintu ada sekretaris David Lee yang tersenyum dan menundukkan badan sebagai bentuk penghormatan.


" Nona silakan masuk, saya hanya mengantar sampai di sini ini ruangannya...menunjuk sebuah pintu. Ia mengetuk pintu dan membukanya.


" Silakan nona...." . Setelah membuka pintu. Ia pun pergi meninggalkan Erika dan kedua adiknya.


" Anneyongseooo.... apakah kau sibuk..? Erika menyapa.


" Ani, silakan duduk...." . David bangkit dari duduknya.

__ADS_1


Sekretaris David Lee masuk membawa minuman dingin dan cemilan. Setelah menghidangkan ia tersenyum membungkukkan badan dan keluar.


" Samchon kami ke kantor untuk menanyakan kejelasan samchon dengan mamah. Apakah samchon menyukai mamah kami? Apakah samchon bisa membuatnya bahagia? bagi kami kebahagiaan mamahlah yang paling penting. Seorang diri ia membesarkan kami hingga kuliah. Ia bekerja dengan keras untuk kami semua. Apakah samchon bisa menyayangi kami..?


" Ye, aku sanggup..." Jawab David yakin.


" Baiklah, karena samchon menyanggupi maka kita harus menyusun rencana..." Sahut Erika.


" Tunggu...sebelumnya aku harus meluruskan satu hal. David pun menceritakan ketika dia sakit ada Ae Cha yang memeluknya posisinya seperti orang yang akan berciuman. David juga menceritakan kalau sejak kuliah Ae Cha mencintainya.


" Cukup sekali ini saja kesalah pahaman terjadi Samchon, ke depan Samchon harus lebih tegas lagi, buktikan kepada mamah bahwa samchon sangat mencintai mamah...


Katika mereka sedang mengobrol tiba tiba pintu di tendang dari luar. Seseorang laki laki masuk ke dalam ruangan David.


" Kau menggelapkan uang perusahaan ku sedikit demi sedikit. Aku membiarkan jangan kau kira aku tak tau, bahkan uang yang kau ambil dari perusahaanku sudah aku alihkan menjadi rekening perusahaan kau boleh memastikan atau kau telepon orang bank...Ucap David.


Orang itu menelpon seseorang, dengan wajah kaget dan mata melotot ia memandang David. Tiba tiba ia melayangkan tinjunya belum sempat itu terjadi Erika menahan dengan telapak tangannya. Erika selama kuliah ia mempelajari *** chi dengan salah satu dosennya. Adiba pun mahir menggunakan jarum totok karena belajar bersama Erika dengan dosen tersebut. Orang yang melayangkan tinju tersebut bersimpuh.


" Kau harus paham, dalam hal ini kau yang salah samchon, untuk apa kau menggelapkan uang Appa ku..?


David yang mendengar Erika menyebutnya Appa. Wajahnya terlihat sangat senang. Erik dan Adiba menonton dengan tenang

__ADS_1


" Maafkan aku,..Eomma ku sakit, aku hanya mampu membawanya ke rumah sakit kecil peralatan medisnya tidak lengkap. Aku menggelapkan uang sedikit demi sedikit untuk membeli alat bantu jantung Eommaku, Aku terlalu segan meminjam uang lagi karena perusahaan David sudah banyak memberikan pinjaman uang kepadaku..."


" Dimana rumahmu..?.."


" Goshan Nona.."


" Sangat jauh" Pikir Erika. " Aku seorang dokter aku akan memeriksa keadaan Eomma mu setelah urusan dengan Appaku selesai kau tunggulah di sofa di luar.."


" Woooo woooo......" kakak hebat sorak Erik dan Adiba. David hanya tersenyum menyaksikan apa yang terjadi di depannya.


" Samchon jika ibunya parah bolehkan kau berdonasi mengobati ibunya hingga sembuh? di sebuah rumah sakit yang bagus?...anggaplah itu balasan karena meminta samchon menjadi Appaku...


" Ani...itu bukan sebuah balasan, aku mengabulkannya karena kau akan menjadi putriku...


" Whaaa...appa hebat..." Ucap Adiba.


" Hei kau dapat memanggil Samchom dengan Appa setelah akad nikah, setelah sahh...ujar Erik


" Anggap saja aku sedang latihan....jawab Adiba tak mau kalah.


" Bagaimana rencana aku tadi..?..tanya Erika.

__ADS_1


" Baiklah...aku setuju..jawab David.


" Aku deal, aku juga .."kata Erik dan Adiba.


__ADS_2