Indonesia Dan Korea

Indonesia Dan Korea
Extra Part


__ADS_3

" Selamat anda di karuniai anak kembar laki laki dan istri anda juga selamat saya baru suntikkan vitamin dan obat tidur, Ibunya sangat lemas dan kelelahan jadi dia masih tertidur 1 jam lagi dia akan sadar..."


" Alhamdulillah....." ucap semuanya.


Di detik berikutnya tampak Adiba dengan wajah pucat di dorong di atas dangkar Ha Jun mengikuti dari belakang, dan keluarga Adiba. Ha Jun tak tahan air matanya menetes. Berdoa dalam hatinya agar istrinya sehat dan selamat. Ha Jun belum tenang sampai ia melihat Adiba dengan mata terbuka dan senyum seperti biasa. Hatinya resah.


Erik masih menggandeng tangan istrinya. Tiba tiba Yoona menarik tangan Erik.


" Biarkan mereka mendampingi Adiba, kita cek anaknya...." Tanpa menunggu jawaban suaminya. Yoona menarik tangan suaminya. Erik mengikuti istrinya. Sampai di ruangan bayi mereka mengecek anaknya. Karena belum menemukan bayi mungil keponakannya membuat Erik dan Yoona


sedikit panik Yoona dan Erik menanyakan kepada perawat. Ternyata bayi mungil tersebut sedang di imunisasi di ruangan lain.


Untuk memastikan pasangan pengantin baru tersebut mencari di ruangan imunisasi. Terlihat jarum suntik tengah berdiri di lengan 2 bayi tersebut. Karena pihak rumah sakit mengenal Yoona dan Erik dokter anak mengizinkan kedua dokter tersebut membawanya ke ruangan Adiba.


Pasangan pengantin baru tersebut masing masing menggendong bayi. Erik mendekati istrinya dan berbisik.

__ADS_1


" Kita juga harus secepatnya memiliki bayi..."


Wajah Yoona memerah. Malu. dengan ekspresi malu ia mengarahkan wajahnya ke tempat lain. Erik menertawakan ekspresi istrinya. Yoona menatap sinis ke arah suaminya. Mereka berjalan beriringan ke ruangan Adiba. Mengetuk pintu pelan lalu membukanya. Meletakkan kedua bayi di box yang sudah di sediakan. Erik duduk di sebelah David Yoona duduk di sebelah Karina. Yoona menenangkan ibu mertuanya. Karina dan David tak ingin pulang sebelum melihat Adiba sadar.


15 menit


30 menit


45 menit


Perlahan Adiba membuka matanya. Melihat sekeliling. Semua orang bangun dari duduknya. Mendekat ke bangkar. Ha Jun langsung memeluk istrinya sambil menangis.


Ha Jun menangis kembali. Adiba tersenyum mengelus kepala suaminya.


" Eomma di mana anakku...?..."

__ADS_1


Karina menunjuk ke arah box dekat dangkar. Adiba tersenyum.


" Keduanya sehat, aku dan Yoona sudah mengeceknya..." ujar Erik.


Ha Jun meminta kedua mertua untuk pulang dan beristirahat dan meminta besok kembali lagi. David dan Karina setuju mereka akan kembali lagi besok.


Karina dan David pulang, Erika dan Ahsan, terakhir Erik dan Yoona.


Tiba di hotel Erik memberikan kunci mobil pada petugas valet parkir. Erik berjalan masuk kamar hotel sambil bergandengan dengan istrinya. Perasaannya tenang dan bahagia saat dekat dengan Yoona. Seperti inilah rasanya nikah tanpa pacaran. Lebih bahagia, lebih tenang yang paling penting sudah halal sudah bebas. Tanpa sadar Erik tersenyum sendiri kemudian menatap istrinya yang masih malu malu. Erik senang menatap wajah istrinya yang merona dan malu malu.


Erik gemes ketika pintu kamar terbuka ia menggendong istrinya, Yoona malu menyembunyikan wajahnya di dada Erik. Dengan lembut Erik meletakkan istrinya di atas tempat tidur.


Mencium kening kemudian bibir pasangan itu menikmati setiap kenikmatan. Erik melepaskan ciumannya. Menatap wajah istrinya.


" Sayang aku lapar...." ucap Yoona. Keduanya tertawa bersamaan. Erik menelepon pihak hotel agar mengirimkan makanan dan snack. Sambil menunggu

__ADS_1


makanan dan cemilan. Dan Erik mengganti pakaian Yoona membuka percakapan.


" Sayang aku ingin seperti layaknya orang yang pacaran, dinner dan berkencan...."


__ADS_2