Indonesia Dan Korea

Indonesia Dan Korea
Yoona Sakit


__ADS_3

Memeluk tubuh istrinya kemudian mencium keningnya dengan penuh cinta. Ha jun berjalan ke lemari menyiapkan underware dan baju untuk istrinya.


Ketika di kamar mandi Adiba memegang jantungnya. Yang berdebar kencang. Setelah memiliki anak jantungnya masih berdebar ketika suaminya bersikap lembut dan romantis terhadapnya.


" Sayang bagaimana aku tidak jatuh cinta padamu kok begitu lembut dan romantis..." gumam Adiba. Setelah tersenyum sejenak. Dia pun mandi.


Sementara itu di tempat lain.


Pasangan suami istri saling menggengam tangan dan bercerita sambil tiduran di kamar hotel.


" Sayang...apakah kau pernah menyukaiku...?.." tanya Yoona.

__ADS_1


" Aku belum menyukaimu hanya mengagumi karena banyak dokter dan perawat yang membicarakanmu membuat aku penasaran. Aku pun mencari tahu...ternyata benar yang di ceritakan orang orang kau sangat cantik sayang...aku mengagumimu tapi aku tak berani mendekati atau melamarmu karena kita saat itu beda agama, hingga hari itu donglyo (kakak) bertemu denganmu dan kau sudah berhijab setelah bertemu kakak menelepon mengajak bertemu dan membahas perjodohan itu, walaupun aku mengagumimu aku tak langsung setuju, aku katakan pada kakak aku akan istikharah dulu, setelah 2 minggu aku sholat dan meyakinkan hatiku, aku pun menikahimu..." ujar Erik panjang lebar sambil menatap penuh cinta istrinya.


" Aku baru akan menanyakan tentang perjodohan itu...tapi kau sudah cerita duluan...." rajuk Yoona.


Erik mendekat mencium kening istrinya. Kemudian turun ke bibir dan terus ke bawah. Menikmati indahnya malam pertama. Setelah melaksanakan kewajiban suami istri Erik berbisik.


" Sayang kau kapan haidh..? selama kita menikah kau tak pernah libur sholat..."


" Berarti kau di masa subur sayang...ayo kita berusaha lebih keras agar segera memiliki anak seperti Erika dan Adiba..." jawab Erik sambil naik ke atas tubuh polos istrinya. Yoona melotot kaget. Yang baru saja mereka lakukan bagian sensitifnya masih terasa nyeri.


" Sayang....milikku masih sakit..."

__ADS_1


" Kita harus lebih sering melakukannya agar tidak nyeri lagi. Erik melanjutkan dengan penuh desah dan keringat. Setelah selesai keduanya tidur.


1 bulan berlalu


Pagi ini saat Erik bangunin Yoona mengajaknya sholat subuh berjamaah. Wajah Yoona pucat. Erik sangat khawatir badannya hangat, Yoona mengadu kepada Erik kalau kepalanya sakit. Dengan perlahan Erik membangunkan Yoona memapahnya ke kamar mandi. Sholat subuh pun sambil duduk karena kepalanya pusing. Setelah sholat subuh Yoona mencoba berdiri dia ingin ke tempat tidur. Ketika dia berdiri semuanya hitam. Dan....


Bruuuuukkkkk


Yoona terjatuh dengan posisi menyamping. Erik yang sedang mengawasi istrinya mencoba meraih tubuh istrinya namun gagal. Erik sangat khawatir. Erik membangunkan supirnya. Dengan berlari ia membopong tubuh istrinya. Saat ia ke kamar menjemput istrinya. Supirnya langsung ke mobil menghidupkan mesin mobil. Karena masih subuh jalanan masih sepi. Supir Erik sedikit mengebut. Menuju rumah sakit Ahsan. Dengan Yoona yang masih menggunakan set mukena. Tiba di rumah sakit Erik meletakkan pelan dan lembut tubuh Yoona di atas dangkar. Erik berlari dengan dokter menuju ruang rawat VVIP. Erik tak mempedulikan baju yang di tubuhnya. Ia masih memakai baju tidur yang sama dengan istrinya. Erik menelepon Karina.


Di saat itu juga Karina dan David menuju rumah sakit Ahsan. Erik juga menelepon Ahsan. Ahsan menelepon asistennya agar memberikan pelayanan terbaik dan dokter terbaik untuk adik iparnya.

__ADS_1


__ADS_2