
Dengan pelan pelan Erika bangun. Merapikan tugas akhir karya ilmiahnya. Selanjutnya dia melihat dan memastikan apakah ada yang tertinggal atau tidak. Erika melewati laki laki yang menabraknya tadi.
" Hei...aku minta maaf...aku terburu.buru..." teriak laki laki itu. Erika mengacuhkan tetap melanjutkan langkahnya tanpa melihat ke arah laki laki tersebut.
" baru kali ini aku di abaikan.." tersenyum lalu melanjutkan pencariannya.
" Dae Hyun di sini..."lelaki paruh baya setengah berteriak. Dia kakeknya Dae Hyun dia ke kampus Seoul National University untuk memberikan kesempatan kepada 3 peringkat pertama untuk bekerja di rumah sakit miliknya. Setelah bertemu pimpinan kampus dia menelepon cucunya agar menjemputnya di kampus tersebut.
" Abeoji ( kakek ) apakah sudah selesai..?,...." tanyanya.
Abeoji mengangguk dan tersenyum. Mereka berjalan beriringan menuju pintu keluar. Dae Hyun membuka pintu mobil untuk kakeknya.
" Apakah Abeoji lapar..? sudah lama kita tidak makan bersama..ayolah Abeoji .....kapan lagi kita bisa berdua..."
Dae Hyun membujuk.
__ADS_1
" 확인
hwag-in ( baiklah ) " Baiklah...baiklah ayo kita makan bersama..." jawab Abeoji Dae Hyun.
Setelah memesan, mereka pun makan sambil mengobrol.
" Dae hyun secara materi kamu sudah matang, usiamu juga sudah hampir 30, kapan lagi kamu akan menikah? Abeoji (kakek) sudah tak sabar melihat keturunan Abeoji dan melihat anakmu, apakah dia tampan sepertimu? apakah anakmu kelak mirip dengan mu? apakah dia mirip istrimu? Abeoji sudah sangat ingin melihatmu bahagia. Jangan terlalu fokus dengan rumah sakit fikirkan dan pertimbangkan kebahagiaanmu.....ucap Abeoji panjang lebar.
" Kakek aku sudah menemukan calon istriku, aku tinggal mendekatinya dan membawanya ke hadapan Abeoji, bisakah Kakek bersabar...? ...pinta Dae Hyun
" Dimana kau bertemu dengannya pertama kali..? tanya Abeoji.
Dan dia mengacuhkan aku kek...Dia memakai penutup kepala sepertinya dia menganut agama yang fanatik. Wajahnya seperti orang Asia kalo aku tebak seperti Indonesia ya...ya...Bali....." Dae Hyun sambil menebak nebak
" Sebelum kau mendekatinya, Abeoji akan mencari tahu, apakah dia terbaik untukmu..?
__ADS_1
" Kalau tebakanku tidak salah, dia baik kek...aku menyukainya, dia pasti setia, karena melihat wajah tampanku saja dia mengabaikanku...
" Kali ini aku serius kakek...aku serahkan semuanya pada Abeoji...senyum Dae Hyun.
" Kalau dia sudah punya pilihan hati bagaimana?...
" Aku yakin tidak kakek...aku sempat memperhatikannya dianya seperti kaku dengan wajah datarnya..sepertinya dia terlalu fokus belajar dan praktek...Dae Hyun mengkhayalkan Erika.
" Baiklah...mari kita cari tau siapa dia...
" Aku pasti bisa mendapatkanmu, apalagi kakek yang turun tangan " batin Dae Hyun. Kakek langsung menelepon asisten pribadinya. Agar mencari identitas Erika. Sore hari ketika Abeoji sedang santai menikmati teh panas dan cemilan asistennya masuk menemui beliau dan menyerahkan berkas yang di dalamnya identitas Erika.
" Apakah ini sudah mendetail?...apakah ada yang tertinggal..?..tanya Abeoji.
" Tidak ada yang tertinggal tuan,...saya sudah memastikan sendiri, saya turun tangan langsung ke lapangan, datanya seperti di sembunyikan, entah untuk apa... bisa jadi ada seseorang yang melindunginya mengingat mereka hanya kuliah di Korea....asistennya melapor.
__ADS_1
" Kau boleh kembali, kau sudah bekerja keras...Abeoji tersenyum. " Seperti apa cucu menantuku..." gumam abeoji. Lalu abeoji membuka berkas dia membacanya tak lama dia tersenyum. " Tak apa Dae Hyun pindah agama yang penting dia bahagia, benar seperti tebakan Dae Hyun,..." Abeoji tersenyum bahagia. Melanjutkan membaca identitas Erika.
" Ternyata dia mau wisuda pekan depan, aku harus melakukan sesuatu...Dae Hyun...tunggu kejutan dari Abeoji..." batin kakek tersenyum sumringah.