
Pagi ini Karina bergegas dia sudah berjanji dengan David agar menemui sekretaris Kim. Menunggu bus yang ke arah D Corporation. Bus pun datang, 45 menit perjalanan ke D Corporation. Karina berjalan ke arah meja resepsionis.
"좋은 아침
"joh-eun achim (Selamat Pagi)"
"Saya ada janji temu dengan sekretaris Kim" sapa Karina sambil tersenyum. " Sebentar saya kabari sekretaris Kim, silakan duduk" menunjuk sofa.
Tak lama sekretaris Kim keluar dari lift. "Annyeong haseiyo" (halo)"...sapa sekretaris Kim.
__ADS_1
"Apakah saya terlambat?"
"Tidak...duduklah..."
"Kita bicara santai Ibu Kirana...bla...bla
"Baiklah sekretaris Kim saya pamit, kapan ada waktu senggang kita bisa kembali ngobrol...". Pamit Karina.
" Pamit juga kepada David...ayo..." ajak sekretaris Kim. Mereka berkalan beriringan ke ruangan David. Seperti biasa setelah mengetuk sekretaris Kim langsung masuk. Dia melihat hp David masih di atas meja. David setengah berteriak memanggil manggil David. Tapi tidak sahutan. Wajah sekretaris Kim menegang. " Karina David tidak ada di ruangan,"
__ADS_1
"Ayo kita cari bersama". Mata Karina tertuju pada minuman di atas meja. "Tunggu sekretaris Kim" serunya. Dengan terburu buru Karina mengeluarkan sesuatu benda, di bukanya benda tersebut lalu Karina mengambil sejumput selanjutnya memasukkan ke dalam bekas minuman David hasilnya ada obat tidur dosis rendah. "Sekretaris Kim ada seseorang yang memasukkan obat tidur dosis rendah CEO David masih sadar sepertinya dia masih kelemasan, perintahkan tim keamanan menutup semua pintu" ujar Karina cemas. Secepat kilat sekretaris Kim menelepon tim keamanan D Corporation. Sekretaris David baru kembali mengantar berkas. Sektetaris Kim langsung memerintahkan asisten tersebut memeriksa CCTV di ruangan David dan semua lantai. Sementara waktu semua orang di lantai David di landa kecemasan.
Dari CCTV nampak seseorang di lantai 25 sedang memapah David. "Sekretaris Kim lihatt...." sekretaris David menunjuk. " Telepon dokter pribadi sajangnim minta dia segera ke apartemen sajangnim" perintah sekretaris Kim. Dengan berlari sekretaris Kim, Karina dan Tim keamanan sejumlah 10 orang berlari ke lantai 25.
Dengan nafas terengah engah mereka sampai di lantai 25. Mereka menyebar mencari David. Dari kejauhan Karina melihat seperti kaki. Karina menajamkan matanya. Karina yakin itu kaki David, ia diletakkan begitu saja di sela sela dinding kantor. Karina tidak mendekat ia mencoba menebak nebak dimana posisi pelaku dengan pertimbangan posisi duduknya David. Pelaku melupakan 1 hal yakni bayangan pelaku itu sendiri dia melupakan lampu remang remang semakin memperjelas posisi pelaku.
Karina mencoba tenang perlahan lahan dia mendekati pelaku.
Bughhhh....sebuah tinju cantik mengenai hidung pelaku. Dia terjajar ke belakang sambil memegang hidungnya yang mimisan. Saat pelaku masih terhuyung Karina melayang tendangan berputar. Pelaku yang memakai baju staff pantry langsung terkapar. Pingsan.
__ADS_1