
Sebenarnya Erika belum tertidur. Ia hanya memejamkan matanya saja. Dia tahu apa yang Ahsan katakan. Itu membuatnya bertambah sedih dan haru.
Erika berharap pernikahannya seperti orang lain romantis dan membuatnya teringat ingat kenangan indah tersebut. Tapi yang Erika lalui membuatnya malu besok pagi ketika sarapan ia akan menjadi pusat perhatian mungkin keluarganya meminta kejelasan mengingat itu semua membuat air mata mengalir deras. Tak sadar ia sesunggukan. Dengan tidur membelakangi Ahsan. Ahsan memeluk pinggangnya. Karena Erika menangis sesunggukan membuat goncangan kecil di tubuhnya dan Ahsan memeluknya menyadari hal itu. Ia terbangun melihat ke arah Erika.
" Maafkan aku sayang.....ini semua di luar kendaliku
bahkan aku tak ingat siapa dia, aku berjanji ini air mata yang terakhir. Maukah kau memaafkan aku....?."
ujar Ahsan.
" Aku sudah memaafkanmu, tapi aku tak tahu begaimana besok kita akan menjadi pusat perhatian keluarga, bagaimana aku menghadapi mereka,bisa jadi mereka meminta kejelasan pada kita berdua hiks hiks hiks dan ini bukan harapanku....." curhat Erika.
__ADS_1
" Aku mohon maaf........" memeluk Erika erat. Di dalam pelukan Ahsan Erika menangis sesunggukan.
" Sekarang kita tidur, aku akan memelukmu sampai kau tidur,......" Ahsan membelai rambut Erika ia tertidur dengan sesunggukan. Hati Ahsan terasa sakit, mengingat wanita yang masuk ke kamarnya membuat istrinya menangis. Ahsan berjanji tak akan tinggal diam.
" Awas kau telah membuat wanitaku menangis..." wajahnya memancarkan amarah.
Setelah dilihatnya Erika tertidur. Ia menelepon asisten Abeoji.
Tangan Ahsan meremas hand phonenya. Asisten yang di telepon Ahsan bergidik ngeri mendengar telepon Ahsan. " ruangan Abeoji " ruangan bawah tanah tempat orang orang berkhianat dan korupsi
di perusahaan Abeoji. Ahsan jarang jarang membawa orang ke ruang bawah tanah seingat asisten Abeoji hanya ada 3 orang yang di bawa Ahsan ketiganya adalah dokter dokter licik yang menjerat pasien dengan obat obatan saat mengetahui itu Ahsan sangat marah. Ia meminta bodyguard Abeoji agar membawa dokter dokter itu ke ruang bawah tanah.
__ADS_1
1 jam kemudian.
drrtttt...drrtttt....drttttt. Hand phone Ahsan bergetar. Sebelum mengangkat teleponnya ia melirik ke arah Erika. Terlihat Erika masih tertidur sesunggukan. Hatinya kembali pedih. Ahsan keluar kamar dengan baju santai celana ponggol warna navy dan baju kaos hitam sangat kontras dengan kulitnya yang putih ala korea. Ia keluar mengangkat teleponnya.
" Dia sudah di sana...." tanyanya.
" Gomawoe....aku segera ke sana......" tutupnya.
Hand phone ia masukin ke sakunya. Ia memegang kunci mobil mulai menghidupkan mobil dan melaju membelah jalanan kota Seoul. Ahsan tidak menyadari ada seseorang yang mengikutinya.
Sebenarnya orang itu tidak berniat mengikuti Ahsan. Ketika dia membuka pintu dilihatnya Ahsan menerima telepon. Ia penasaran apa yang di lakukan Ahsan akhirnya ia mengikuti Ahsan. Ia terus mengikuti mobil Ahsan. Ternyata Ahsan berhenti di sebuah perusahaan besar yang bergerak di bidang farmasi. Ia melihat Ahsan turun dan memasuki gedung itu bodyguard yang menunggunya ikut masuk dan berjalan di belakang Ahsan.
__ADS_1
Ahsan berhenti berjalan ketika seseorang bodyguard membisikinya. Ia menoleh ke belakang tampak olehnya sebuah mobil berhenti di depan perusahaan Abeoji. Ia mengkode untuk menangkap orang itu. Ketika bodyguard keluar dari pintu. Orang itu menghidupkan mesin mobil. Ketika bodyguard mendekat ia langsung menjalankan mobilnya.