
" Menjaga cucu hmmm?..." tanyanya. Aku mengangguk. David mencium kening istrinya.
" Terima kasih telah mendampingiku...menualah bersamaku..."
Karina tersenyum menatap suaminya. Di saat yang sama Erik keluar. Melihat kedua orang tuanya sedang menatap mesra. Aaaaah sakit mata batinnya.
" Eomma Erik keluar sebentar, minjem mobil..." ujarnya.
" Erik hati hati......" jawab Karina.
Erik berjalan menuju garasi setelah mengambil kunci mobil yang tergantung. Menghidupkan mesin mobil mengeluarkan dari garasi melihat lihat suasana Kota Seoul di malam hari. Setelah berkeliling terlihat ada coffe shop yang menghadap ke jalan raya. Erik menghentikan mobil. Erik memesan coffe latte duduk menghadap jalan raya. Minum kopi sambil memandang ke jalan raya. Hilir mudik kendaraan.
__ADS_1
Tiba tiba ada yang melintas di depannya. Seorang gadis berhijab dan 3 orang laki laki mengikutinya dari belakang dilihat gesture tubuhnya sepertinya ketiganya akan mengganggu wanita berhijab tersebut. Erik bangun dari duduknya berjalan ke meja kasir. Membayar tagihan. Ia mengikuti ke empat orang tersebut. Di pinggir jalan yang agak sepi mereka mengelilingi wanita tersebut. Dari kejauhan Erik melihat wanita tersebut ketakutan. Salah seorang dari mereka mulai menyentuh wanita tersebut. Wanita tersebut memukul tangan pria tersebut. Langsung di susul dengan gelak tawa ketiganya. Erik mempercepat langkah kakinya. Ketika salah seorang dari mereka mulai menyentuh. Erik berlari dan Menendang tulang keringnya dari samping.
" Wow tiga pria mengganggu seorang wanita, tidak adil...."
" Kau siapa? Apa urusanmu?..." katanya sambil bersiap melayangkan tinjunya.
Erik menghindar. Laki laki itu mulai menendang Erik menghindar lagi laki laki mendekati Erik. Erik hanya menunggu kemudian Erik menendang bagian sensitif laki laki itu. Ia membungkuk memegang bagian sensitifnya sambil mengaduh kesakitan. Satu kawannya maju emosi melihat kawannya kesakitan. Dia berjalan ke arah Erik menarik kerah bajunya. Erik mengangkat kedua tangannya ke atas. Ketika kerahnya di tarik Erik berjalan mundur kemudian meraih tangan yang di kerah memelintir ke belakang orang itu mengaduh ketika dia membungkuk Erik menendangnya. Tinggal temannya seorang diri Erik menatap tajam orang itu menendang Erik menahan dan melindungi dengan tangannya. Dia menyeruduk Erik. Erik terdorong ke belakang setelah keadaan seimbang dia menendang dengan lututnya berulang kali tangan penyerang di pinggang Erik terlepas. Penyerang jatuh tersungkur. Erik hanya memandangi ketiganya. Tergopoh ketiganya bangun dan berlari. Setelah memandangi mereka yang lari. Erik menoleh wanita yang di ganggu. Erik terkejut.
Ada yang berbeda Yoona sudah memeluk agama Islam terlihat dari hijab yang di kenakan menjulur menutupi dada dan perutnya.
Yoona menunduk. " Ghamsahamida..."
__ADS_1
" Kau mau kemana? mari aku antar pulang..."
Yoona hanya diam jujur dia masih takut dengan insiden barusan. Bagaimana saat itu terjadi Erik tak menolongnya. Yoona tak sanggup membayangkan.
Yoona mengangguk.
" Aku dari rumah sakit yang di depan, saat aku mau pulang mereka mengikutiku, Alhamdulilah....kau datang tepat waktu...."
" Apakah jauh..? ikutlah ke mobilku biar aku antar..."
ajak Erik. Yoona mengikuti dari belakang. Erik menekan remot mobil. Membuka pintunya untuk Yoona. Erik berjalan memutar membuka pintu mobil masuk ke dalam mobil. Menghidupkan mesin mobil dan mulai menjalankan mobilnya ke arah yang di katakan oleh Yoona. Yoona pun bercerita ia pulang dari rumah sakit mengantar adiknya sakit. Karena terburu buru Yoona lupa membawa dompet. Ia berjalan keluar rumah sakit untuk singgah di rumah temannya untuk meminjam uang untuk naik taxi.
__ADS_1