Indonesia Dan Korea

Indonesia Dan Korea
Lahiran Karina


__ADS_3

" Appa....aku mau Adiba, maafkan aku Appa...


wanita itu yang menggodaku, maafkan aku....aku tak sanggup kehilangan Adiba, aku akan melakukan apapun tapi jangan ambil Adiba Appa aku mohon...." Ha Jun menangis sambil bersimpuh di hadapan David ia benar benar tak sanggup kehilangan Adiba.


David yang melihatnya paham bahwa Ha Jun benar benar mencintai Adiba. " Aku harus memberi efek jera padanya, tak bisa begitu mudah memaafkannya.." batin David.


" Ceritakan pada Appa apa yang terjadi...? " tanya Appa. Ha Jun menceritakan semuanya dari pertama kenal dengan Adiska hingga ia mulai menggoda Ha Jun. Getaran di hand phone nya membuat Ha Jun menghentikan ceritanya. Dibukanya pesan tersebut ternyata rekaman CCTV dari Adiska datang hingga selesai menggodanya. Ternyata sebelum memasuki ruangan Ha Jun dia mengirim pesan kepada Adiba


terlihat senyum devil nya. Merapikan penampilan baru ia mengetuk pintu ruangan. Ryulah yang mengirim pesan video tetsebut. HaJun menyerahkan rekaman tersebut kepada David.


Setelah David melihat rekaman tersebut, David meminta agar mengirimkan rekaman CCTV tersebut kepadanya kemudian mengirimkan ke Adiba. Tanpa setahu Ha Jun tentunya. Padahal Adiba dan Erik berada di ruangan istirahat David. Ketika melihat Ha Jun datang melalui CCTV mereka langsung sembunyi di ruangan istirahat David.

__ADS_1


" Ha jun pulanglah selesaikan urusanmu dengan wanita itu mungkin setelah masalahnya selesai Adiba sudah hilang kekecewaan kamu bisa bertemu dengannya. Berilah Adiba waktu untuk menenangkan hatinya...."


" Maafkan aku Appa jika aku menemukan Adiba aku akan segera menikahinya maka akupun tak menyerah mencarinya....Aku pulang Appa..." menundukkan badannya.


Ha jun pun melangkahkan kaki keluar dari perusahaan David. Setelah melihat Ha Jun pergi Adiba keluar dari ruangan Appanya.


" Jangan menangis lagi, sholat istikharah lah...memohon petunjuk kepada Allah..." memeluk Adiba mengelus kepalanya. Sebelah tangannya yang kosong mengembang, juga senyumnya penuh sayang mengkode Erik agar mendekat . Erik tersenyum berjalan mendekat memeluk Appanya. Akhirnya mereka berpelukan bertiga.


" Erika sepertinya Eomma mau lahiran...." sambil memegang perut.


" Erika bawa Eomma ke rumah sakitku...."

__ADS_1


David mengambil tas peralatan bayi yang sudah di siapkan berlari menuju Karina. Menggendong Karina


membawa ke dalam mobil tetap masih di gendongannya. Ahsan meminta Erika menelepon perawat agar menyiapkan ruangan yang telah Erika pesan. Dua mobil beriringan ke rumah sakit. Erika dan Ahsan, David dan Karina. Sedangkan di belakang mobil yang di kendarai Erik dan Adiba.


Sesampai di depan pintu masuk perawat sudah menunggu dengan dankar. Mereka serentak membantu David meletakkan Karina di dankar. David masuk ke dalam ruangan bersalin. Mendampingi dan memberi semangat kepada Karina. Erik, Ahsan dan Adiba menunggu di luar ruangan.


Setelah berulang kali mengedan dengan seluruh tenaga terdengar suara bayi menangis hingga keluar ruangan. Semua yang duduk di luar sontak berdiri. Erika keluar dari ruangan bersalin wajahnya pucat.


" Yeobo kau kenapa? keletihankah?...." sambil memegang tangan Erika. Sebenarnya pagi tadi Erika merasa kelemasan malas beranjak dari tempat tidurnya Ahsan juga melarangnya ke rumah sakit. Tidak enak dengan pasien sudah buat janji jauh jauh hari alasannya.


Ahsan kaget melihat istrinya pingsan, Ahsan memboyong istrinya ke kamar VVIP di sebelah kamar Karina.

__ADS_1


__ADS_2