
" Mengapa kau menyebalkan kepadaku? tapi dengan keluargamu kau begitu hangat...."
" Karena kau banyak omong dan menyebalkan..." jawab Etik datar.
" OMO...dasar kau ahhh....kau yang menyebalkan..."
ucap Yoona sambil membuang wajahnya menatap jalanan dari jendela mobil.
Tanpa Yoona ketahui Erik tersenyum tipis. Entahlah melihat Yoona memasang ekspresi sebal seakan menghibur Erik. Yoona memberi tahu alamat rumahnya pada Erik.
" Kau tinggal sama siapa di rumah ini..?" tanya Erik.
" Ini rumahku sendiri pemberian orang tuaku sebelum mereka meninggal aku tinggal sendiri di rumah ini sejak aku bekerja di rumah sakit aku jarang di rumah makanya aku begitu giat bekerja jika aku pulang aku hanya sendiri di sini, sesekali aku ke rumah Hyung melihat keponakanku betapa lucunya mereka..." Yoona membayangkan betapa lucunya keponakannya. Erik menatap Yoona ketika sadar langsung menundukkan pandangannya.
" Yoona aku pulang istirahatlah di rumah kalau ada apa apa telepon aku...." Erik pamit. Yoona mengangguk.
" Hati hatilah..."
Yoona mengantar Erik hingga ke mobil. Ketika Erik menjauh Yoona masuk ke dalam setelah mengecek semua pintu terkunci dan aman. Yoona mandi dan tidur.
Ketika Erik sampai di rumah. Semua menatapnya dengan penuh senyum. Erik menatap semuanya menggeleng kemudian masuk ke kamarnya.
Karina menyusul Erik ke kamarnya.
__ADS_1
Tok Tok Tok
" Abang ini Eomma....boleh Eomma masuk..?"
Ceklek
" Masuklah Eomma....." Karina masuk dan duduk di pinggir tempat tidur Erik.
" Erik apakah kau menyukai Yoona...?"
" Aku tidak tahu Mah...saat ini yang kurasakan aku senang melihat dia kesal..."
" Erik jangan pacaran, jangan mendekatinya jika kau suka ajaklah dia ke agama kita, jadikanlah dia istrimu, kalau kau bingung istikharahlah insyaallah akan ada jalan dan kemudahan..." Karina memeluk anak laki laki satu satunya kemudian mencium keningnya. Erik masih terpaku. Sampai Erina keluar dari kamarnya Erik masih terpaku
Kandungan Erika memasuki 8 bulan, membuat dia agak susah berjalan tidur pun susah. Erika juga tidak mau di bawa tidur seharian. Setiap awal bulan selalu memeriksa kandungannya. Ahsan selalu di dekat Erika selalu khawatir bila jauh dengan istrinya. Seperti hari ini jam 10.30 Erika ke ruangan Ahsan.
" Yeobo kau sedang sibuk....." kepala Erika melongok di pintu.
" Masuklah...kau istri direktur..." Ahsan bangkit dari duduknya memapah istrinya di sofa ruangannya.
Mengelus perut buncit istrinya. Membacakan shalawat kemudian mengecup perut istrinya.
" Nak cepatlah keluar Appa sangat menyayangimu dan Eommamu...."
__ADS_1
Ahsan berdiri mengecup kening istrinya.
" Tiba tiba aku ingin kau peluk...." ucap Erika sambil meletakkan kepalanya di bahu Ahsan.
" Mau istirahat sambil aku peluk?..."
Erika tersenyum senang kemudian mengangguk.
" Saranghae..." ucapnya lagi. Ahsan mengangguk di kecupnya lagi kening istrinya. Kemudian mengangguk. Memapah istrinya di salah satu ruangan istirahatnya membuka jas dokternya. Kemudian ikut terlelap sebelumnya menghubungi asistennya ia tidak mau di ganggu. Memeluk Erika. ikut terlelap.
Sedangkan Adiba ikut Ha Jun ke kantornya. Membuka media sosialnya. Menelpon teman temannya. Untuk mengusir kebosanan. Ia berjalan mengelilingi ruangan suaminya. Adiba akan keluar ruangan suaminya dilihatnya Ha Jun masih sibuk dengan berkas berkasnya. Ketika memegang hendle pintu.
" Yeobo kau mau kemana...? " tanya Ha Jun dengan mata tetap ke berkas.
" Aku lihat kau sibuk jadi aku akan mengobrol dengan Ryu....." jawab Adiba.
Ha Jun menutup pulpennya. Kemudian berjalan ke arah Adiba.
" Aku tahu agar kau tak bosan..?.." mengurung Adiba dengan kedua tangannya. Adiba memutar matanya malas sudah tahu keinginan suaminya. Ha Jun mencium bibir istrinya Adiba membalas. Ha Jun mengeluarkan hand phonenya " Ryu aku mau istirahat dengan istriku jangan ganggu kalau ada tamu atau rekan bisnis aku serahkan padamu..."
Biiip
Suara hand phone di tutup. Ha Jun menggendong istrinya ke ruang istirahatnya. Menikmati cinta dari istri halalnya dengan penuh nikmat dan desahan.
__ADS_1