
Ha Jun tersenyum. " Tunggulah sebentar lagi"
" Tetap jaga dia" perintahnya.
Bodyguard itu paham, mengangguk meninggalkan Ha Jun. " Aku harus sukses di usia muda agar orang tua Adiba bisa menerima dan melepaskan anaknya untukku, sekarang bagaimana caranya meyakinkan kedua orang tuanya......" Ha Jun terus berfikir sambil matanya tak lepas memandang jalanan kota Seoul dari perusahaan orang tuanya, perusahaan yang memiliki 40 lantai.
Sedari awal ia menyukai Adiba Ha Jun bekerja sangat keras ia ingin membuktikan kepada Adiba bahwa dia pantas menjadi suaminya. Pantas bersanding dengannya. Tak lupa 4 orang bodyguard yang menjaganya dari jarak beberapa meter dan itu tidak di sadari oleh Adiba.
Seperti hari ini Adiba berjalan sendiri setelah dari toko buku ia berjalan ke toko roti. Ketika dia berjalan dia melihat anak perempuan di seret paksa mereka menyeretnya ke sela sela toko. Adiba awalnya tak peduli tapi anak perempuan itu menangis dan berteriak dan tak ada yang menolongnya. Adiba berbalik.
" Hei dia itu saudaraku. Lepaskan dia....."
Pemuda yang berjumlah 5 orang itu menatap Adiba.
" Kamu mau kayak dia haa...?"
" Lepaskan atau kalian akan menyesal....aku sudah mengingatkan....." Adiba meletakkan tasnya di jalanan. Salah seorang dari mereka maju. Tangannya menjulur menyentuh dagunya. Belum sempat menyentuh dagunya. Seorang laki laki memakai jas dan berkacamata hitam menarik tangan laki laki itu dan mematahkannya.
" Ada lagi yang menyusul ?...." ucapnya. Laki laki yang di patahkan tangannya meringkuk dan menjerit memegang tangannya.
__ADS_1
" Dengarkan aku, jika ada yang berani menyentuh nona di sampingku aku jamin dia tak akan selamat termasuk kedua orang tuanya. Dan kau lepaskan nona itu atau korban ke dua setelah dia....." menunjuk teman yang tangannya sudah patah.
Mereka spontan melepaskan gadis itu.
" Jika kalian berani membully dia di sekolah aku jamin aku mencari kalian dan orang tua kalian"...ujar Adiba.
Dengan takut takut mereka memapah teman yang tangannya patah. Dan berlarian tak tentu arah. Adiba tersenyum. Dia menghampiri gadis tersebut.
" Apa kau baik baik saja? apa ada yang terluka?"
" Tidak, Gomawoe kalau tidak ada kau, aku tidak tau bagaimana nasibku hiks hiks hiks mereka sering membullyku, mereka sering menghinaku, .....hiks hiks hiks...." gadis menangis terisak isak.
Tak lama datang 10 orang dengan mobil van hitam.
" Siapa yang mematahkan tangan anakku..?"
Seorang pria keluar dari mobil tersebut. Setelah melihat laki laki di samping Adiba.
" Tuan....." ia menundukkan badannya. Ia tahu laki laki itu kepala keamanan " Ha Development " perusahaan tempatnya bekerja. Orang kepercayaan kedua setelah asisten Kim Ha. Orang orang terdekat dan kepercayaan Ha Jun.
__ADS_1
" Kau tahu siapa yang kau ganggu?....." ia mendekat dan berbisik.
" Yang kau ganggu adalah calon istri tuan muda Ha Jun, kalau ingin hidupmu tetap enak jaga anakmu..."
Orang tua paruh baya itu bersujud.
" Maaf, maafkan aku....." sambil tetap bersujud di jalan.
" Kau lihat anak ini, jika anakmu atau dirimu mengganggu dia dan orang tuanya aku yang akan kau hadapi..." kata Adiba.
" Maaf nona...maafkan aku...."
" Pergilah jangan sampai aku melihatmu lagi, dan jangan ganggu gadis ini, PAHAM?...".
" Ghamsahamida nona....." orang paruh baya itu mengkode anak buahnya dan pergi dari tempat itu.
" Siapa namamu..?" tanya Adiba dingin
" Aku merasa kau selalu mengikutiku, selalu melindungiku, apa kau diminta seseorang untuk melakukan semua itu?...." tanya Adiba lagi.
__ADS_1