
Di tempat lain dari halaman belakang Karina melihat kebahagiaan Erika tersenyum dalam hatinya berdoa agar Allah selalu melindungi keluarga Erika.
Malamnya ketika mereka berkumpul Erika menyampaikan rencananya menjodohkan Erik dan Yoona. David dan Karina menyetujui yang penting Erik bahagia. Erik sedang melaksanakan sholat istikharah dia meminta waktu 2 minggu untuk memikirkan dan memohon petunjuk dari niat kakaknya.
Erika pun sudah bicara dengan Yoona di ruangan Ahsan. Di ruangan Ahsan juga Erika menyerahkan biodata Erik dari yang besar hingga yang detil semuanya tentang Erik.
Di rumah sakit pun ketika mereka bertemu sama sama diam. Tak ada yang saling menyapa atau mengucapkan salam. Yoona kadang menunduk.
Karena sudah saling kenal Erik meminta agar tidak ada nazhor atau melihat calon yang akan di khitbah ( lamar ). Ketika Erika menyampaikan kepada Yoona. Yoona pun menyanggupi. Sepakat mereka akan bertemu ketika akad nikah. David pun menyetujui.
Dari pihak Yoona Hyung dan adiknya pun setuju.
__ADS_1
Sebenarnya Hyung dan eonni kurang menyetujui prosesnya menurut mereka aneh tapi Yoona dan adiknya terus memberikan pengertiannya. Hingga abang dan kakak iparnyanya menyetujui. Menyerah.
Erik pun sudah memegang biodata Yoona. Erik membaca, mempelajari serta memikirkan bagaimana caranya menyenangkan hati calon istrinya. Nanti malam David dan keluarganya akan melamar Yoona. Erika juga sudah memberikan "kode" kepada Yoona bahwa keluarganya tidak suka menjadi bahan kosumsi orang lain dengan kata lain Erika meminta tidak ada wartawan. Yoona kembali menyanggupinya.
Lamaran pun terlaksana. Sepakat akad sekaligus resepsi akan di adakan 2 minggu akan datang. Para undangan di minta untuk berpakaian sopan dan tertutup. Setelah sepakat resepsi akan di adakan malam hari. Selama dua minggu mereka seperti biasa layaknya orang tak kenal. Tidak ada yang menonjol. Di area rumah sakit tidak ada yang tahu mereka akan menikah.
Seminggu berjalan, dua minggu berlalu.
Resepsi di laksanakan di hotel dengan view Kota Seoul lengkap dengan kembang api. David menghadiahkan sebuah rumah di pemukiman rumah elit Kota Seoul. Erika memberikan tiket bulan madu kemanapun Erik minta, Adiba memberikan mobil mewah. Adiba mengikuti acara demi acara Erik dengan banyak duduk dengan suami yang tak pernah jauh darinya. Kemanapun Adiba pergi tak pernah lepas dari pengawasan suaminya. Karena kandungan Adiba yang 9 bulan membuat dirinya sangat khawatir.
Setelah resepsi tamu pun telah habis pamit. Selama berjalan menuju kamar. Pasangan suami istri tersebut hanya berjalan beriringan. Malu. Masing masing tidak pernah dekat dengan lawan jenis kecuali keluarga. Erik dan Yoona memasuki kamar mereka. Baru akan mengunci pintu. Pintu di ketuk.
__ADS_1
Erik membuka pintu tampak keluarganya dengan senyum meledek.
" Appa....Eomma....ada apa ngumpul di sini..." tanya Erik heran. Yoona duduk di pinggir ranjang menatap Erik dan keluarganya.
" Kami ga di izinkan masuk nih...." tanya Erika masuk ke kamar Erik. Erik memiringkan badannya agar keluarganya bisa masuk.
" Appa memberikan ini sebagai hadiah pernikahanmu
...." menyerahkan surat kepemilikan rumah. Erik yang masih mode bingung. Perlahan membuka surat yang di berikan David legalitas kepemilikan rumah elit. Erik memandang Appanya tidak percaya.
" Appa terima kasih untuk hadiahnya..." memeluk David. Kemudian berbisik " Terima kasih tetap bersama kami, terima kasih telah memberikan banyak cinta,terima kasih telah memberi kami kebahagiaan..."
__ADS_1