
Inilah hari hariku setelah memeluk Islam. Memberikan aku ketenangan dan kedamaian. Aku juga merasa rezki ku semakin deras. Alhamdulilah untuk semuanya. Tak salah aku memeluk agama Islam. Berkali kali aku mengucapkan hamdalah. Mensyukuri semua nikmatnya.
Masalah jodoh sudah serahkan kepada Allah. Siapapun yang Allah berikan aku akan taat padanya. Karena demikian pergaulan suami istri dalam Islam.
Sementara itu di tempat lain.
Sejak melahirkan Erika menghabiskan waktunya merawat ketiga anak kembarnya. Jika ada waktu sesekali Erika ke rumah sakit. Mengantar makan siang atau sekedar singgah dari tempat lain.
Seperti siang ini tiga anak kembarnya sudah tidur siang. Erika menyiapkan dua porsi makan siang untuk dirinya dan suami. Setelah menyiapkan semuanya Erika menghubungi supir rumah David. Sejak melahirkan Erika masih tinggal di rumah David. Karina belum mengizinkan dirinya pindah kerumah milik Ahsan karena khawatir dengan ketiga cucunya. Kata Erika tunggu besar cucunya, jadilah rumah David riuh dengan suara anaknya dengan Karina dan ketiga cucunya bagi David itulah suara suara yang membuatnya bahagia.
Setelah pamit dengan Karina Erika pun keluar menuju ke mobilnya. Perjalanan yang di tempuh 1 jam. Karina menelepon Ahsan agar menunggu makan siangnya. Ahsan mengiyakan menunggu istrinya datang. Sampailah di rumah sakit milik Ahsan. Benerapa perawat dan dokter menyapanya ramah. Erika membalas dengan tawa lepasnya balas sapa.
" Assalamu'alaykum....."
terdengar suara salam menyapa. Erika menoleh. Kaget melihat Yoona dengan balutan jilbab besarnya
tampak lembut dan keibuan.
" Wa'alaykumsalam....dr. Yoona apa kabar...?
__ADS_1
Erika menjawab salam dan memeluknya.
" Baik...alhamdulillah.....Eonnie..."
" Kamu sudah menikah...?"
Yoona menggeleng. Malu.
" Boleh minta kontak kamu...?..."
Yoona menyebutkan nomor kontaknya. Erika mengetik mencoba melakukan panggilan. Tersambung.
" Assalamu'alaykum....." salam Erika ketika sampai di ruang suaminya. Dengan berjalan cepat Erika langsung menyiapkan bekal makan siang untuk suaminya.
" Wa'alaykumsalam....."...jawab Ahsan mendongakkan kepalanya. Ahsan berjalan mendekati Erika. Memeluk pinggang istrinya yang sibuk menyiapkan makan siang. Membalik tubuh istrinya mencium kening istrinya lembut. Kemudian memeluknya kembali.
" Anak anak lagi ngapain? kamu kok bisa keluar...,?...tannyanya tetap memeluk istrinya.
" Lagi tidur siang, sebelum pergi sudah minta dengan Mamah supaya melihat lihat ketiganya...." Erika menyandarkan kepalanya ke dada Ahsan.
__ADS_1
" Ayo makan...." Erika menyiapkan makanan dan minuman untuk suaminya. Hal hal seperti inilah yang membuat Erika memiliki nilai di hati Ahsan. Ahsan sangat senang jika Erika memperhatikan dirinya hingga ke detil detilnya.
" Sayang.....sebelum ke ruanganmu aku bertemu
dr. Yoona dia sudah menggunakan hijab dia sudah masuk Islam....." dengan semangat berapi api Erika bercerita kepada Ahsan. Ahsan tak peduli dia masih menyuapkan makanan ke mulutnya.
" Bagaimana menurutmu jika kita jodohkan dengan Erik...?"
Ahsan memandang istrinya lekat. Tak habis fikir dengan pola fikir istrinya.
" Memang Eriknya mau...? sebaiknya kamu bicarakan dengan Erik terlebih dahulu, untuk memperkecil masalah yang....." ucapnya sambil melahap makanan yang di bawa istrinya. Erika menatap Ahsan tajam. Ahsan yang sedang lahap menghentikan makannya memandang balik istrinya.
" Baiklah baiklah.....aku akan bicara dengan Erik...." ucapnya tak ikhlas.
" Untungnya cinta kalo gak...uda aku benamin di sungai Han..." batin Ahsan.
" Sayang....kenapa ngomel ngomel...." ujar Erika sambil tersenyum sadis.
"MWO....? mengapa kau tahu..."
__ADS_1
" Jadi benar kau mengomel ngomel di hatimu, dasar tidak ikhlas...." ucap Erika sambil memukul beruntun lengan Ahsan. Ahsan yang di hujani pukulan mensudahi makannya. Kemudian berdiri menggendong istrinya membawanya ke kamar istirahatnya. Penyatuan cinta.