
" Eomma aku datang, bagaimana keadaan Eomma..?
Eomma izinkan aku menikahi Adiba....aku mencintainya, aku bisa gila jika tidak menjelaskan kepadanya langsung..." Ha Jun bersimpuh di hadapan Eomma sambil menangis, Ha Jun membayangkan berpisah dengan Adiba, hatinya hancur, sedih bercampur aduk menjadi satu.
" Bangunlah, bicarakan semuanya baik baik....Adiba bicaralah dengan Ha Jun, selesaikan masalah kalian
dan kau Ha Jun kapan kau membawa ke dua orang tuamu...?"
" Eomma..." pekik Adiba.
" Bicaralah di luar, di luar ada kursi....dan yang harus kau ingat Ha Jun jangan memaksanya atau menekannya..."
David hanya terdiam dan menyaksikan sambil tersenyum, betapa lembutnya Karina memperlakukan Ha Jun. David benar benar bersyukur memiliki istri seperti Karina. Ha Jun mengangkat kepalanya.
" Terima kasih Eomma telah memberi aku kesempatan..." Ha Jun melirik ke Adiba. Adiba acuh tak acuh.
" Ikut aku..." Adiba berjalan ke luar. Ha Jun mengikuti dari belakang. Sampai di sebuah taman mini. Adiba membuka suara.
" Katakan apa yang ingin kau jelaskan...?aku tidak banyak waktu...." Adiba berdiri membelakangi Ha Jun.
__ADS_1
" Baiklah, wanita yang kau lihat kemarin adalah......" Ha Jun menceritakan semua tanpa di tutupi hingga peringatan dari Ryu dan sekarang apa yang di prediksi Ryu terjadi.
" Itulah yang terjadi Adiba, aku setia menung....."
" Cukup aku sudah mendengar semuanya beri aku waktu untuk mempertimbangkan semua..."
" Aku mohon Adiba jangan berpaling aku sanggup menunggumu 3 tahun atau 5 tahun mendatang...."
" Aku akan menghubungimu jika aku sudah menemukan jawabannya..."
" Pulang, istirahatlah di rumah kau harus tetap sehat
Ha jun tersenyum lebar mendengarnya. " Dia masih memperhatikan aku....." seketika wajahnya memerah.
Tersenyum bahagia.
Dua Minggu Kemudian
Hari yang di nanti nanti oleh Adiba. Wisuda kampus. Hanya Appa dan Erik yang menemani, Eomma di rumah menjaga si kembar. Adik Adiba kembar sepasang, laki laki dan perempuan. Appa dan Erik sudah siap dari tadi menunggu Adiba yang sedari tadi belum keluar keluar. Sesekali melirik pintu kamar Adiba.
__ADS_1
" Ayo cepat nanti terlambat....." ucap Adiba terburu buru memakai sepatu. Meninggalkan dua orang yang menunggunya sedari tadi. Appa dan Erik saling pandang kebingungan. Karena mereka sudah siap lama, hanya menunggu Adiba. Keduanya menghembuskan nafas kasar. Sabar. Sebelum mencapai pintu Adiba berteriak lagi
" Eomma doakan supaya mendapat dapat nilai tertinggi ya..." tanpa menunggu jawaban Adiba berlari ke mobil. Appa dan Erik lagi lagi hanya saling pandang dan menggeleng kepala.
Sesampai di kampus acara pun di mulai. David dan Erik duduk paling depan khusus undangan VVIP.
Siapa yang tidak mengenal David Lee pengusaha sukses di Kota Seoul. Acara di lalui dengan tertib dan khidmat. Sampailah acara yang di nanti pengumuman mahasiswa nilai tertinggi dan penempatan kerja seperti biasa hanya tiga orang dengan IP tertinggi akan mendapat posisi kerja.
Terdengar MC memanggil mahaisiswa peringkat ketiga selanjutnya kedua dan yang terakhir.
" Tahun ini yang mendapat IP tertinggi jatuh kepada
.......Adiba sastro wardoyo Lee......harap maju ke panggung...." terdengar MC memanggil dirinya.
Adiba langsung berdiri dari tempat duduknya. Wajah yang berbinar binar. Sebelum mencapai panggung dia memeluk Appa dan Erik. Terharu. Tidak sia sia pengorbanannya. Kemudian melanjutkan langkahnya ke atas panggung.
" Inilah mahasiswi yang mendapat IP tertinggi dan penempatan kerja di...." Ha Entertaiment "
Whoooooaaaaaa...mahasiswa kagum. Siapa yang tidak iri? di perusahaan tersebut ada BTS kpop yang mendunia. Bekerja di sana akan sering melihat dan bertemu mereka.
__ADS_1
Adiba " Mwooo" ekspresi wajah kaget. " Itukan perusahaan Ha Jun".