Indonesia Dan Korea

Indonesia Dan Korea
Kiriman Bunga


__ADS_3

" Bagaimana adik saya dokter..? apakah di baik baik saja..?....kejar Eun Hye.


" Untuk saat ini dia baik baik saja, dia hanya minta untuk di temani itu saja....jawab Erika dengan senyum tipis.


Eu Hye dan Erika memasuki ruangan dimana adiknya di rawat. Eun Hye memegang tangan adiknya sesekali mengelap keringat yang mengucur.


Sesekali Eun Hye memberi semangat kepada adiknya.


" Dokter Erika sudah pembukaan 10 " lapor salah seorang perawat. Erika yang sedari tadi duduk menunggu menganggukkan kepala. Ia pun berdiri


" Ayo ibu semangat, jangan takut ada saya membantu dan mendampingi.....Bismillahirrahmanirrahim...ayo mengedan....iya...sedikit lagi....." Erika terus memberikan semangat. Ibu muda terus mengedan dan mengedan lagi dan suara tangisan bayi pun terdengar.

__ADS_1


" Selamat ibu bayinya perempuan, cantik seperti ibunya, ibu tugas saya sudah selesai selanjutnya akan di bereskan dengan asisten saya dan beberapa perawat cantik di sini....saya permisi ...." Erika menundukkan badan, tersenyum, lalu keluar dari ruangan bersalin. Setelah keluar dari ruangan bersalin mencuci tangan mengganti baju khusus bersalin. Dia pun mengecek data pasien selanjutnya. Melanjutkan dan menyelesaikan pekerjaannya. Akhirnya waktu pulang tiba. Erika membereskan jas dokter stetoskop dan merapikan baju serta penampilannya.


Mengisi absen hadir dan pulang secara online Erika pun berjalan menuju di parkiran.Ternyata Eun Hye memarkir mobil di sebelah mobil Erika.


" Dokter...." panggilnya.


Erika pun menoleh. " Ya...." sahut Erika.


" Suaminya sudah di hubungi...? " Tanya Erika.


" Suaminya meninggal saat perampokan di rumahnya. Seminggu yang lalu. Saya menjemputnya ahar tinggal di rumah saya. Saya juha mengambil cuti kerja untuk fokus kepadanya. Terima kasih atas pertolongannya. Apakah dokter lelah..? kalau tidak lelah saya akan mentraktir makan atau cemilan dan minuman...?"

__ADS_1


" Terima kasih tetapi saya sangat lelah saya merindukan rumah dan keluarga saya, saya permisi ......" Erika menundukkan badannya. Berjalan ke mobilnya. Menghidupkan mesin mobil melaju meninggalkan parkiran. Tak lupa Erika mengklakson Eun Hye sebelum meninggalkannya. Erika dan Eun Hye tidak menyadari ada sepasang mata yang mengawasi mereka dengan penuh cemburu. Ia adalah Dae Hyun dia berencana keluar rumah sakit untuk beberapa keperluan. Sebelum keluar dia melihat dan Eun Hye bicara dengan akrab sesekali bercanda tawa, Dae Hyun cemburu sangat cemburu.


Keesokan harinya. Erika sudah tiba di rumah sakit dia langsung masuk ke ruangannya. Mengisi absen online. Setelah mengisi dia meraih jas dokter dan stetoskop. Merapikan baju dan jilbabnya. Keluar ruangan untuk memeriksa pasien. Saat akan melewati lobby.


" Dokter Erika...." teriak staff recepsionist dia melambaikan tangan. Erika pun datang mendekat. Dae Hyun pun baru tiba ia berjalan menuju ruangannya.


" Tadi ada kurir yang menitipkan bunga untuk dokter dia tidak mengatakan siapa yang mengirim. Tapi bunga ini sangat cantik. Ada pesannya dokter....." heboh staff resepsionis.


" Gomawoe...." ujar Erika tersenyum.


Dae Hyun menghentikan langkahnya mendengar staff resepsionis tersebut. Ia menoleh melihat ekspresi Erika. Kemudian melanjutkan langkahnya menuju ruangan. " Aku harus cepat mengambil langkah, ternyata banyak yang menyukainya jika ia memilih salah satu dari mereka bagaimana....? ahh aku harus bicara dengan Abeoji ".

__ADS_1


Erika mengernyit. Heran. Siapa yang mengiriminya bunga fikirnya. Erika memgambil bunga tersebut menciumnya dan membawanya ke ruangan diambilnya vas yang telah di sediakan pihak rumah sakit di tatanya bunga tersebut di letakkan di mejanya. Erika tersenyum. " Cantik..." pujinya. Setelah menata dan merapikan sedikit mejanya Erika keluar ruangan untuk memeriksa pasien.


__ADS_2