
Saat wanita datang menerobos kamar Ahsan dan Erika. Erik tahu cuma ia membiarkan ia akan melihat bagaimana reaksi Ahsan dan menyelesaikan masalahnya. Setelah wanita itu pulang, Erik berprediksi pasti Ahsan akan keluar dari kamarnya karena tidak bisa tidur atau memikirkan solusi masalahnya. Dan prediksinya benar Ahsan keluar dari kamarnya. Erik yang dari tadi berjaga ketika mendengar suara pintu langsung membuka pintu kamarnya juga ia sempat mendengar Ahsan mengatakan " Gomawoe..".
Setelah semua di rasa aman Erik kembali ke hotel. Di lihatnya melalui CCTV Ahsan sudah memasuki kamarnya. Erik pun kembali ke hotel dan beristirahat.
Keesokan pagi dua keluarga sudah sarapan di ruang makan hotel. Ahsan dan Erika belum keluar dari kamar mereka. Karina mulai tidak tenang mungkin karena bawaan hamil dia begitu mencemaskan Erika.
" Yeobo aku begitu mengkhawatirkan Erika, apakah tak apa jika aku mengunjunginya di kamar? "
" Kita tunggu 5 menit lagi kalau Erika tidak keluar juga kita ke kamarnya...." jawab David tersenyum.
Setelah menunggu 5 menit Erika tidak keluar. Karina dan David bangkit dari duduknya. Ketika mereka bangkit tampaklah Erika dan Ahsan sedang bergandengan tangan. Melihat mereka bergandengan tangan cukup menenangkan Karina.
" Eomma sudah makan? " tanya Erika.
" Eomma sudah makan, kau dan suamimu makanlah yang kenyang, Erika apakah kau baik baik saja...? Eomma mencemaskanmu....
" Alhamdulilah baik Eomma......." jawab Erika tersenyum lembut. Eomma memandang Ahsan.
Ahsan tersenyum. Eomma mengangguk.
" Kau sudah melihat keduanya, sudah tenangkan...?
__ADS_1
tanya David. Erika mengangguk.
" Kau mau kemana? hari ini aku ingin kita menghabiskan waktu berdua? atau kau ingin kita membawa Erik dan Adiba?..." tanya Erik lagi.
" Aku ingin membawa mereka juga, jika mereka sudah menikah kita belum tentu bisa bersama sama lagi..oya yeobo bagaimana menurutmu aku mengajukan pensiun dini atau mengundurkan diri dari PNS di Indonesia?....
" Menurutku sebaiknya kau mengundurkan diri, aku akan minta sekretaris Kim mengurus semuanya, tak perlu memikirkan apa apa lagi semuanya serahkan pada sekretaris Kim....
" Yeobo, aku mencintaimu....
" Aku lebih mencintaimu..." Mereka berpandangan selanjutnya tertawa bersama.
Erik dan Adiba tersenyum bersama. Menyaksikan kebahagiaan kedua orang tuanya.
" Aku masih lama, mau selesaikan kuliah...
" Adiba aja yang nikah muda....
" Kalo ada yang ngelamar kenapa nggak...
" betul...? Aku akan bilang kepada Appa agar kau segera di nikahkan....
__ADS_1
Adiba pun mencekram lengan abangnya.
" Bang...please deh....." sambil manyun. Erik hanya tertawa lucu melihat ekspresi adiknya.
Flasback
Ketika bangun pagi hari Erika terkejut posisinya sudah seperti guling. Tangan dan kaki Ahsan sudah menimpa tubuhnya. Perlahan Erika mengangkat tangan dan kaki suaminya. Erika ke kamar mandi. Berwudhu kemudian dia membangunkan suaminya.
Menggoyang tubuh Ahsan, lengannya juga Erika goyang tapi suaminya tak terbangun juga. Dengan sedikit keberanian Erika mencium pipi suaminya. Mata suaminya langsung terbuka. Diraihnya tubuh istrinya di peluknya erat.
" Maafkan aku sayang......" di ciumnya kening istrinya.
" Ayo sholat......" ajak Erika.
Setelah sholat Ahsan menceritakan semua termasuk membawa Ara ke ruangan bawah tanah Abeoji. Setelah Ahsan selesai bercerita. Erika hanya tersenyum
" Aku sudah tahu......." diraihnya hand phonenya. Erika membuka video dan menunjukkan kepada Ahsan.
" Kau dapat darimana video ini..? apa dari bodyguard ku?.." tanya Ahsan.
Erika menggeleng. " Aku bahkan tak tahu bodyguard yang kau maksud, aku memdapatkan dari Erik, bahkan di jam tangan kami ada tali tajam, GPS, bahkan multi fungsi jadi siapapun yang mendapat kesulitan keluarga yang lain langsung datang dan membantu...."
__ADS_1
Flashback End