
" Tuan Besar selama ini bodyguard Ha Jun melindungi Adiba ada lima orang bodyguard yang selalu mengikuti Nona dan melaporkan kepada Ha Jun...."
" Kau sudah bekerja keras, tetap lindungi anakku infokan apapun yang terjadi..." perintahnya.
" seojunghan (sayang) siapa yang kau telepon..? mengapa wajahmu menegang..?
David Lee menatap wajah istrinya. Kemudian mengecup keningnya dengan lembut. Pandangan David Lee turun ke perut Karina. Ia berjongkok " Sayang cepatlah lahir Appa tak peduli kau lelaki atau perempuan yang terpenting kau sehat disana...." mencium lembut perut Karina. Karina tersenyum kandungannya sudah 8 bulan.
" Sayang kau belum menceritakan siapa yang kau telepon tadi..." menggelayut manja di lengan David Lee.
" Duduklah di dekat ku, aku akan menceritakan semua, jangan terlalu lama berdiri nanti kau lelah,....." seraya menuntun Karina ke sebuah sofa.
" Sayang....." rajuk manja Karina.
" Ya ya...aku bercerita, aku tahu anak anakmu semua mempunyai keahlian melindungi diri. Aku tahu di jam mereka ada senjata berbahaya, ada GPS atau semacamnya dan itu semua ulah Erik, tetapi aku tetap khawatir jadi aku menugaskan tim keamanan D Corporation melindungi dan mengikuti anak anakku. Aku tahu semua apa yang terjadi dengan anak anakku....." mengalirlah cerita tentang Erika dan Ahsan, Erik dan Adiba Ha Jun.
__ADS_1
" Ada yang menarik dengan Ha Jun, dia selalu mengawal Adiba dengan bodyguardnya kemanapun Adiba pergi mereka selalu di dekat Adiba. Sehingga Adiba mulai akrab dengan mereka. Aku bisa melihat keseriusan Ha Jun. Menurut Info mata mataku sudah lama Ha Jun menyukai Adiba, tetapi Adiba tidak pernah memberikan komitmen padahal dia juga menyukai Ha Jun maksudku sayang...bagaimana jika Adiba menikah dengan Ha Jun? Apakah kau setuju?
..."
" Kalau kau menanyakan denganku, maka semuanya akan ku kembalikan kepada Adiba...."
" Kalau Ha Jun datang ke rumah menyatakan keseriusannya bagaimana?..."
" Sayang aku sudah katakan, semuanya aku kembalikan kepada Adiba.."
David Lee dan Karina saling memandang. David pelan menyentuh bibir istrinya. Dan Karina pun membalas. Lama mereka saling ******* mereguk kenikmatan. David Lee tak tahan lagi. Mengangkat istrinya ala bridal style berjalan menuju kamar dan menutup pintu. Dan suara suara desahan dan kenikmatan berasal dari kamar itu.
Adiba di minta menunggu di lobby. Adiba menunggu sambil memainkan hand phonenya. Setelah menunggu 15 menit terdengar suara langkah kaki. Adiba masih sibuk dengan hand phonenya. Hingga tampaklah di depannya sepatu pentofel Adiba perlahan mengangkat kepalanya tampaklah wajah Ha Jun sedang tersenyum. Adiba menunduk malu. Kemudian berdiri mengambil tas dan buku bukunya.
" Anneyongseiyo...." menundukkan badannya.
__ADS_1
Ha Jun menatap Adiba sambil tersenyum.
" Emmhh kata bodyguard itu kalau mau melihat pelaku kejahatan di kampus tadi aku di minta untuk ke Ha Development apakah aku salah informasi..?"
" Tidak kau sudah benar, ikutlah denganku..."
Adiba dan Ha Jun berjalan beriringan. Sampai di depan sebuah pintu. Ha Jun memegang handle pintu
dan Adiba menutup mulutnya denga tangan.
Tampak olehnya Choi Yoori dan ketiga pelaku yang membekapnya di kampus dalam keadaan terikat dan lakban.
" Ha jun......" pekik Adiba.
" Mengapa kedua orang tuanya ikut kau ikat? dan diaa...." menunjuk adik Choi Yoori.
__ADS_1
" Allahu Akbar......" Adiba tak tega. Ia berjalan cepat membuka lakban ibu Choi Yoori yang tampak sangat pucat.
" Ambilkan air minum...." pintanya dengan salah satu bodyguard di dekat Ha Jun. Bodyguard itu menatap Ha Jun. Ha Jun mengangguk. Bodyguard itu berlari ke pantry secepatnya mengambil 2 botol air minum dan kembali ke ruangan X.