
" Saranghae...." memeluk Erika. Erika tersenyum. ketiga anak kembarnya juga ikut tertidur pulas.
Karina dan keluarganya tiba di rumah sakit asisten Ha Jun mengantarnya sampai di depan ruangan. Karina tidak mengetuk langsung masuk membuka pintu ruangan. Terlihat Erika dan Ahsan tidur sambil berpelukan. Wajah tegang Karina berganti dengan senyuman. Karina berjalan menuju si kembar. Karina dan David berpandangan selanjutnya tersenyum si kembar masih tertidur pulas. Erik duduk di sofa. Mengeluarkan hand phone mulai membuka sosmednya. Karina dan David berjalan ke arah Erik dan duduk di sebelahnya.
" Rik kamu ga pingin kayak Erika?..." tanya Erika menggoda.
David hanya tersenyum. Erik manyun.
Setelah mereka duduk 15 menit. Ahsan terbangun. Dia terbangun karena mendengar suara Karina dan David yang sedang mengobrol. Melihat Ahsan terbangun.
Karina bertanya " Apa kami mengganggumu..?" tanyanya setengah berbisik.
Ahsan menggeleng bangun ke kamar mandi. Setelah selesai. Ahsan keluar.
__ADS_1
" Eomma Appa sudah makan..? Hyung..?.."
Aku pesan kan makanan ya sudah lama kita tidak makan bersama..."
Ahsan menelepon asistennya untuk memsan makanan halal dan beberapa cemilan. Saat mereka sedang makan sambil mengobrol ringan Adiba tiba dan suaminya. Mereka ikut makan. Adiba juga bertanya pada Ahsan bagaimana janji temu dokter. Ketika tengah mengobrol Erika bangun. Melihat keluarganya berkumpul dia tersenyum bahagia. Melihat semua keluarganya makan Erika pun berusaha bangun Ahsan yang melihatnya meletakkan makanannya berlari ke arah Erika. Membantunya bersandar di kepala tempat tidur.
" Sayang...lapar..?.." Erika mengangguk.
Ahsan menelepon asistennya lagi meminta agar menyiapkan makanan untuk Erika yang penuh gizi.
Ahsan menyuapi Erika makan sesekali melap mulut Erika yang belepotan. Erik masih cuek dengan hand phonenya Adiba yang bersandar di lengan Ha Jun. Karina bersyukur pada Allah hidupnya sudah sempurna anak dan menantu sudah bahagia. Karina menoleh menatap David. David merasa di tatap menoleh Karina tersenyum.
" Hyung....kau tak ingin seperti aku dan Erika...kalau sudah halal lebih nikmat loh...." sambil menjulurkan lidahnya dan tersenyum licik.
__ADS_1
Erik menatap sinis Adiba. Huh. Selalu aku yang di bully batinnya. Erik berjalan keluar sebelum berjalan keluar dia melototkan matanya pada Adiba. Adiba menjulurkan lidahnya dengan kalem. Weeekkk. Ha Jun memencet hidung Adiba sambil menolehkan wajahnya ke arah Erika.
" Oya Hyung karena kami sudah di rumah sakit bisakah kami memastikan kehamilan Adiba...?.."
" Sebentar aku hubungi asistenku..." Ahsan mengambil hand phonenya menghubungi Asistennya.
" Ha jun ikutlah dengan asistenku, aku akan menjaga Erika..."
Asisten Ahsan mengetuk pintu. Ahsan mempersilakan masuk.
" Antarkan adikku ke dokter kandungan terbaik di rumah sakit ini, oya aku tahu kau lelah setelah Erika dan anak anakku tenang aku akan memberikanmu bonus..." Wajah asisten Ahsan berbinar.
" Tenang boss...aku sabar menunggu... Mari Tuan saya antar..."
__ADS_1
Ha Jun menggandeng Adiba berjalan mengikuti asisten Ahsan. Sepanjang perjalanan bagi yang mengenal dan tahu siapa Ha Jun mereka memandangi sambil berbisil bisik. Ha Jun cuek tetap menggandeng Adiba. Ha Jun hanya berharap agar Adiba benar benar hamil memiliki anak kembar seperti Erika. Ha Jun berdoa dan berharap kepada Allah dari dalam hati terdalam.