Indonesia Dan Korea

Indonesia Dan Korea
Nyonya Besar


__ADS_3

" Yeobo kau kenapa? keletihankah?...." sambil memegang tangan Erika. Sebenarnya pagi tadi Erika merasa kelemasan malas beranjak dari tempat tidurnya Ahsan juga melarangnya ke rumah sakit. Tidak enak dengan pasien sudah buat janji jauh jauh hari alasannya.


Ahsan kaget melihat istrinya pingsan, Ahsan memboyong istrinya ke kamar VVIP di sebelah kamar Karina.


Ahsan segera menelpon dokter umum cuma itu yang terlintas di kepalanya saat ini. Sambil menunggu istrinya sadar Ahsan memegang erat tangan istrinya. Rasa khawatir membuncah di dadanya.


Dokter yang di tunggu pun tiba. Dia memeriksa semuanya sesuai prosedur kesehatan. Dokter tersebut meminta izin untuk mengambil sampel darah. Ahsan mengizinkan dan berpesan agar segera memberikan hasil tes, dengan kata lain darah Erika menjadi prioritas.


Hasil laboratorium sudah keluar. Staff rumah sakit mengantarkan hasilnya kepada Ahsan di ruang VVIP. Setelah mengucapkan terima kasih Ahsan membuka amplop besar hasil lab. Antara takut dan cemas Ahsan membuka amplop hasilnya Erika positif hamil usia kandungan 8 minggu. Ahsan sangat bahagia dia mencium istrinya yang sedang pingsan. Di pipi, mata kiri kanan, kening dan terakhir bibir. Karena merasa terganggu Erika membuka matanya.


" Yeobo kau sudah bangun...?.." Ahsan mmeluk erat istrinya.


" Selamat sayang....dirimu akan menjadi Eomma dan aku akan menjadi Appa..." ujar ahsan dengan senyum manisnya.


"


사실인가요 ( sasil-ingayo) benarkah..?" Erika tersenyum senang .


" Alhamdulilah, berapa usia kandungannya?"..

__ADS_1


" Dua minggu...."


Mereka berpelukan bahagia.


Di tempat lain


" MWO...." berani sekali dia mengganggu kebahagiaan anakku, daripada anakku yang gila lebih baik gadis itu yang gila, apa dia tak tahu bagaimana perjuangan anakku..dimana dia sekarang?.." ucap ibu Ha Jun


" Baiklah, aku segera ke sana...tunggu di lobby"


Mama Ha Jun memgambil tas dan hand phonenya kemudian jalan tergesa ke perusahaan Ha Jun. Supir yang menunggunya di depan pintu mulai menjalankan mobilnya.


Sesampai di Ha Entertaimen.


PLAAAAKKKK


Sebuah tamparan mengenai pipi kanan.


" Berani sekali kau merusak kebahagiaan anakku,

__ADS_1


entah datang darimana langsung menggoda anakku ha..? Sekali lagi aku melihatmu di negara ini dengan tanganku sendiri aku membunuhmu...."


Adiska sambil menangis menggeleng. Ketakutan merayapi hatinya.


" Ri....Ryu.....Ryu.....hancurkan perusahaan Ayahnya usir dia dari negara ini jika dia kembali lagi ke negara ini bunuh dia, kirim mata mata untuk mengawasinya".


Ryi melepas lakban dimulut Adiska. Karena melihat Adiska yang ingin berbicara.


" Maafkan saya Eomma....ak...." belum sempat menyelesaikan kata katanya mama Ha Jun langsung memotong.


" Aku bukan Eommamu..."


" maafkan saya bibi...saya berjanji akan pergi setelah keluar dari ruangan ini, saya berjanji...." ucap Adiska sambil menangis.


" Kau salah memilih musuh naakk..." ucap mama Ha Jun sambil menatap sinis Adiska.


" Kau antar dia ke bandara..." Ibu mama Ha Jun memberi ultimatum kepada salah seorang bodyguard. Bodyguard itu menundukkan badannya.


Lalu melepaskan ikatan di tangan dan kaki Adiska.

__ADS_1


Mama Ha Jun menatap sinis pada Adiska ketika melewatinya.


" Tak akan kubiarkan duri duri kecil menjadi pengganggu kebahagiaan anakku, dia harus bahagia, sesuai dengan pengorbanannya..". ucap mama Ha Jun sambil memandang ke luar melalui jendela.


__ADS_2