Indonesia Dan Korea

Indonesia Dan Korea
Choi Yoori


__ADS_3

" Kyaaaaaaa, kau ini terus bercanda, tapi kalau ada yang menyayangi ku tulus boleh juga dehh....dari pada aku merasa kecewa padahal tidak ada ikatan. Kecewa karena sudah menitipkan hati pada orang lain......" ucapnya sambil memandang ke jalanan.


Sejak melihat Ha Jun di peluk wanita lain Adiba sangat fokus dengan kuliah. Ia ingin kuliahnya segera selesai. Mengingat peraturan dari pihak kampus kuliah S1 harus selesai 4 tahun sebenarnya bukan peraturan kampus tapi peraturan di Korea Selatan.


Sudah beberapa kali setiap mau pulang dia melihat Ha Jun di gerbang Adiba memilih kembali ke Perpustakaan. Tidak mau hatinya di ombang ambing atau tersakiti lagi.


Hingga pada hari itu masuk sebuah pesan dari Ha Jun. Drrttt drrrttt


" Adiba bisakah kita bertemu hari ini..? Ha Jun.


" Ada apa Ha Jun?"


" Aku mau menjelaskan sesuatu padamu..."


" Tidak ada yang perlu dijelaskan, aku baik baik saja, aku harus fokus dengan kuliahku insyaallah sebentar lagi selesai..." Adiba menolak secara halus. Adiba berfikir kalau Ha Jun memang jodohnya pasti Allah mudahkan. Lebih baik Adiba fokus ke kuliah dengan nilai yang baik agar membanggakan kedua orang tuanya agar secepatnya ia mendapat pekerjaan tanpa bantuan milyuner seperti Appanya.


Ha Jun kecewa dan sedih. Bertahun tahun dia menjaga Adiba berharap hanya dia yang bersanding dengan Adiba. Tetapi karena wanita itu Adiba menjauh. Ha Jun sangat kesal. Teringat akan kejadian beberapa hari yang lalu.

__ADS_1


Flashback


" Sayang..." wanita tersebut langsung memeluk Ha Jun. Ha Jun saat itu sedang memandang Adiba terkejut. Tiba tiba ada yang memeluknya. Adiba pun sama kaget.


" Lepas...." menghentakkan tangan gadis itu,


" Mau apa datang ke kantorku..? " Ha Jun memandang gadis itu tajam.


Kita akan makan siang seperti biasa..."


" Ha..? apa kau gila aku tidak pernah makan siang denganmu...."


Adiba merasa hatinya tersayat. Matanya sudah berkaca kaca. Rasa kecewa dengan Ha Jun. Kecewa dengan apa yang dia lihat.


" Maaf Ha Jun sepertinya aku harus pulang...."


Adiba berdiri mengambil tas dan buku bukunya.

__ADS_1


" Permisi...." ia berjalan cepat keluar menuju pintu keluar. Bodyguard yang biasa menjaga Adiba mulai berjaga. Suara hand phone dari salah satu bodyguard.


" Jaga dia, jangan sampai lepas dari pandangan kalian....biiiip.." hp langsung di matikan.


Setelahnya Ha Jun memandang wanita tersebut dengan penuh amarah. Mencekram lengan gadis itu dengan kasar.


" Dengar Choi Yoori aku sudah sampai di ambang batas kesabaran. Setiap ada wanita yang datang ke ruanganku kau selalu bertingkah. Setiap aku ganti sekretaris wanita semua kau ancam. Dengar .....kalau sampai Adiba tidak mau dengan ku karena ulahmu, kau dan orang tuamu ku pastikan tidak akan hidup tenang, karena kesabaranku sudah habis. Aku sudah pernah katakan padamu setitik debu pun tidak ada rasa cinta padamu, Paham...?


KIIIMMMM......" Ha Jun berteriak.


Datanglah sekretaris Kim Ha dengan wajah kesal menatap Choi Yoori yang ketakutan.


" Hancurkan perusahaan Ayahnya tanpa sisa sedikitpun, dan usir wanita ini, ke depannya jangan biarkan dia masuk....."


Kim menyeret wanita itu, saat kesadaran Choi Yoori pulih.


" Ha Jun, Ha Jun....aku mohon jangan libatkan Ayahku......" sambil memohon, berlutut di kaki Ha Jun

__ADS_1


Tapi sekretaris Kim sudah menarik dam menyeretnya.


" Nona aku sudah pernah mengingatkan padamu, Tuan Muda sudah memiliki wanita yang dia cintai bahkan sudah sangat lama, yang membuat Tuan Muda semangat mengelola perusahaan Tuan Besar agar ia layak dan pantas bersanding dengan keluarga wanita tersebut. Karena keluarga tersebut keluarga milyuner. Dan Kau tahu Nona...? Tuan Muda menunggu bertahun tahun tanpa kepastian dari wanita tersebut tapi dia tetap menunggu, Dan kau paham Nona..? bertahun tahun dia menunggu kemarin wanita itu datang dan kau merusak segalanya.....bersyukurlah hanya perusahaan Ayahmu yang hancur tapi Nona dan keluarga tidak di bunuh Tuan Muda....


__ADS_2