Indonesia Dan Korea

Indonesia Dan Korea
SM Coex Atrium


__ADS_3

Setelah sholat maghrib Adiba memakai baju yang tertutup lalu memakai hijabnya saat mandi Adiba sempat kaget melihat leher dan dadanya penuh dengan kemerahan bahkan ada yang keunguan. Dia hanya menggeleng cemberut melihat ke arah suaminya. Yang lihat hanya senyum senyum puas.


" Sayang kita keluar....jalan jalan, cari cemilan, ayolah aku hanya ingin seperti yang lain bergandengan dengan pacarnya aku hanya ingin menggandeng suamiku..milikku masih sakit." mencoba merayu


sambil mengoyang goyang lengan Ha Jun.


" Aku harus berhasil membawanya keluar.."tekad Adiba.


" Baiklah baiklah kau mau kemana hmm...?.."


" Ke mall jalan terus kita cari tempat makan berdua ya...." senang rayuannya berhasil.


" Aku sudah siap...." berjalan menyiapkan baju suami


" Kalau pake kaos mau nggak? kesannya santai gitu..."

__ADS_1


Ha Jun sangat senanh ketika Adiba memperhatikannya. Dia masih ingat bagaimana rasanya menatap Adiba dari kejauhan, menjaganya dari kejauhan, sekarang bahkan dia bisa menidurinya kapan saja dia mau. Dan Adiba tidak pernah menolak. Ha Jun bangkit memeluk pinggang Adiba dari belakang.


" Terima kasih mau menjadi istriku aku berjanji kaulah permaisuri dihatiku....


Adiba mematung kemudian berbalik menatap Ha Jun


" Saranghae ...." mencium pipi Ha Jun. Ha Jun kaget lalu mencium bibir Adiba. Adiba sempat terhanyut alarm berbunyi di kepalanya. Kalau dibiarkan bisa jadi batal jalan jalannya.


" Ayo kita pergi....."


Adiba hanya berjalan dan melihat dia bingung mau membeli yang mana semuanya bagus dan mahal menurutnya. Appa Adiba memang memberikan kartu kredit unlimited dan itu Adiba gunakan bila mendesak. Sedari kecil Karina selalu mengajarkan kesederhanaan. Walaupun Appanya seorang milyurder Adiba selalu menggunakan angkutan umun. Lebih nyaman menurutnya bisa melihat lihat jalanan Kota Seoul. Erik juga sama seperti Adiba sederhana. Adiba dan Erik selalu merahasiakan siapa kedua orang tuanya.


Ha Jun membawa Adiba ke tempat pakaian dalam wanita. Adiba kebingungan sekaligus malu.


" Sayang kau mau membeli apa di tempat seperti ini..?..."

__ADS_1


" Ini....." Ha Jun membeli sebuah lingeri berwarna hitam. Wajah Adiba memerah. Adiba pun berbisik


" Sayang aku malu...."


" Kenapa malu..? aku suamimu...."


" Bisa semalaman begadang kalo aku memakai baju itu..." batin Adiba.


Adiba membiarkan suaminya mengambil lingeri dan membawanya ke kasir membayar dengan kartu kredit. Mereka berjalan lagi. Adiba melihat sebuah tempat yang menjual es cream. Adiba menarik lengan Ha Jun ke arah penjual es cream. Ha Jun hanya tersenyum. Sejak menjadi suami Adiba dia tidak pernah berhenti tersenyum. Ia membiarkan Adiba menikmati es creamnya.


Ha Jun duduk di sebelah Adiba, menatap istrinya yang sibuk menjilat es cream dengan ekspresi bahagia. Mengeluarkan Hand phonenya melihat email dan pesan yang masuk.


Tak terasa waktu terus berjalan. Ha Jun melihat jamnya. Sudah 2 jam dia berjalan jalan dengan Adiba.


" Adiba apakah kau ingin membeli sesuatu yang lain? kita akan segera kembali ke hotel..?..."

__ADS_1


" Tidak...aku sudah kenyang.." lalu dia menunjukkan cemilan yang di belinya.


__ADS_2