
Abeoji menunjuk dengan matanya sebuah amplop besar. Dae Hyun mendekat mengambil amplop tersebut tampaklah biodata Erika, keluarganya secara global tidak mendetil, dan keyakinan serta tampak foto Erika ada yang sedang membuka pintu mobil, ada yang sedang tertawa dengan teman temannya Dae Hyun mengernyit mengingat foto yang tertawa ini Dae Hyun menatap Erika dari kamar pasien melalui jendela ia tengah tertawa riang dengan temannya.
" Bagaimana Erik kau bisa membantuku...?
" Ye....aku akan mengatur janji dengan pengurus masjid pusat Kota Seoul. Aku akan mengabarimu....
sekarang kita makan...." Erik dan Dae Hyun makan sesekali mereka bercanda.
" Bisakah kau merahasiakan ini dari Erika aku ingin memberi kejutan padanya sekaligus menikahinya
setelah memeluk Islam aku ingin bersama Abeoji melamar Erika sekali lagi sekaligus merencanakan resepsi....
" Ingatlah pesan ku ini kakak ipar...bila kau berani membuat kakakku menangis atau kau berselingkuh kau akan ku habisi, kau belum mengenal aku..."
" Kenapa kau tidak membuka matamu sudah sampai di sini perjuanganku, mengapa masih bertanya...."
__ADS_1
" Aku hanya mengingatkan karena Erika adalah satu satunya kakakku dan aku satu satunya lelaki di rumah jadi aku harus menjaga keluargaku semaximal mungkin....."
" Ketika kau sudah menikah kau juga harus menjaga adikku Adiba sebaik mungkin, walau pun dia sudah kuliah dia masih manja dengan aku atau Appa...."
" Baiklah....ayo kita lanjut makan, aku akan pesan makanan untuk Erika, katanya dia puasa jadi aku akan pesan makanan untuk berbuka kalau lagi banyak pasien bisa jadi dia tidak makan seharian...."
" Aku titip kakakku, kalau sampai terjadi apa apa kau orang pertama yang aku datangi...."
" Baiklah baiklah....." Dae Hyun memutar matanya malas.
Setelah selesai makan mereka mereka berkemas Erik kembali ke kampus dan Dae Hyun kembali ke rumah sakitnya. Setelah sampai ke rumah sakit Dae Hyun langsung ke ruangan Erika dilihatnya Erika tertidur dengan nyanyak. Dae Hyin merasa iba diambilnya selimut kemudian menyelimuti Erika. Meletakkan makanan yang dia beli di atas meja dengan sedikit note. Setelah semua Dae hyun rasa sempurna ia kembali ke ruangannya.
Sementara itu Erik menelepon Appanya ternyata Appa di kantor ada Eomma yang menemaninya.
Erik pun langsung ke kantor Appanya.
__ADS_1
" Appa......." berjalan mendekatinya menyalimi Appa dan Eomma. Setelah menyalami Eomma Erik duduk dekat Eomma memeluk Eommanya.
" Eomma apakah adikku baik baik saja....." tanyanya.
" Insyaallah baik... bagaimana dengan kuliahmu...?"
" Sejauh ini lancar Eomma..."
" Oya Appa ini mengenai Dae Hyun, tadi kami bertemu dan makan siang bersama dia bilang ingin memeluk Islam, ....." mengalirlah cerita Dae Hyun.
" Begitulah Appa, coba tanya bagaimana perasaan Erika jangan sampai dia merasa terpaksa, nanti malam saat kita berkumpul di ruang tv kita akan tanya secara jelas dengannya....Appa makan siang bareng yukk...sudah lama kita tidak berkumpul dan makan bareng sekalian keluar kita jemput Adiba dan Erika, Apa perlu ajak Dae Hyun...?"
" Ajaklah....sekalian kita bicara secara jelas dengan Erika...
" Di rumah makan yang biasa kita makan Eomma...?
__ADS_1
" Ye....
Erik pun menghubungi Dae Hyun ia juga mengatakan kalau Erika belum tahu kalau ia ikut. Karena di tempat makan nanti mereka akan bicara serius Dae Hyun mengiyakan. Tempat sudah di pesan VVIP agar mereka mudah mengobrol.