
" Sekretaris Kim pecat orang ini, tarik semua fasilitasnya, aku tidak mau melihatnya lagi....
"Tuan.....Tuan....
Ha Jun tak peduli. Sekretaris Kim Ha membisikkan sesuatu wajahnya langsung berubah.
" Ayo kembali ke kantor..."
Rombongan Ha Jun berarak arakan menuju HA DEVELOPMENT. Melihat Tuan Mudanya sangat marah sekretaris Kim Ha menelepon bodyguard Adiba. Meminta agar ke kantor agar amarah Ha Jun mereda.
Setiba di kantor Ha Jun sedikit berlari dia tak mau Adiba menunggu terlalu lama di ruangannya. Pegawai yang melihat Big Boss berlari merasa aneh biasanya dia sangat menjaga wibawanya. Sebelum masuk ke ruangan dia mengkode sekretaris Kim Ha apakah dia sudah rapi. Sekretaris Kim Ha hanya mengacungkan jempol. Dia meraba jantungnya sesaat. Sekretaris yang melihatnya kebingungan.
Ha Jun memegang handle pintu. Perlahan dia membukanya sembari menenangkan detak jantungnya. Pintu telah terbuka.
" Ha Jun kau kah itu..? Kau Ha Jun kan..?" pertanyaan dari Adiba yang beruntun.
Ha Jun memandang Adiba dalam. " Aku rindu....." batinnya. Mereka saling memandang. Adiba memutuskan pandangan mereka. Ia menunduk.
" Bagaimana kuliahmu..?.."
__ADS_1
" Alhamdulilah sejauh ini baik...
" Duduklah....kita cerita sambil duduk...."
Tiba tiba masuk seorang gadis.
" Sayang..." wanita tersebut langsung memeluk Ha Jun. Ha Jun saat itu sedang memandang Adiba terkejut. Tiba tiba ada yang memeluknya. Adiba pun sama kaget.
" Lepas...." menghentakkan tangan gadis itu,
" Mau apa datang ke kantorku..? " Ha Jun memandang gadis itu tajam.
" Ha..? apa kau gila aku tidak pernah makan siang denganmu...."
" Apa kau malu mengakuinya karena ada gadis kampung itu...."
Adiba merasa hatinya tersayat. Matanya sudah berkaca kaca. Rasa kecewa dengan Ha Jun. Kecewa dengan apa yang dia lihat.
" Maaf Ha Jun sepertinya aku harus pulang...."
__ADS_1
Adiba berdiri mengambil tas dan buku bukunya.
" Permisi...." ia berjalan cepat keluar menuju pintu keluar. Bodyguard yang biasa menjaga Adiba mulai berjaga. Suara hand phone dari salah satu bodyguard.
" Jaga dia, jangan sampai lepas dari pandangan kalian....biiiip.." hp langsung di matikan.
Bodyguard langsung bersiap di mobil. Mereka melihat Adiba menaiki taxi mulai mengikutinya. Adiba tau dia diikuti tapi dia tak peduli. Adiba pun tak tahu kemana, bingung, akhirnya dia memilh ke Masjid Pusat Seoul. Ia memilih menenangkan hati dan fikirannya di sana. Bodyguard yang sempat kehilangan jejaknya melihat taxi yang di naiki Adiba berbalik. Mereka berbalik mengejar taxi tersebut.
Ketika taxi terkejar mereka menghadangnya turunlah satu orang bodyguard menanyakan dimana ia menurunkan Adiba. Supir taxi tersebut dengan gemetar dia mengatakan menurunkan Adiba di Masjid Pusat Kota Seoul. Mereka segera meninggalkan supir taxi tersebut. Mengecek secara langsung keberadaan Adiba. Mereka dapat melihat Adiba tengah khusyu' berdoa. Bodyguard menfoto Adiba mengirimkan ke Ha Jun yang dari tadi menelepon mereka menyakan keberadaan Adiba dan bagaimana keadaannya.
Setelah selesai Adiba keluar menelepon Erik agar menjemputnya.
Setelah menunggu 30 menit. Erik datang menjemput
" Kenapa matamu bengkak? apa kau menangis?...." tanyanya khawatir.
" Aku tak apa kak....benar..."
" Makanya kau menikah jadi kau tidak sakit hati atau kecewa, apa perlu aku mengatakan pada Appa...?"
__ADS_1
" Kyaaaaaaa, kau ini terus bercanda, tapi kalau ada yang menyayangi ku tulus boleh juga dehh....dari pada aku merasa kecewa padahal tidak ada ikatan. Kecewa karena sudah menitipkan hati pada orang lain......" ucapnya sambil memandang ke jalanan.