Invincible In Apocalypse

Invincible In Apocalypse
Chapter 23 Melawan Zombie Mutan Tingkat Tiga


__ADS_3

Sementara itu...


Di dalam perjalanan menuju rumah Santi.


Pemuda yang bernama Rio itu kembali berjalan melewati pinggir jalan raya.


"Sigh, padahal aku ingin memberikan kesempatan yang bagus untuk mereka berdua, tetapi mereka menolaknya dengan mentah-mentah. Yasudahlah..."


Awan hitam yang menyelimuti telah hilang. Hujan yang tidak biasa yang tadi disebutkan oleh Rio juga dikenal dengan istilah 'Hujan darah'.


Hujan itu memiliki fluktasi energi sihir. Hal itu memang aneh, sebab Rio tidak pernah melihat kejadian seperti ini di masa lalunya.


Mungkin penyebab munculnya kejadian itu adalah munculnya dirinya secara tiba-tiba.


Plotnya telah di ubah, dan itu semua mungkin disebabkan olehnya.


Mau bagaimana lagi, bagaimanapun juga karena adanya energi sihir, dunia ini akan secepatnya berubah.


Seharusnya di dunia ini tidak ada yang namanya sihir, tetapi karena adanya fluktasi energi dari hujan tadi, manusia akan dibangkitkan dan akan bisa menggunakan sihir.


Bagaimanapun juga bumi ini bukan berada di bawah kendalinya. Ada entitas makhluk yang tidak di ketahui yang bermain di balik layar, untuk itu dia harus tetap selalu waspada.


"Huh, sebentar lagi akan sampai."


Rio berjalan menuju rel kereta api. Disana terdapat segerombol zombie yang sedang berkumpul di palang rel.


"Ada segerombol zombie di depan. Pantas saja dari tadi di perjalanan aku tidak melihat zombie satupun, ternyata semuanya berkumpul di sana."


Benar. Jumlah zombie itu sangat banyak sampai menutupi palang rel kereta api.


Mungkin saja penyebab mereka berkumpul di sana karena mencium aroma darah segar.


Rio mengaktifkan skillnya. [Mind Eyes]


Zombie-zombie itu memiliki level yang berbeda pada sebelumnya.

__ADS_1


Terdapat zombie level 2-3 yang berada di sana.


Selain itu, terdapat seorang zombie yang memiliki tubuh kekar. Tingginya mencapai tujuh meter.


Level zombie itu adalah 10.


Zombie tingkat rendah berkumpul karena ada yang memberi perintah.


Itu benar. Zombie besar itu yang memimpin sekawanan zombie di sana.


Rio mengetahui hal itu.


Dia sudah menduganya. Penyebab terjadinya perubahan pada zombie itu mungkin karena zombie yang besar memakan para zombie tingkat rendah lainnya. (Kanibalisme)


Zombie akan bertambah kuat jika dia memakan kawanannya.


Zombie yang telah bermutasi pada tingkat ke 1 adalah zombie yang telah memakan lebih dari puluhan kawanannya.


Sedangkan zombie besar itu adalah tingkat ke tiga, yang dimana ia telah memakan lebih dari ratusan kawanannya.


Tetapi yang membuatnya jelas adalah zombie besar itu bisa memerintahkan sekawanan zombie tingkat rendah lainnya.


Zombie semacam itu memiliki kecerdasan.


Yah, Rio sangat bersemangat dengan lawannya itu. Apalagi di dunia ini dia baru pertamakali akan merasakan kekutan zombie tingkat tiga.


"Zombie itu... Semoga tidak mengecewakanku."


Dia berjalan menuju kawanan zombie itu.


Zombie besar itu menyadari jika ada manusia yang menunju arahnya. Dia memerintahkan zombie tingkat rendah untuk menyerangnya.


"Zombie besar itu... Dia memiliki semacam skill."


Sepertinya zombie yang memimpin itu memiliki semacam skill.

__ADS_1


Komandan zombie. Itu mungkin adalah skillnya.


Skillnya dapat memerintah zombie yang berada di tingkat bawahnya.


Jika dirinya yang dulu sebagai manusia biasa bertarung dengan zombie besar itu, tentu saja zombie itu adalah lawan yang merepotkan baginya.


Tetapi Rio saat ini bukanlah yang dulu lagi. Dia bahkan tidak merasa takut ketika di depannya ada sekumpulan zombie yang mengarah padanya.


Dia berhenti sejenak.


"Huh, kau meremehkan ku. Bagaimana mungkin zombie rendahan ini bisa melukaiku? Kalian semua... MATI!"


Sihir tingkat tinggi [DEATH], Merupakan sihir intant death yang dapat di gunakan pada lawan di bawah penggunaannya.


Ketika sihir itu di ucapkan, lawannya akan secara tiba-tiba mati dan menghilang.


Sihir ini mengonsumsi banyak energi sihir pengggunanya. Itu semua tergantung dengan lawannya.


Apabila jika lawannya level rendah. Sihir itu hanya mengonsumsi sedikit energi sihir. Namun itu sebaliknya jika lawannya memiliki level tinggi.


Yah, bagaimanapun juga energi sihir yang di miliki Rio tidak terbatas, levelnya pun tidak terbatas. Mau seberapa tinggi level lawannya, mereka semua akan mati jika Rio sudah mengucapkannya.


Ribuan zombie yang mengarah padanya mati seketika. Mereka semua menghilang menjadi debu dan meninggalkan kelereng kecil berwana keputihan.


Note: kali ini Kelereng disebut sebagai Magic Stone.


"Cukup banyak juga magic stonenya. Aku akan memungutnya nanti. Saat ini aku harus mengetes kekuatan zombie tingkat tiga ini."


Zombie besar itu marah.


Bagaimana tidak, bawahannya telah terbunuh seketika oleh manusia itu.


Karena itu dia bangkit dari tempatnya, dan mengambil senjata sebuah gergaji mesin di sampingnya.


Zombie besar itu menyalakan gergaji itu dan berlari menuju ke arahnya.

__ADS_1


__ADS_2