
Rio kembali menatap Lilia Lavender dengan rasa penasarannya. Membuatnya tidak menyadari kalau tatapannya itu membuat Lilia Lavender merasa tertekan.
"Ah, kalau itu.... Aku sebenarnya mengikuti mereka dari belakang sebelum pintu gerbang itu tertutup."
"Jadi begitu... Intinya kamu diam-diam mengendap memasuki gerbang dan berteleportasi ke tempat yang berbeda dari pamanmu?" Rio memegang dagunya sambil mengalihkan pandangannya ke bawah. Dari sini ia bisa melihat kaki Lilia Lavender yang tidak mengenakan apapun menyentuh aspal hitam yang sangat terik dari panasnya sinar matahari yang menyerap panasnya ke aspal yang di injaknya.
"Ya. Kurang lebihnya seperti itulah ceritanya. Hahaha... Seperti yang di duga dari tuanku. Kau bukanlah manusia biasa yah." Lilia Lavender tertawa kecil dengan ekspresi masamnya.
"Kalau begitu apa kau saat ini berencana untuk pergi menemui pamanmu? Tapi apa kau yakin? Bukankah jarak diantara tempat ini dengan pamanmu itu terlalu jauh?" Ucap Rio sambil memandangi awan hitam dari langit Utara yang terlihat jauh dari tempatnya berada saat ini.
" Iya sih. Hmm..." Lilia Lavender melihat ke arah langit Utara. Jarak antara dirinya dengan pamannya yang berjarak sekitar lebih dari 50 KM membuatnya kehilangan kepercayaan dirinya. "Apa ya yang harus aku lakukan."
__ADS_1
"Fyuhh" Rio menghembuskan nafasnya. Ia tidak mengira jika gadis yang ada di depannya dengan cepatnya berubah pikiran. " Bagaimana jika untuk sementara kamu ikut denganku? Tujuanku juga ke arah Utara, mungkin setelah aku selesai dengan urusanku aku akan membawamu untuk bertemu dengan pamanmu itu."
Rio sebenarnya penasaran dengan cerita yang di ucapkan oleh Lilia Lavender. Pintu Gerbang Dunia Lain? Kemungkinan besar ada seseorang yang dengan sengaja mengaktifkan Portal gerbang dunia lain ke dunia ini. Dan terlebih lagi kekuatan yang luar biasa dari arah Utara membuatnya semakin tertarik untuk mengunjungi tempat itu.
Jadi, setelah dia menyelesaikan tujuannya untuk meneliti kekuatan zombie di Kota, setelah itu dia akan pergi menuju Utara untuk mengantarkan Lilia Lavender kepada keluarganya.
"Eh, benarkah? Apa tidak apa-apa?" Kejut Lilia Lavender setelah mendengar ucapan Rio
"Ya, lagian arah kita juga sama."
Di masa depan Gadis ini yaitu Lilia Lavender akan menyaingi eksistensi para Dewa. Bakatnya yang sangat terampil terlebih lagi energi sihir yang tersegel dengan sengaja di dalam tubuhnya membuatnya memiliki masa depan yang sangat cerah.
__ADS_1
"Terimakasih banyak. Kalau begitu mari kita berangkat."
Lilia Lavender mulai melangkah ke depan di ikuti oleh Rio yang berada di belakangnya. Tapi setelah mereka mengambil beberapa langkah, tiba-tiba langkah kaki terdengar dari arah belakangnya.
"Tu... Tunggu dulu!" Seorang gadis yang datangnya entah darimana berteriak dari arah belakangnya. Rio dan Lilia Lavender menghadap ke arah belakang dan terdapat gadis berseragam Pramuka yang sedang mendungkuk sambil terengah-engah untuk mengambil nafas.
Melihat ke arah belakang gadis itu, kini mata Rio teralihkan dengan pemandangan segerombolan zombie yang berada di belakang gadis itu.
Rio menduga jika zombie itu sedang mengejar gadis yang mengenakan seragam Pramuka itu.
Ketika Rio ingin bergerak melangkah maju, Lilia Lavender menahannya. "Tunggu Rio-sama. Biarkan saya saja yang akan membereskan ini!" Lilia Lavender melangkah maju mendekati gadis itu yang sedang terengah-engah.
__ADS_1
"Oh, kalau begitu maaf merepotkan mu."
"Hei, kau! Menyingkirlah!" Ucap Lilia Lavender menunjuk kepada gadis berseragam itu. Setelah itu bayangan hitam muncul dari dalam dirinya dan berjalan melewati tanah. Bayangan itu menusuk zombie-zombie yang berada di belakang gadis itu. Sang gadis yang memakai seragam menengok ke arah belakang dan terkejut setelah melihat kejadian yang berada di luar akal sehatnya. "A-apa? Apa yang baru saja yang kulihat ini?" Sang gadis terjatuh ke aspal dengan wajah yang ketakutan dengan tubuh yang gemetar.