Invincible In Apocalypse

Invincible In Apocalypse
Chapter 54 Bertemu Iblis


__ADS_3

Sebuah gempa terjadi di area sekitar kota.


Getaran itu terasa semakin lebih besar dari sebelumnya. Untuk dari itu Rio mendungkuk dan memegang kedua tangannya ke aspal dengan tujuan menyeimbangkan keseimbangannya.


Melihat ke arah sekitarnya, rumah dan pohon yang berada di dekatnya mulai berguncang.


20 Detik telah berlalu. Gempa bumi mulai mereda. Terdapat pepohonan yang berada di sekitarnya mulai roboh akibat guncangan gempa itu.


Dia mulai bangkit berdiri setelah gempa bumi telah usai, dan menemukan fenomena aneh di langit utara.


"Ini menarik."


Awan hitam mulai bermunculan menutupi langit utara, suatu fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya telah terjadi.


Banyak Aura hitam yang sangat pekat bermunculan dari arah Utara.


"...Seseorang baru saja membuka Void Gate."


Fenomena aneh yang membuatnya tertarik yaitu kemunculannya Aura yang sangat kuat dari arah pegunungan Utara.


Jika dilihat melalui mata batinnya, Level mereka tidaklah rendah. Tidak dipungkiri jika mereka bukan berasal dari dunia ini.


Terdapat perbedaan level yang sangat besar diantara manusia di dunia ini dan makhluk dunia lain seperti mereka.


"Jumlah Mereka lebih dari 50 ...."


Dia mulai menyadari sesuatu....


".... Ini semakin menarik. Ada seseorang yang lebih kuat dari sekumpulan orang-orang itu"


Seseorang yang baru saja keluar dari Void gate Auranya lebih pekat dibandingkan dengan yang lainnya.


Kemungkinan terbesarnya orang itu adalah pemimpinnya. Dilihat dari Aura yang luar biasa terpancar dari energi sihirnya, orang itu mungkin seorang Magic Caster.

__ADS_1


{Tapi mereka berada di tempat yang jauh. Huh... Mungkin aku akan bertemu dengan mereka cepat atau lambat}


Aura dari mereka melebihi batas wajar kekuatan orang-orang dari dunia ini. Mengingat baru sehari setelah kiamat terjadi, sudah sewajarnya dunia ini masih memiliki banyak misteri.


Jadi untuk dari itu Rio akan memecahkan misteri itu. Dia melangkah menuju ke arah kanan jalan tempat tujuannya. Setelah dia melihat ke arah jalan itu, pemandangan di depannya kosong. Semua zombie yang berada di jalur kanan telah di bantai oleh


Skypuncture. Hanya ada mayat dari para zombie yang tergeletak di sepanjang jalan.


"Hmm... Mungkin akan memakan banyak waktu untuk memungut semua kristal di sini."


Dia berjalan menuju ke depan melewati mayat para zombie yang tergeletak di sepanjang jalan.


Darah, daging, dan bau busuk, itulah yang ia lihat selama melewati tumpukan dari mayat zombie itu.


Setelah itu dia berhenti sejenak untuk melakukan suatu tindakan.


"Akan mubazir jika menyiakan Magic Stone sebanyak ini."


Benar. Magic stone sebanyak ini akan sia-sia jika tidak segera diambil. Walaupun ada banyak Magic Stone yang ia kumpulkan di ruang penyimpanannya, tetapi Rio adalah tipe orang penggila harta. Mau sekecil apapun itu jika dia melihat sebuah item, dia akan mengambilnya tanpa perlu menyia-nyiakannya.


"Item ini sepertinya akan berguna."


Setelah dia mengambil sesuatu benda bulat seukuran bola kasti di ruang penyimpanannya, dia melihat ke arah mayat zombie yang berada di sebelah kakinya. Menaruh bola itu di tanah, lalu membuka isi dalam kepala zombie menggunakan belatinya. Dia mengambil Magic Stone berwarna transparan, lalu mengambil kembali item berbentuk bola itu.


{Semoga saja ini masih berfungsi}


Dia membuka item berbentuk bola kasti itu dan memasukan Magic Stone ke dalamnya. Setelah itu dia mengaktifkannya, lalu menggerakannya melalui pikirannya.


Item itu terbang setinggi 7 meter di depannya.


Tepat setelah dia terbang di atas tumpukan para mayat zombie, tiba-tiba Magic stone keluar dari kepala para zombie yang tergeletak di jalan. Magic Stone itu tersedot seperti sebuah magnet menempel pada item yang berbentuk bola.


Setelah dia tahu jika item ini masih berfungsi, dia merasa lega.

__ADS_1


"Hah.... Untungnya item ini masih berfungsi."


Setelah itu dia kembali berjalan ke arah depan sambil mengontrol item tersebut melalui pikirannya.


Sekitar 10 menit telah berlalu setelah dia berjalan sambil mengontrol item tersebut, sekiranya dia melihat ke arah depan di mana bayangan Skypuncture Mulai terlihat.


Kelima Skypuncture itu berhenti di sebuah Mayat zombie yang tubuhnya lumayan besar. Tinggi Zombie itu kira-kira 15 meter.


Zombie yang tergeletak itu memegang sebuah pedang besar dan panjang. Dilihat dari sekilas juga Rio menyadari jika pedang itu adalah sebuah item.


Setelah dia semakin dekat dengan zombie besar yang tergeletak itu, dia menyadari sesuatu pada tubuh mayat itu.


"Dia.... Iblis...."


Jenis zombie yang tidak ada sebelumnya telah muncul di depannya. Terlebih lagi zombie ini adalah tipe iblis.


Iblis adalah Ras yang lebih kuat jika dibandingkan dengan manusia. Tipe iblis ada bermacam-macam, dan kekuatannya tidak bisa diremehkan. Menurutnya diantara Ras yang terkuat, Iblis berada di posisi ke dua diantara daftar Ras Terkuat yang telah di tentukan para Dewa.


Jika dilihat kembali dengan seksama, Iblis ini berada di level lebih dari 50 . Dan sebuah item yang dipegang di tangannya dengan garis-garis dan tulisan aneh di tengah bilahnya, itu bukanlah berasal dari bahasa dunia ini.


"Ini adalah bahasa dunia iblis."


Tertulis di bilahnya "Crazin" Mungkin itu adalah nama pedangnya.


".... Tapi bagaimana bisa muncul iblis di dunia ini?"


Walaupun iblis ini berlevel rendah, tapi jika dibandingkan dengan sekumpulan zombie yang yang berada di tempat ini, tentu saja iblis jauh lebih kuat dari yang lainnya.


Jika tipe iblis bisa muncul di tempat seperti ini, ada kemungkinan jika ada iblis lainnya yang muncul di suatu tempat.


"Untuk sementara aku akan mengambil item ini terlebih dahulu." Dia mengambil pedang yang di pegang oleh iblis itu, dan memasukannya ke ruang penyimpanannya. Lalu... " Kerja bagus kalian semua. Baiklah, sekarang kalian bisa pergi!" Sesaat setelah ia mengucapkan kata itu, Skypuncture mulai menghilang memudar dari penglihatannya.


Setelah itu dia melihat ke arah utara tempat dimana awan hitam berkumpul. "Perjalanan ini semakin menarik."

__ADS_1


Dia mulai bergumam untuk sesaat pada dirinya sendiri, lalu kembali melanjutkan perjalanannya.


__ADS_2