
"Apa.?! Tapi... Bukankah dengan kekuatan yang kalian miliki, akan mudah untuk menghabisi mereka?"
Ketika Nadia terkejut dengan perkataan Rio yang membuatnya kehilangan harapannya, di lain sisi Lilia Lavender mulai jengkel dengan tingkah laku gadis itu yang semakin menjadi-jadi.
"Benar yang dikatakan oleh Rio-sama. Kenapa kau bersikeras memaksa kami untuk membantumu. Itulah yang aku tidak suka dengan sifat manusia, dasar egois!"
"Kekuatan ya... Sepertinya kamu salah mengartikan tentang kekuatan. Apa kamu berpikir jika dirimu mempunyai kekuatan, maka akan bisa bebas bertindak sesuka dirimu sendiri."
Gadis yang bernama Nadia itu bengong tidak mengerti kata-kata yang baru saja di ucapkan oleh Rio. Lalu...
"Ohh, ya. berbicara tentang kekuatan, sepertinya beberapa dari mereka memiliki kekuatan yang sama seperti kalian."
"Apa?! Hmm... Bisakah kamu mendeskripsikan dengan jelas kekuatan dari mereka?" Rio terkejut setelah mendengar perkataan Nadia.
Seseorang yang memiliki kekuatan seperti dirinya? Apa mungkin ada makhluk asing yang datang ke bumi ini dan berbaur dengan wajah manusia.
"Diantara preman itu, Mereka sepertinya memiliki kekuatan yang sangat keras untuk memperkuat tubuh seperti besi. Dan juga ada di antara mereka yang bisa mengeluarkan bola api dari tangan."
__ADS_1
Setelah mendengar perkataan Nadia, sepertinya kekhawatiran Rio tentang musuh asing hanya kekhawatiran belaka. Setelah mendengar deskripsi ciri-ciri yang di ucapkan olehnya, sepertinya itu cocok dengan seseorang yang dibangkitkan.
Jadi, pada akhirnya sepertinya dia akan segera bertemu dengan seseorang yang telah di bangkitkan.
Yah, tingkatan kekuatan setiap orang berbeda-beda, dan Rio penasaran dengan tingkatan mereka. Terlebih lagi kekuatan tipe penguatan tubuh yang baru saja ia dengar apakah itu mirip seperti Penguatan tubuh Berserker yang baru saja ia lawan. Jika dugaannya adalah benar, maka perjalanan yang ia lakukan tidak menjadi sia-sia.
"Bola api ... Fire Ball kah? Ah, apa jangan-jangan mungkin sihir yang lebih tinggi lagi...." Gerutu Lilia Lavender.
"Ini menarik. Sepertinya aku dapat membantumu untuk menangani mereka."
Tentu saja tujuannya untuk pergi ke pusat kota sangat penting, tapi untuk saat ini dia akan mengubah rencana awalnya dan menggantinya ke dalam rencana kedua.
{Kenapa Pria ini malah menerima ajakannya? apa sih yang ada di pikirannya sehingga terlalu baik dengan manusia. Yah bagaimanapun juga dia adalah manusia sama seperti wanita ini, inilah yang paling kubenci dengan sifat manusia}
"Benarkah. Terimakasih banyak, Syukurlah...."
"Hei, jangan malah senang hanya karena
__ADS_1
Rio-sama berubah pikiran. Tentunya kami akan meminta imbalan setelahnya kau tahu itu!" Jengkel Lilia Lavender.
"B-baik."
"Apa kau tidak suka dengan keputusanku itu, Lilia Lavender!" Rio menatap tajam Lilia Lavender, hingga membuat Lilia Lavender mendungkuk tidak berani menatapnya balik.
"Tidak. Saya tidak berani." Ucap Lilia Lavender dengan tubuh menggigil ketakutan.
{Hii... Tatapan Matanya seram.....} Batin Lilia Lavender.
"Tapi yah, yang dibicarakan oleh Lilia Lavender ada benarnya. Jadi aku memiliki syarat untuk dapat membantumu. Jangan Menjadi beban untukku!"
"Saya akan menahan diri untuk tidak berbuat yang tidak-tidak yang dapat menyebabkan masalah untuk kalian berdua!" Spontan Nadia membalas karena takut.
"Benar tuh. Jangan menjadi beban untuk kami, ingat kata-kata ucapan Rio-sama."
"Itu juga berlaku untukmu, Lilia Lavender!"
__ADS_1
"Ah, ya..."